Nikah
masal tampaknya masih menjadi tren masyarakat modern saat ini. Selain
rame-rame merayakan pesta pernikahan bersamaan, pasangan yang
melangsungkan nikah massal mempunyai kenangan khusus, karena banyak
pasangan lain yang juga ikut mengantri untuk dinikahkan. Lebih asyik
menikah rame-rame tetapi menikmati bulan madu sebagai pengantin baru
secara pribadi dan orang lain tidak boleh tahu apalagi mengganggu.
Kalau
krisis kelangkaan bahan bakar solar saja bisa membuat antrian panjang
sopir angkutan umum untuk bisa mengisi solar, maka nikah massal
setidaknya bisa mengurangi antrian panjang calon mempelai untuk
dinikahkan oleh penghulu/pendeta yang memimpin jalannya upacara
pernikahan. Karena jumlah peminat nikah meningkat drastis bukan tidak
mungkin para pendeta kewalahan menikahkan pasangan itu.
