
Sangat malu jika kita mengaku orang Solo tetapi tidak tahu apa itu arti Pasar Gede. Barangkali sahabat sehat dengan reiki yang belum pernah ke Solo tidak tahu apa arti judul postingan kali ini. Baiklah agar sahabat semua tidak penasaran akan sehat berkat reiki jelaskan arti Pasar Gede itu.
Orang Solo mengenal Pasar Gede sebagai Pasar Hardjanagara sebagai pasar tradisional terbesar di Solo setelah Pasar Klewer. Secara harfiah Pasar Gede dapat diartikan sebagai Pasar Besar. Dalam buku Sri Susuhunan Paku Buwono X, Perjuangan, Jasa dan Pengabdiannya untuk Nusa dan Bangsa, beliau sendirilah yang memberi nama Pasar Gede Hardjanagara. Pemberian nama itu karena bangunan pasar menggunakan atap yang besar.
Mulanya Pasar Gede hanyalah sebuah pasar kecil yang berdiri di atas lahan seluas 10.421 meter persegi. Tahun 1927 atas perintah Sunan Paku Buwono X Pasar Gede direnovasi oleh Ir. Thomas Karsten dan selesai tahun 1930. Bentuk fisik bangunan pasar berlantai dua dengan pintu gerbang menghadap ke barat menyerupai singgasana.
Bila sahabat dengan reiki nanti berlebaran ke Solo sangat mudah mencapai lokasi pasar ini. Pasar Gede sendiri sangat strategis letaknya. Berada di seberang timur Gedung Balai Kota Surakarta di dekatnya mengalir Kali Pepe yang membelah kota Solo, membuat Pasar Gede terlihat dari Gedung Balai Kota. Lokasi ini terletak diperkampungan warga keturunan Tionghoa atau Pecinan yang bernama Balong.
Lokasi Pasar Gede berada di Kelurahan Sudiroprajan berada di Jalan Sudirman dan Jalan Pasar Gede, bila dilihat dari tata geografisnya, Pasar Gede masuk dalam kawasan segitiga emas kota Solo. Bila di Jakarta ada segitiga emas Kuningan, letak Pasar Gede Solo pun berada di segitiga emas yang meliputi Keraton Kasunanan, Keraton Mangkunegaran dan Pasar Gede sendiri.
Pasar Gede termasuk cagar budaya kota Solo berdasarkan SK Walikota No. 646 tahun 1997 tentang perlindungan cagar budaya di kota Solo. Dengan potensi lahan seluas 8.560 meter persegi yang terdiri dari 127 ruko, 133 kios, 633 los pasar dan sekitar 250 lapak pedagang, potensi pasar tersebut sangat cukup dikenal oleh orang luar Solo. Bahkan turis domestik dan asing pun dalam kesempatan berkunjung ke Solo biasa mampir berbelanja ke pasar ini.
Selain dekatnya Pasar Gede dengan Pecinan di Kelurahan Sudiroprajan juga mempengaruhi jenis dagangan yang dijual. Tengok saja jenis dagangan buah-buahan, juga sembako bahkan jajanan khas Solo seperti Krasikan, Kue Wajik, Intip, Kue Mangkok dan rempah-rempah bahan racikan jamu tradisionil pun dijajakan di Pasar Gede. Beberapa makanan khas bisa dibeli di sini diantaranya Lenjongan, Dawet Bu Dermi hingga Kare Bu Harini. Jelas harga jajanan pasar ini sangat murah untuk ukuran kota Solo.
Saat sehat bersama reiki berkendara sepeda motor menuju Matesih Karanganyar melihat banyak pedagang menjajakan buah semangka, jeruk, durian di mana buah ini didatangkan dari daerah Matesih Karanganyar. Biasanya pedagang ini menggelar dagangannya di depan pintu masuk pasar dan sebagian juga berdagang di dalam los pasar. Di antara penuh sesaknya parkir becak, sepeda motor, sepeda ontel dan mobil yang memenuhi areal luar pasar, membuat lalu lintas sedikit padat di jam sibuk kerja.
- Pasar Gede dilihat dari bundaran depan Balai Kota Solo.
Keunikan lain di dalam pasar ini adalah hukum sliding price atau harga lunak dalam tawar menawar antara pembeli dan penjual. Perilaku tawar menawar masih terjaga dengan baik di sini. Umumnya pedagang menggunakan bahasa Jawa kromo inggil ketika menyapa pembeli. Karena itu keakraban antara penjual dan pembeli yang menjadi pelanggan tetap sangat terjaga dengan baik.
Di jaman pasar modern dengan hadirnya supermarket dan hypermarket yang menjamur di Solo, Anda...sahabat sehat ala reiki pun masih akan menemukan suasana guyub manakala melakukan transaksi pembelian di pasar tradisionil ini. Mbok-mbok pedagang akan menyapa Anda semua dengan santun, "Bade ngersakaken punopo Mbak-Mas, monggo pun cobi semongko, manis sanget kok raosipun?" begitu sapaannya.
Nah sebentar lagi lebaran akan tiba. Tidak ada salahnya Anda warga Solo yang tinggal di Jakarta dan kota lain hendak pulang kampung ada baiknya bernostalgia di Pasar Gede ini. Siapa tahu kenangan masa kecil dalam benak Anda akan terputar kembali manakala masuk ke dalam Pasar Gede. Hirup aroma kenangan masa kecil Anda dan rasakan sensasinya. Boleh jadi suasana itu akan masih tetap ada kendatipun usia kita telah merangkak naik dan kita merantau keluar Solo sudah berpuluh tahun. Read More..
Selama 5 hari sehat dengan reiki dan kawan-kawan berada di Probolinggo.Menyusuri pasar tradisional dan supermarket di Probolinggo sungguh mengesankan. Kota ini berkembang menjadi kota modern tanpa meninggalkan ciri sebagai kota santri layaknya kota-kota pesisir utara Jawa Timur.Probolinggo menjadi kotamadya tingkat II Jawa Timur dipimpin Walikota sebagai Kepala Daerah. Supermarket sebagai ciri perdagangan modern ada di kota ini berdampingan dengan pasar tradisional yang telah ada sejak jaman dulu.
Jual beli barang dagangan di kota ini telah menggunakan plastik sebagai pembungkus termasuk di sini untuk membungkus barang belanjaan juga membungkus makanan siap saji. Memang fungsi plastik sebagai pembungkus makanan di jaman modern sekarang ini telah menggantikan kertas atau daun pisang sebagai pembungkus makanan. Di samping praktis, plastik tidak cepat rusak, elastis dan tidak mudah robek.
Dalam jaman yang serba modern plastik menjadi kebutuhan setiap rumah tangga. Plastik menjadi pembungkus makanan, minuman dan pembungkus barang belanjaan dari pasar dan supermarket.Namun yang menjadi keprihatinan kita semua manakala plastik sebagai pembungkus makanan hangat siap saji sering kita bawa ke rumah. Misalnya kita membeli semangkok bubur ayam hangat lalu bubur itu dibungkus kantong plastik lalu bubur hangat siap saji itu kita santap.
Memang enak bubur ayam hangat siap saji tersebut, tetapi tahukah Anda bahwa kantong plastik untuk membungkus makanan mengandung limbah yang mudah lepas dan berbaur menjadi satu terhadap makanan yang akan dibungkus tadi manakala makanan itu dalam suhu panas. Itulah yang menjadi perhatian Badan Pengawas dan Obat Makanan BPOM Pekanbaru minggu ini.
Badan Pengawas dan Obat Makanan disebut BPOM Pekanbaru menghimbau agar masyarakat jangan menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan dan minuman. Pasalnya wadah platik ini dinilai mudah meleleh manakala terkena panas dari makanan atau minuman. Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap sebelas kantong plastik yang diuji, satu diantaranya mengandung zat berbahaya.
Senyawa berbahaya yang terkandung dalam pembungkus kantong plastik akan terlepas apabila dalam keadaan panas yang menyebabkan konsumen akan terkena kanker hati. Terlebih makanan yang dibungkus dalam keadaan panas maka zat bahaya yang terkandung dalam kantong plastik akan masuk ke dalam makanan tersebut. Untuk itu pihaknya minta kepada masyarakat agar waspada terhadap penggunaan kantong plastik.
Untuk menjaga kesehatan ada baiknya makanan yang akan dibungkus itu dilapisi kertas putih lebih dulu baru setelah itu dibungkus dengan kantong plastik. Hal ini ditujukan untuk menekan tingginya kandungan zat berbahaya yang akan berbaur langsung dengan makanan yang sudah dibungkus. Yang menjadi pertanyaan apabila yang dibungkus adalah minuman panas sama bahaya juga bila mengkonsumsi minuman ini. Oleh karena itu lebih baik menghindari pembungkus plastik untuk makanan dan minuman panas siap saji.
Sementara itu Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan bahwa, "Dari seluruh jenis kemasan makanan plastik , PE dan PP paling banyak digunakan dan paling aman." Ia menjelaskan bahwa plastik PE terbuat dari monomer etilen sedang plastik PP dari monomer propilen. Sifat kedua bahan ini sangat mirip. Sementara kemasan plastik kresek berwarna dan kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dalam keadaan tertentu kurang aman untuk mewadahi makanan, katanya di Jakarta 14/7 lalu.
Ia menjelaskan bahwa tas kresek plastik hitam dibuat melalui daur ulang dengan penambahan bahan kimia tertentu, riwayat penggunaannya tidak jelas dan kurang terjamin kebersihannya. Sedangkan PVC dibuat dari monomer vinil klorida. "Monomer vinil klorida yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak, berlemak dan mengandung alkohol, " katanya.
Sumber : Berita Stasiun Televisi Riau.


Setelah kunjungan Hillary Clinton ke Jakarta selama 2 hari usai, kesibukan warga ibukota kembali normal. Jalan Sisingamaraja yang menghubungkan Bundaran Senayan menuju Perempatan CSW di mana Gedung Sekretariat Asean berada yang kemaren sore dijaga ketat oleh aparat pagi tadi sudah normal kembali. Pagi ini sehat dengan reiki bersama tim liputan ibukota berkunjung ke pasar Cipadu Kreo, sebuah pasar buah tradisional di wilayah Tangerang Banten.
Liputan Kamis pagi ini sekedar ingin melihat perkembangan harga buah-buahan segar yang ada di pasar tradisional itu. Kenapa meliput buah-buahan? Ya...saat ini harga buah-buahan di pasar tradisional Kreo Cipadu telah naik hingga mencapai 50 persen. Kondisi ini disebabkan minim pasokan dari para agen akibat musim buah sudah lewat. Musim buah yang telah lewat adalah mangga, duku dan sekarang ini rambutan sudah tipis persediaannya.
Untuk beberapa jenis buah seperti duku, alpukat, salak dan manggis mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni hinga mencapai 50 persen. Untuk buah duku misalnya semula harganya 8000 rupiah per kilogram, kini harganya naik menjadi 12 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan untuk alpukat semula harganya 5000 rupiah perkilogram kini menjadi 7000 rupiah per kilogram.
Sedangkan buah jenis manggis dan salak semula harganya 5000 rupiah perkilo kini naik menjadi 8000 rupiah per kilogram. Menurut para pedagang kenaikkan harga buah-buahan ini secara tidak langsung membuat penjualannya juga menurun. Simak kata Wawan mengenai lesunya penjualan buah-buahan segar ini.
"Semula ketika persediaan buah seperti duku dan rambutan melimpah, pembeli banyak datang dan membeli buah itu. Kadang dalam satu hari saya mampu menjual 50 kilogram duku dan 200 ikat rambutan, tapi sekarang setelah duku tidak musim lagi penjualan buah menurun," katanya sambil membenahi ikatan rambutan yang masih tersisa dan terlihat layu kulitnya pertanda rambutan ini sudah kadaluwarso di kiosnya .
Tidak demikian dengan Marinek seorang penjual buah lainnya yang menuturkan omset penjualan buahnya meningkat."Saya menunggu kiriman buah jeruk Medan dan Pontianak sudah 2 hari ini tapi juga belum datang barangnya, padahal permintaan akan buah ini meningkat," katanya. Di samping buah jeruk buah alpukat dan anggur juga laku keras di kiosnya. Hanya buah duren dan manggis saja yang masih utuh persediaannya.
Namun bagi konsumen seperti Ibu Nuraisah yang tinggal di Jakarta Barat, membeli buah-buah segar dikios pasar ini, meskipun beberapa jenis buah mengalami kenaikan yang tinggi dirinya tetap membeli buah untuk kebutuhan sehari-hari.Ia sudah menjadi pelanggan kios Marinek ini sejak 2 tahun lalu. "Kebutuhan buah segar saya perlukan atas anjuran dokter agar saya terus mengkonsumsi buah setiap hari demi menjaga kesehatan tubuh dari tingginya kadar kolesterol dalam darah saya," katanya.
Para pembeli yang ditanya tim liputan sehat dengan reiki berharap agar harga buah-buahan yang saat ini naik dapat segera turun kembali. Kalau demikian benar juga kata dokter agar kita semakin banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan segar dan mengurangi makanan kadar lemak tinggi.
Kalau Anda sendiri bagaimana teman? apakah sudah cukup mengkonsumsi buah-buahan segar setiap harinya? Sehat dengan reiki menulis untuk sekolah internet.
