Terletak
di pesisir selatan Tierra del Fuedo, Ushuala awalnya dikenal dengan
Yamana. Nama ini diberikan oleh misionaris Inggris berdasarkan bahasa
lokal. Lalu Argentina menetapkan Ushuala sebagai koloni kaum pesakitan
pada 1880 dan menjadikan wilayah ini sebagai penjara.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Glasiologi ( Journal of Glaciology ), Senin ( 8/8 ), menyebutkan tsunami yang dipicu oleh gempa tektonik berkekuatan 9 magnitudo di perairan Jepang pada 11 Maret menghancurkan bongkahan gletser di Antartika. Padahal jarak antara pusat tsunami dan Antartika mencapai 13.600 kilometer.
Pecahnya gletser di daerah Sulzberger, Antartika, itu terdeteksi melalui satelit yang mengamati wilayah pesisir Antartika. Pengamatan dilakukan oleh Kelly Briunt, ahli kriosfer ( lapisan es bumi ) dari Pusat Penerbangan Antartika Goddard di Greenbelt, Maryland, AS. Pecahnya gletser terjadi 18 jam sejak gempa atau sesaat sesudah gelombang tsunami menghantam wilayah Antartika.
Sumber : LiveScience/ MZW.
Read More..Sudah gagal menjadi negara pertama di era Perang Dingin yang menempatkan stasiun di Kutub Selatan, Uni Soviet yang tidak kekurangan akal berupaya membalas kekalahannya pada tahun 1957 dengan membangun Stasiun Vostok, sekitar 1300 kilometer di sebelah timur Kutub Selatan, masih di wilayah magnetis Kutub Selatan. Tidak seperti kutub-kutub geografis yang stasioner ( tidak berpindah ), kutub-kutub magnetis secara konstan berpindah.
Namun tahun 1974, radar survei milik tim peneliti Inggris mendeteksi ada susuatu di bawah lapisan es Danau Vostok. Menurut situs GeoWeek yang dilansir Kompas mengatakan karena tak yakin dengan dugaannya, para peneliti membiarkan persoalan itu sampai tahun 1991 ketika satelit menampakkan adanya danau air tawar di bawah Stasiun Vostok.
Danau Vostok berada sekitar 4000 meter di bawah lapisan es dan airnya kemungkinan mengandung organisme yang terisolasi dari dunia luar selama ratusan bahkan ribuan tahun. Danau ini juga merupakan danau air tawar terbesar ketiga di dunia, dengan kandungan air sebesar 15.600 kilometer persegi.
Sejak tahun 1998 sebuah proyek pengeboran kontroversial berlangsung di Danau Vostok. Sampel es dari proyek tersebut telah menghasilkan harta karun data iklim sejak 400.000 tahun lalu. Pada awal Pebruari beberapa hari sebelum berakhirnya musim panas di Antartika pada 6 Pebruari, para pekerja Rusia hanya tinggal 20 meter lagi untuk menyentuh permukaan air danau.
Sejumlah peneliti khawatir lobang pengeboran akan menjadi seperti geyser, yang membuat air melimpah tak terbendung lagi. Sementara sejumlah pihak lainnya khawatir 65 ton minyak tanah yang dialirkan ke lubang pengeboran untuk mencegah lubang itu membeku kembali, bisa mengontaminasi Danau Vostok yang selama ini merupakan wilayah tak tersentuh.
Akhirnya para peneliti Rusia yakin mereka dapat menghindari kedua hal yang sangat dikhawatirkan itu. Operasi pengeboran di Stasiun Vostok untuk sementara berhenti ketika musim panas berakhir. Dunia masih menunggu perkembangan hal ini sampai tahun mendatang. Kita tunggu saja hasilnya.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Penjelajahan di Antartika seakan tak akan habis diperbincangkan dalam media massa. Penjelajahan ini mencapai puncaknya pada tahun-tahun awal abad ke-20, yaitu ketika dalam kurun waktu 25 tahun terjadi 16 ekspedisi dari delapan negara. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang pertama mencapai Kutub Selatan. Demikian dilansir Kompas dari GeoWeek yang menyebutkan sebanyak 17 orang anggota ekspedisi tewas dalam periode itu.
Periode tewasnya anggota ekspedisi itu disebut juga dengan era heroik penjelajahan Atlantik. Saat perang dunia pertama pecah, era heroik ini berhenti, tetapi persis sebelum perang dunia pertama datang, terdapat tiga ekspedisi yang menandai pencapaian terbesar dan sekaligus paling tragis. Pada Desember 1912 ekspedisi yang dipimpin Roald Amundsen dari Norwegia merupakan yang pertama mencapai Kutub Selatan.
Saat itu ia berkompetisi ketat dengan tim dari Inggris yang dipimpin oleh Sir Robert Falcon Scott. Meskipun tim yang dipimpin oleh Sir Robert Falcon Scott juga berhasil mencapai Kutub Selatan, 33 hari setelah kesuksesan tim Amundsen, tetapi kelima anggotanya meninggal dunia dalam perjalanan pulang. Setahun kemudian penjelajah asal Inggris Ernest Shackleton memimpin ekspedisi yang berupaya menjadi tim pertama yang menyeberangi Antartika.
Di sana mereka berencana untuk menempatkan tim mereka di Laut Weddel, kemudian menyeberangi benua melalui Kutub Selatan dan keluar di Laut Ross. Kapal Shackleton, The Endurance, terjebak di lautan es sebelum mampu mendarat. Namun perjuangan tim eksepedisi ini untuk tetap hidup, merupakan kisah survival yang paling mengerikan sekaligus mengharukan untuk diceritakan.
Bagaimana tidak mengharukan ketika The Endurance terapung di lautan es selama beberapa bulan sampai akhirnya hancur dan memaksa Scott beserta timnya menyeberangi lautan es. Mereka terapung selama 164 hari, sampai akhirnya mencapai Pulau Gajah. Setiba di pulau, tim sadar bahwa satu-satunya harapan untuk meminta bantuan adalah dengan mencapai stasiun perburuan paus di Pulau Georgia Selatan, sekitar 1.287 kilometer ke arah timur dengan menyeberangi lautan yang maha luas.
Dengan peralatan navigasi sederhana Shackleton dan beberapa anggota tim meninggalkan tim ekspedisi dan menyeberangi lautan maha luas dengan menggunakan sekoci yang berasal dari The Endurance. Enam belas hari kemudian, dua hari setelah mereka kehabisan air bersih, Shackleton dan kawan-kawan mencapai Georgia Selatan. Dalam kondisi yang sudah lemah, mereka masih harus berjalan selama 36 jam menyusuri rute terjal di pegunungan yang tertutup salju.
Setelah berjuang dengan kondisi fisik lemah kehabisan tenaga, akhirnya mereka mencapai stasiun perburuan ikan paus. Shackleton kemudian kembali ke Pulau Gajah untuk menyelamatkan anggota tim lainnya. Seluruh anggota ekspedisi itu selamat dan mampu bertahan dari keganasan alam. Kutub Selatan memang daerah tak bertuan dengan suhu mencapai puluhan minus derajat di bawah NOL. Pantaslah kalau daerah ini disebut Kepulauan Hantu yang selalu diselimuti hamparan gugusan kepulauan es abadi sepanjang tahun di permukaan benuanya... yaitu Antartika.
Sumber : GeoWeek.
Read More..