Upacara
sakral sepasang pengantin di Tanundra Australia terpaksa berhenti
sekitar dua menit setelah anak lelaki mereka yang berusia tiga tahun
memotong seremoni dan berteriak, "Aku harus buang air, ". Teriakan ini
membuat Hannah Linert, sang pengantin perempuan mengunggah video
tersebut ke Youtube. Dengan memamerkan aksi ini ke Youtube, maka orang
lain akan tahu bahwa dia menikah dengan Ben Lienert.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label pendeta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendeta. Tampilkan semua postingan
Rabu
Abu yang jatuh pada Rabu ( 18/2 ) silam tradisi Kristen merupakan awal
puasa 40 hari yang akan diakhiri dengan Paskah. Saat Rabu Abu, umat
pergi ke gereja dan pastor atau pendeta memberikan abu di dahi mereka.
Tanda abu berbentuk salib ini dimaksudkan sebagai pengingat bahwa
manusia berasal dari abu dan nantinya kembali menjadi abu.
Read More..
Momen
pernikahan pada diri setiap pasangan akan memberikan arti tersendiri
bagi pasangan tersebut jika hari pernikahan berlangsung sukses, tamu
berdatangan sambil mengucapkan selamat atas pernikahan dan tentu
mendoakan agar perkawinannya langgeng sampai ajal menjemput salah satu
pasangannya. Bagaimana pun momen indah dalam perkawinan pantas diingat
bagi pasangan yang telah menyiapkan pesta pernikahannya sejak jauh hari.
Karena itu segala persiapan pernikahan yang menguras energi tentu akan
berdampak pada kelelahan mental pasangan sehabis pesta pernikahan
dilangsungkan.
Kini
saatnya pasangan rileks sejenak dan meninggalkan semua keluarga untuk
menyepi dan menikmati bulan madu yang tidak boleh diganggu siapa pun
termasuk orang tua pengantin. Ada kalanya ada pasangan pengantin yang
melangsungkan pesta pernikahan ala kadarnya dan tidak mewah dalam
merayakannya. Karena itu pasangan pengantin yang hidup sederhana,
Georgina Porteous ( 36 ) dan Sid Ines ( 39 ) asal Inverness Inggris
tidak malu mengatakan kepada The Daily Mirror ( 4/9 ), berapa harga gaun
pengantin yang dikenakan Porteos.

Nikah
masal tampaknya masih menjadi tren masyarakat modern saat ini. Selain
rame-rame merayakan pesta pernikahan bersamaan, pasangan yang
melangsungkan nikah massal mempunyai kenangan khusus, karena banyak
pasangan lain yang juga ikut mengantri untuk dinikahkan. Lebih asyik
menikah rame-rame tetapi menikmati bulan madu sebagai pengantin baru
secara pribadi dan orang lain tidak boleh tahu apalagi mengganggu.
Kalau
krisis kelangkaan bahan bakar solar saja bisa membuat antrian panjang
sopir angkutan umum untuk bisa mengisi solar, maka nikah massal
setidaknya bisa mengurangi antrian panjang calon mempelai untuk
dinikahkan oleh penghulu/pendeta yang memimpin jalannya upacara
pernikahan. Karena jumlah peminat nikah meningkat drastis bukan tidak
mungkin para pendeta kewalahan menikahkan pasangan itu.
