Warga Seol Korea Selatan Kamis, 25/11 memberikan penghormatan kepada dua marinir yang tewas dalam serangan Korea Utara. Serangan artileri Korea Utara ke Pulau Yeon Pyeong Selasa lalu menewaskan dua marinir dan dua warga sipil Korea Selatan lainnya.
Sejumlah tentara meletakkan bunga di sebuah altar di rumah sakit militer Sungnam di Seoul untuk menghormati dua marinir yang tewas dalam serangan artileri Korea Utara di Pulau Yeon Pyeong. Upacara penghormatan tersebut juga disaksikan oleh orang tua kedua marinir. Ibu salah seorang marinir, See Jung Woo, mengatakan ia sama sekali tidak menduga puteranya akan menjadi korban kebringasan militer Korea Utara.
Sang Ibu mendesak masyarakat internasional agar membantu menghentikan tindakan agresif Korea Utara agar tidak jatuh korban lagi. Marinir lainnya yang tewas akibat serangan artileri Korea Utara adalah Kopral Moon Gwang Wook. Serangan artileri Korea Utara di Pulau Yeon Pyeong sekitar 10 kilometer sebelah selatan perbatasan maritim kedua negara Selasa lalu juga menewaskan warga sipil.
Saat ini kapal induk Amerika Serikat USS George Washington telah tiba di Korea Selatan. Menurut sumber militer Amerika, kedatangan USS George Washington untuk mengikuti latihan militer gabungan dengan Korea Selatan, bukan untuk merespon serangan Korea Utara.
Sumber : Asia/South Korea - Altar.
Read More..Stasiun Ruang Angkasa Internasional akan kedatangan awak stasiun baru, paska pendaratan kapsul Soyuz di Kazakhstan yang membawa 3 awak stasiun lama yang telah selesai masa tugasnya ( 26/09 ). Ketiga astronot yang akan bertolak ke stasiun ruang angkasa ini, mengumumkan rencana keberangkatan mereka di Star City, Rusia. Astronot Alexandra Kaleri, Oleg Skipochka dan astronot NASA - Scott Joseph Kelly akan segera bertolak ke stasiun ruang angkasa.
Keberangkatan mereka merupakan misi pertama ruang angkasa Soyuz - TMA - M yang merupakan perkembangan dari kapsul Soyuz. Setelah meninggalkan Moskow, ketiga astronot masih akan menjalani serangkaian tes terakhir di Stasiun Baikonur di Kazakhstan, sebelum peluncuran tanggal 7 Oktober mendatang.
Sementara itu kapsul Soyuz yang membawa kosmonot Rusia - Alexander Skortsov dan Mikhael Korniyenko, serta astronot NASA - Tracy Caldwell Dyson, mendarat dengan selamat di Kazakhstan. Ketiga astronot yang telah selesai masa tugasnya selama hampir enam bulan di stasiun ruang angkasa internasional, disambut dengan upacara tradisional Kazakhstan saat tiba di bandara Karaganda.
Sumber : World/ Kazakhstan - Space Crew.
Read More..Dunia pendidikan Haiti berangsur pulih kembali menyusul dibukanya sejumlah sekolah di Ibukota Port Au Prince, sejak gempa dahsyat tiga bulan lalu. Kendati masih banyak sekolah yang belum siap menyelenggarakan aktivitas belajar mengajar, para siswa menyambut gembira dimulainya kegiatan belajar.
Dengan mengenakan seragam dan sepatu baru, para siswa sekolah terlihat penuh sukacita pergi ke sekolah untuk mengikuti belajar pada hari pertama, setelah lebih dari 3 bulan terpaksa diliburkan akibat gempa. Meski demikian ratusan sekolah belum siap menyelenggarakan aktivitas belajar mengajar karena masih banyak bagian gedung belum selesai diperbaiki.
Sebagian murid masih berbagi cerita seputar gempa yang juga merenggut keluarganya tanggal 12 Januari lalu sementara suasana haru juga masih menyelimuti hari pertama mereka bersekolah. Stephanie Raphael, salah seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya saat pemerintah Haiti mengumumkan dibukanya kegiatan belajar mengajar.
Pihak Kementerian Pendidikan mengakui seluruh aktivitas pendidikan masih belum pulih, namun kegiatan belajar harus tetap berjalan secara perlahan-lahan. Diperkirakan sekitar 400 bangunan sekolah hancur akibat gempa. Badan PBB Unicef berharap lebih dari 700 ribu murid sekolah dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar dalam dua bulan ke depan.
Sumber : Garit/Reuters/Quake School in Haiti.
Read More..Bila kita menggali harta karun boleh jadi akan menemukan harta yang terpendam selama puluhan tahun. Tapi apa jadinya bila kita membongkar peti mati yang berisi jenazah manusia yang telah terkubur selama 1 tahun, tentunya membuat ngeri bagi orang yang melihatnya. Tapi tidak demikian dengan adat kebiasaan masyarakat Suku Mangyans di Pulau Mindoro Philipina. Mereka tidak jijik melihat tulang belulang manusia yang masih menyisakan daging busuk berikut rambut yang masih menempel di tengkorak, sebab yang mereka bongkar adalah makam kerabat yang dicintainya.
Kendati pun tulang belulang telah hancur yang menyisakan serpihan daging busuk, pakaian yang melekat pada jenazah masih utuh. Inilah adalah bagian tradisi unik Suku Mangyans di Pulau Mindoro dalam melaksanakan sebuah upacara ritual yang disebut Kutkot. Dalam upacara adat ini warga menggali jasad orang yang dicintai dari dalam kubur dan mendandani jasad tersebut seperti layaknya mendandani manusia.
Peristiwa ini terjadi kepada keluarga Hulyong Antonio yang telah meninggal dunia setahun lalu dan dikuburkan di makam desa setempat. Enam orang anak Antonio beserta saudara-saudaranya dari Suku Mangyans menggali kuburannya. Tulang belulang Antonio kemudian dibersihkan dari tanah dan daging yang masih tersisa kemudian dipersatukan kembali layaknya merakit mainan anak-anak.
Proses ini merupakan bagian dari dari upacara ritual Suku Mangyans yang disebut Kutkot yang harus dilaksanakan oleh anak-anak Antonio atas permintaan Antonio sendiri sewaktu ia masih hidup. Ini semacam wasiat yang harus dilakukan anak keturunan Antonio. Tulang belulang Antonio yang telah dibersihkan kemudian disatukan lalu diberi pakaian dan perhiasan layaknya mengenakan perhiasan seorang manusia.
Teknik mengenakan pakaian pada tulang belulang manusia tersebut membutuhkan keahlian tersendiri yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa warga Suku Mangyans. Jasad Antonio yang telah didandani kemudian dibawa ke rumah keluarganya di Desa Bulalacao di Propinsi Mindoro dan disimpan di rumah itu selama satu tahun.
Upacara ritual Kutkot yang merupakan tradisi kuno Suku Mangyans kini semakin jarang dilaksanakan oleh masyarakat Mangyans sendiri mengingat saat ini arus modernisasi telah masuk desa-desa di Philiphina termasuk adanya jaringan internet, tv kabel, siaran televisi dan radio yang menjamah daerah ini sepanjang hari sehingga informasi dari dunia luar sangat mudah diakses oleh warga Suku Mangyans.
Sumber : Reuters dan Life
Read More..Upacara yang diikuti oleh petani dari desa Deket Agung sungguh merakyat. Bagaimana tidak merakyat kalau semua peserta upacara kali ini adalah petani dari desa setempat. Tempat upacara berada di waduk yang mengering di desa setempat. Areal waduk dalam musim hujan selalu penuh berisi air untuk irigasi kali ini mengering karena kemarau panjang yang melanda Jawa Timur.
Kegiatan upacara pagi hari diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh tiga orang petani. Peserta upacara kali ini tidak memakai seragam upacara. Pakaian yang dikenakan dalam upacara ini apa adanya, yaitu seragam kerja mereka di sawah. Ada yang memakai kaos oblong celana gombyor bertopi caping membawa sabit dan cangkul, ada juga yang memakai pakaian setengah resmi celana panjang warna gelap dengan kemeja batik lengan panjang.
Begitu lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Ratusan petani berbaris rapi sambil menyanyikan lagu kebangsaan negeri ini. Dengan memberi hormat kepada bendera Merah Putih mereka begitu khidmat melaksanakan upacara ini. Tangan diangkat di atas kepala sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Merah Putih yang pelan tapi pasti meluncur ke puncak tiang bendera yang siang itu begitu cerah udaranya..
Gagasan mengadakan upacara di areal waduk yang telah mengering ini sebagai bukti kecintaan para petani kepada pendiri republik ini. Petani dengan caranya sendiri ingin membuktikan bahwa mereka masih cinta tanah air. Kendatipun selama ini petani kesulitan memperoleh air di musim kemarau mereka tetap berharap kemerdekaan kali ini para petani bisa menikmati pupuk di saat musim tanam tiba. Air dan pupuk adalah dambaan petani di desa ini agar bisa menunjang kegiatan dalam bertani dan bisa diperoleh dengan mudah.
Suhandoyo mewakili petani yang hadir dalam upacara ini mengharapkan gagasan mengadakan upacara di areal waduk kering ini sebagai masukan kepada Pemda Lamongan bahwa selama ini para petani kesulitan mendapatkan air di saat musim kemarau."Waduk yang biasanya penuh dengan air melimpah dan digunakan petani untuk mengairi sawahnya, kini berubah menjadi ladang rumput liar yang telah mengering gersang", katanya.
Usai mengadakan upacara para petani bubar dan melanjutkan dengan kegiatan utama yaitu bertani di ladang dan sawah masing-masing. Sore hari kembali para petani mengadakan upacara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih.Suhaili petani lainnya mengatakan upacara kali ini sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dengan gigih untuk memperoleh kemerdekaan dari tangan penjajah.
Peringatan detik-detik proklamasi juga digelar tak kalah unik. Kali ini peringatan hari kemerdekaan digelar di Sail Bunaken Sulawesi Utara. Uniknya upacara ini berlangsung di bawah laut, diikuti ribuan penyelam dan telah memecahkan rekor dunia. David Sohouwat, rekan kerja sekantor sehat dengan reiki yang berprofesi sebagai kameraman bawah laut melaporkan bahwa segala persiapan telah dilakukan menyangkut persiapan fisik dan peralatan selam.
Dengan teratur ribuan penyelam mendekati titik lokasi upacara. Mereka tetap berada dalam formasi regu masing-masing. Teriknya matahari di lokasi penyelaman tidak menyurutkan wisatawan untuk menyaksikan momentum bersejarah peringatan upacara kemerdekaan bawah laut. Saat bendera hijau berkibar, satu persatu penyelam mulai masuk ke dalam air laut.
Di areal ini mereka melakukan upacara memperingati kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia yang dipimpin Wakasal Laksamana Madya Moeklas Sidiq. Di dalam jernihnya perairan Malalayang Menado ini, Merah Putih dikibarkan. Meski upacara diadakan di dasar air laut, semangat nasionalisme tetap dijunjung tinggi oleh peserta upacara. Upacara kali ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri yaitu Australia, Filipina dan India.
Begitu upacara selesai para penyelam belum bergegas naik ke atas. Tampaknya mereka masih ingin merasakan kebersamaan di antara para penyelam dan mengabadikan momentum langka ini. Setelah 45 menit berada dalam air laut, para penyelam ini kembali ke permukaan laut. Dengan diadakannya upacara bendera di dasar laut, kegiatan ini telah memecahkan rekor dunia sebagai peserta upacara terbanyak.
Guiness Book Of The World Rekor mencatat jumlah peserta sebanyak 2486 penyelam. Rekor baru ini lebih banyak 3 kali lipat dibanding rekor sebelumnya yang terjadi di Maladewa. Upacara bendera di dasar laut bukan sekedar hura-hura. Momentum Sail Bunaken ini harus dipandang dengan pendekatan pariwisata, budaya, ekonomi dan nasionalisme. Peringatan detik-detik proklamasi di dasar laut ini juga disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta Metro TV.
Sumber gambar : google images



