Sudah beberapa bulan sehat dengan kundalini reiki tidak berjumpa dengan tetangga seorang bapak yang penuh homor dalam canda. Setiap bertemu beliau selalu tersenyum dan menanyakan kabar kesehatan saya dan keluarga. Karena kesibukan masing-masing dalam tugas, beliau dipindah tugaskan oleh instansinya ke Bali yang sudah dijalaninya selama setahun ini. Karena adanya pilkada Provinsi Banten, beliau pulang kampung ke Tangerang untuk nyoblos di TPS lingkungan 22 Oktober 2011.
Sehari setelah nyoblos beliau masih asyik bermain dengan anak perempuan semata wayangnya di lapangan badminton di areal komplek pemukiman. Baru hari Selasa karena merasa tidak enak badan, beliau kontrol dokter ke rumah sakit untuk cek up kesehatan. Dokter menyarankan agar dirawat saja untuk mengetahui perkembangan keluhan penyakitnya.
Sehari setelah dirawat, berita duka datang mengabarkan bahwa beliau sudah tiada. Lalu kami, para tetangganya datang bertakziah ke rumah duka. Khabar selentingan menyatakan beliau wafat karena penyempitan pembuluh darah di syaraf sumsum tulang belakang akibat cedera jatuh dari motor beberapa waktu lalu. Khabar lainnya memberitahukan beliau berpulang ke Rahmattulah karena serangan jantung.
Kalau memang beliau wafat karena serangan jantung, itulah yang menjadi topik bahasan para pelayat saat akan mengantar almarhum ke tempat peristirahatan akhir. " Serangan jantung mendadak sebagai penyebab kematian di Indonesia sudah sering diberitakan oleh media massa, " kata Ibu Nurul, tetangga yang aktif dalam kegiatan Posyandu kepada sehat dengan kundalini reiki. Korbannya mulai dari pejabat, artis, rakyat, pelawak, bahkan ustads yang sering berdakwah bicara soal kematian yang pasti akan menimpa siapa pun yang hidup di muka bumi.
Lalu apa sebenarnya hubungan antara serangan jantung dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler itu? Situs kesehatan melaporkan penyakit kardiovaskuler sebagai penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian setiap dua detik. Penyebabnya karena serangan jantung. Di Indonesia penyakit ini menjadi pembunuh nomer satu dalam beberapa tahun terakhir.
Riset kesehatan dasar 2007 menunjukkan, penyakit kardiovaskuler bertanggungjawab sebagai penyebab 36,2 persen kematian, terdiri atas stroke ( 26,9 persen ) dan penyakit jantung koroner ( 9,3 persen ). Disebut penyakit kardiovaskuler karena mencakup gangguan pemicu penyakit jantung ( kardio ) dan pembuluh darah ( vaskuler ). Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) dan beberapa situs kesehatan dunia mengaitkan kardiovaskuler dengan penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler dan penyakit vaskuler perifer.
Dokter kesehatan yang sering bicara dalam forum seminar kesehatan jantung, menyarankan agar seseorang dapat waspada dari serangan mematikan ini adalah dengan mengatur pola hidup sehat. Di antaranya pandai mengelola stres apa pun bentuknya, mengurangi asupan alkohol dan rokok, mengonsumsi buah dan sayuran dan yang tidak boleh ditinggalkan adalah mau bergerak alias berolahraga secara teratur.
Penyakit gangguan kardiovaskuler yang berhubungan dengan stress dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah dan kecenderungan darah membeku yang pada akhirnya meningkatkan resiko stroke iskemik. Untuk mengelola stress bisa dilakukan dengan hidup sederhana, olahraga teratur seminggu 3 -4 kali dengan waktu 30 menit hingga 1 jam. Dan yang tak kalah penting untuk menjauhkan stress adalah belajar relaksasi.
Anjuran lain yang sering disarankan dokter kesehatan adalah, menghindarkan diri dari makanan cepat saji yang berkadar lemak tinggi, sosis dan jenis kue manis basah. Akan lebih baik lagi jika makanan itu direbus saja, dikukus atau dipanggang. Yang perlu diperhatikan bahwa tubuh tetap membutuhkan kolesterol dalam jumlah wajar kadarnya.
Karena kolesterol membantu proses pencernaan, memperbarui membran sel tubuh, melapisi jaringan saraf dan berperan dalam produksi hormon. Sangat disarankan tetap mengonsumsi daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit dan ikan meskipun dalam jumlah terbatas. Yogurt rendah lemak, keju dan susu skim juga tidak dilarang.
Alangkah baiknya sedini mungkin selalu mencatat berapa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan lingkar perut milik diri sendiri. Seseorang yang punya riwayat hipertensi, kencing manis, hiperkolesterol dan kegemukan beresiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Apalagi bila di dalam keluarga ada yang mempunyai riwayat penyakit itu.
Sangat penting memeriksakan kesehatan secara rutin apabila usia sudah masuk 40 tahun ke atas. Pemeriksaan tidak hanya darah saja yang diperiksa, tetapi juga jantung. Demi kesehatan jantung, maka tidak ada salahnya informasi kesehatan yang berguna untuk menambah pengetahuan akan kesehatan organ jantung, kita ketahui bersama. Mari sayangi jantung dengan merawatnya sebaik-baiknya sejak sekarang.
Read More..Bagi Anda yang saat ini divonis hasil medikal check up masuk golongan penderita hipertensi tidak usah bersedih. Ada khabar baik bagi Anda yang mengidap hipertensi bahwa setiap tanggal 17 Mei 2011 diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia atau World Hypertension Day. Kebetulan peringatan hari ini untuk wilayah Indonesia jatuh pada Selasa 17 Mei 2011 bertepatan dengan Hari Raya Suci Waisak.
Mungkin di antara kita tidak menyadari bahwa hari peringatan ini berlalu begitu saja dalam ingatan. Maklum bisa dipahami karena pada umumnya masyarakat memang masih belum peduli terhadap tekanan darahnya sendiri. Saat ini diperkirakan terdapat 76 persen kasus hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hipertensi.
Hipertensi atau dikenal sebagai dengan penyakit darah tinggi adalah peningkatan abnormal tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan diastolik. Dalam keadaan normal tekanan darah sistolik di mana jantung sedang memompakan darah kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik saat jantung istirahat kurang dari 80 mmHg.
Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) tahun 2007 sebagaimana dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan pengukuran tekanan darah sangat tinggi, yaitu 31,7 persen dari total penduduk dewasa atau satu di antara 3 penduduk memiliki hipertensi. Berdasarkan data Riskesdas maka hipertensi ( 12,3 % ) adalah penyebab kematian penyakit tidak menular kedua terbanyak setelah stroke ( 26,9% ).
Hipertensi memang dapat dikatakan sebagai pembunuh diam-diam atau the silent killer. Pada umumnya hipertensi terjadi tanpa gejala ( asimptomatis ). Sebagian besar orang tidak merasakan apa pun, walau tekanan darahnya sudah jauh di atas normal. Hal ini dapat berlangsung bertahun-tahun, sampai penderita yang merasa dirinya tidak menderita hipertensi jatuh ke dalam kondisi darurat dan bahkan terkena penyakit jantung, stroke atau rusak ginjalnya.
Saat ini terdapat kecenderungan yang mengkhawatirkan. Beberapa puluh tahun lalu hipertensi dan berbagai komplikasinya beratnya dikenal sebagai penyakit yang hanya menyerang orang-orang tua ( usia 50 tahun ke atas ). Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini banyak dijumpai kasus kematian mendadak, gagal jantung, gagal ginjal, kelumpuhan atau stroke yang menyerang orang-orang muda di bawah usia 50 tahun.
Memang banyak faktor resiko bagi meningkatnya kasus hipertensi. Naum demikian para ahli umumnya bersepakat bahwa faktor risiko yang utama adalah perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat ( life style ). Oleh karena itu Anda harus rajin mengukur tekanan darah. Ukurlah sekarang juga. Bila normal tetap pertahankan. Bila tinggi kendalikan tekanan darahnya.
Ubahlah gaya hidup Anda yang tidak sehat ke arah hidup sehat. Memang tidak mudah mengubahnya. Tapi ingat komplikasi yang akan timbul jika anda mengalami tekanan darah tinggi dan tidak dikendalikan dari sekarang. Mumpung di hari libur Waisak di mana umat Budha sedang merayakannya dengan salah satu kegiatan adalah meditasi, tidak ada salahnya saya ajak Anda belajar meditasi kesehatan.
Meditasi dapat meredakan stress yang kalau tidak dikendalikan dapat meningkatkan tensi darah menjadi penyakit tekanan darah tinggi. Sekali lagi hipertensi atau lebih kerennya tekanan darah tinggi dapat menimbulkan komplikasi penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Karena itu sedia payung sebelum hujan untuk mengisi hari-hari dalam hidup ini dengan gaya hidup sehat ala medis kedokteran dan sehat dengan kundalini reiki. Anda Mau.....?
Sumber : Data Riset Kesehatan Dasar 2007.
Read More..
