ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label pengarah acara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengarah acara. Tampilkan semua postingan

VERTIGO MENYERANG MAS PENYIAR BERITA TELEVISI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 31 Mei 2011 1 komentar

Pernahkah Anda merasa pusing, berkeringat dingin, kemudian dunia terasa berputar disertai rasa mual, bahkan muntah? Jika hal itu terjadi, kemungkinan besar Anda mengalami vertigo. Atau anda pernah merasakan kepala Anda berputar, atau ruangan tempat Anda berada seperti sedang berputar-putar, lalu Anda mual, dan mungkin sampai muntah, bisa jadi Anda sedang terserang gejala vertigo.



Penyakit vertigo bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali kepada sahabat sehat dengan kundalini reiki, seorang penyiar berita televisi yang merasakan bagaimana nyerinya plus pusing kepala hebat saat vertigo ini menyerang dirinya saat sedang tugas live membacakan berita televisi Minggu siang kemaren. Mas Ivan Chandra....penyiar berita tadi, begitulah biasa kita saling menyapa di studio tatkala sedang mempersiapkan naskah berita untuk dibacakan kepada pemirsa televisi di rumah, tidak merasakan gejala apa-apa saat berjalan menuju Studio 6 tempat siaran berita akan dipancarkan.



Begitu pula saat istirahat di ruang tunggu penyiar sambil dimake-up sebelum masuk studio berita, beliau tidak merasakan gejala aneh pada dirinya. Bercanda sesama penyiar berita dan sesekali mengoreksi dan memberi tanda garis miring pada naskah berita pun dilakukan dengan santai. Pokoknya Minggu siang kemaren dia sehat-sehat saja saat berdinas membacakan berita siang.



Ketika siaran berita siang dimulai tepat pukul 11 siang, satu persatu naskah berita dibacakan bergantian dengan rekan penyiar wanita yang duduk di sampingnya. Visual berita dalam kaset satu per satu sehat dengan kundalini reiki play-back kan dari vtr 3-vtr-2 dan mini divi pada vtr-4. Suasana tampak santai, bahkan kedua penyiar ini saling menyimak aba-aba Mas Pengarah Acara dari ruang kontrol kendali siaran studio 6.



Siaran berita pun berjalan mulus hingga menit ke-30. Selepas menit ke-30 dan seterusnya mulai terjadi sesuatu yang menggelisahkan Mas Penyiar ini. Tampaknya mulai menit ini lah penyakit vertigo Mas Penyiar mulai datang tiba-tiba tanpa diundang. Hal ini ditandai dengan gelisahnya Mas Penyiar saat membacakan berita yang tidak seperti biasanya...tenang...kalem dan senyum agar penampilan camera face terlihat oleh pemirsa di rumah. Entah kenapa di menit-menit ini wajah terlihat pucat ketika tertangkap kamera studio dalam posisi Close Up.



Kegelisahan semakin menjadi-jadi menjelang menit ke-40. Apa boleh buat ketika materi berita saya playback kan dari mini divi vtr 4 Mas Penyiar menyerah. Sambil berdiri dia melepaskan clip-0n mikrophone mini yang melekat di jasnya dan melepas pula ear phone yang melekat di lobang kupingnya seraya memohon untuk mundur dari membacakan berita karena rasa pusing hebat yang sedang menyerangnya.


Floor Director dan Juru Kamera mengarahkan penyiar membaca naskah berita. Teleprompter alat baca pengantar naskah berita diletakkan di bawah lensa kamera yang sedang ON (lampu nyala merah) yang berarti sedang dilihat penonton di rumah.


Dalam keadaan lunglai dan barangkali pandangan Mas Penyiar ini terhadap lampu-lampu studio, kamera, dinding studio yang berputar hebat seolah-oleh hendak menimpanya, maka Mas Penyiar pun undur diri dan segera berlari out frame dari jangkauan ke-3 kamera yang sedang tidak menyorotnya. Dibantu oleh asisten Pengarah Acara di floor studio dia dipapah menuju tempat duduk di belakang kamera. Mas Penyiar tidak berani rebahan mengingat pengalaman selama ini bila vertigo tengah menyerang maka pandangan matanya akan berputar kencang mengitari kepalanya. Pokoknya pusing hebat yang dia rasakan saat itu.



Melihat kondisi darurat yang tidak lazim terjadi di hari libur Minggu, akhirnya sisa materi berita yang belum di playback-kan dibacakan oleh Mbak Penyiar sendirian. Tentunya pemirsa televisi yang tengah menyaksikan di rumah bertanya-tanya ada apa kok penyiar berita tinggal satu? Pemirsa tentu tidak pernah tahu bahwa penyakit vertigo yang sedang menyerang Mas Penyiar sebenarnya sudah lama diidapnya.



Keluhan pusing kepala hebat memang sudah sering dilontarkan kepada rekan-rekan di bagian pemberitaan dan mereka pun telah memakluminya. Kalau kejadian ini sedang recording tentu dapat diulang alias retake. Tetapi kalau sedang live alias siaran langsung tentu tidak dapat di-cut alias dipotong begitu saja siarannya. Sangat berbahaya pula apabila penderita vertigo sedang berkendara di jalan lalu penyakit ini datang tiba-tiba.



Mas Rizal ....sang Pengarah Berita yang memimpin jalannya siaran langsung berita siang kemaren memang cepat tanggap dan segera mengambil keputusan agar Mas Penyiar keluar frame kamera daripada nanti jatuh lunglai duduk di bangku penyiar dan wajahnya tersorot kamera. Tentu saja kita semua yang ada di ruang kontrol gambar di studio 6 tetap melanjutkan tugas hingga materi berita seluruhnya selesai dibacakan dan disiarkan ke rumah.



Kejadian di hari Minggu kemaren tampaknya menyadarkan kepada kita semua bahwa penyakit apa pun jenisnya bila sedang kumat akan membawa kepanikan bagi penderitanya. Lalu langkah apa yang perlu kita waspadai bila menghadapi hal demikian? Kiranya kiat sehat saja perlu kita terapkan dalam pola hidup ini, apakah lewat medis kedokteran, terapi holistik atau gabungan kedua-duanya. Ada banyak pilihan untuk menuju sehat dalam hidup ini.



Menurut situs hati beriman Salatiga, mengulas secara singkat apa itu vertigo dalam blognya. Secara medis gejala vertigo merupakan sakit kepala di mana pasien merasa berputar-putar atau ruangan seperti berputar-putar. Gejala vertigo ini berbeda dari gejala sakit kepala biasa dan migren.



Vertigo adalah perasaan bergerak atau berputar sementara orang tersebut sebenarnya sedang diam. Perasaan berputar yang terjadi ada 2 macam, yaitu orang tersebut yang merasakan dirinya berputar atau lingkungan di sekitarnya yang berputar mengelilinginya. Kadang, keluhan tersebut juga disertai oleh rasa mual sampai ingin muntah.



Vertigo adalah bentuk gangguan orientasi dimana perasaan dirinya berputar, rasa oleng, tidak stabil atau ruangan sekitarnya bergerak terhadap dirinya karena gangguan pada sistem keseimbangan. Keluhan vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktik dokter umum. Bahkan, pada orang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50 persen.



Sistem keseimbangan itu terdiri dari beberapa organ tubuh manusia yaitu telinga, mata, dan batang otak dimana ketiganya saling berhubungan supaya keseimbangan tubuh terjaga. Faktor penyebab vertigo antara lain Sistemik, Neurologik, Ophtamologik, Otolaringologi, Psikogenik yang dapat disingkat SNOP.

Read More..

INTERAKTIF BERITA MALAM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 07 Juli 2009 2 komentar




Selasa malam ini sehat dengan reiki stand by di kantor melayani interaktip berita malam jelang pemilu presiden 2009. Duration berita malam lebih banyak didominasi interaktip dengan studio televisi daerah dimana masing-masing studio ini menyiarkan kegiatan jelang pemilu di daerah masing-masing. Lantas apa yang harus saya lakukan malam ini?

Seperti biasa menjelang maghrib tiba sehat berkat reiki sudah sampai di studio. Selepas ibadah sholat maghrib kerabat kerja yang terlibat berita malam sudah standby di sub kontrol berita studio 6. Terlihat Mbak Redaktur yang bertugas malam ini mengontak petugas studio televisi daerah dan meminta untuk mempersiapkan live interaktif lewat jaringan satelit.

Setelah masing-masing studio daerah dikontak yang dimulai dari studio televisi Surabaya, Bandung, Palangkaraya, Makassar dan Banda Aceh maka persiapan akhir tinggal menunggu detik-detik on air berita malam pukul 19.00. Tak kalah sibuknya kami yang ada di sub kontrol mempersiapkan diri sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Petugas audio man, pemadu gambar, chaption generator, telepon interaktif yang dipegang Mbak Redaktur dan sehat bersama reiki telah menempati posisi masing-masing dengan peralatan siaran yang menjadi tanggung jawabnya. Semua dibawah komando Mas Pengarah Acara Berita. Sesekali Mas Pengarah Acara melalui alat komunikasi berbicara kepada Mbak dan Mas Penyiar lewat komunikasi ear phone yang menempel di kuping 2 orang penyiar ini. Dengan alat inilah semua perintah pengarah acara dapat didengar termasuk perintah agar penyiar selalu senyum manis saat menyapa penonton televisi di rumah.

Di floor studio ada Mas Floor Director dan 2 orang penyiar berita sudah siap membawakan berita malam. Tiga orang Mas kameramen yang bertugas sudah mempersiapkan gambar 2 orang penyiar berita ini dalam format Long Shot-Medium dan Close Up.Gambar 2 orang penyiar ini sudah terpampang di layar monitor di depan kerabat kerja berita malam. Sementara studio berita Bandung juga sudah siap dengan penyiar yang duduk di box siaran tinggal menunggu dipanggil dari Jakarta.

Sementara naskah berita malam saya terima saya persiapkan materi kaset berita di VTR 3 dan VTR 2 sebagai VTR cadangan dikosongkan untuk menunggu materi berita susulan yang bahan beritanya masih diedit oleh Mas Editor. Mas Switcher si Pemadu Gambar pun sudah memformat ukuran gambar penyiar televisi daerah dengan penyiar televisi Jakarta dalam format gambar Long Shot sementara monitor plasma di belakang penyiar sudah diset background berita malam yang bahannya diambil dari file komputer di chargen.

Tune berita malam pun sudah saya set di VTR 3 dan gambar pun sudah diterima di ruang pengendali siaran. Di ruang Master Control pun juga tak kalah sibuknya.Mas dan Mbak operator menyiapkan jaringan audio video via satelit dengan masing-masing studio televisi daerah tadi. Gambar penyiar berita studio televisi daerah juga sudah terpampang di monitor MK dan tinggal menunggu di switch oleh Mas Pemadu Gambar.

Detik-detik menjelang pukul 7 malam tinggal 2 menit. Satu persatu chaption judul berita dan deskripsinya sudah diketik rapi dan tinggal dipanggil/dienter dari key board komputer. Begitu hitung mundur dari 30-29-28-27......5-4-3-2-1-0 detik berjalan, tepat di detik 2 saya play gambar tune berita malam dan gambar ini sudah diterima di rumah penonton dan studio. Siaran berita pun mulai dan kami semua yang ada di ruang kendali siaran berita malam sudah On Air.

Satu persatu materi berita disiarkan dan interaktip penyiar berita di studio Jakarta dengan studio televisi daerah berlangsung dengan lancar berkat komunikasi telepon antara operator telepon studio 6 dengan pengarah acara berita di ruang siaran berita studio daerah. Jaringan satelit yang memungkinkan terselenggaranya interaktip studio ke studio seakan mendekatkan kita yang ada di Jakarta dengan yang di daerah layaknya berhadapan muka.

Setelah penyiar studio Surabaya membawakan materi berita jelang pemilu diikuti studio Bandung,Palangkaraya,Makassar dan Banda Aceh dan rangkuman berita dari daerah lain disiarkan berturut-turut sesuai rundown yang memakan waktu 1 jam, Mas Pengarah Acara tak lupa mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang telah bertugas membantu kelancaran berita malam ini. Pengarah Acara adalah pimpinan yang mengarahkan jalannya acara televisi dari ruang kendali siaran berita ke penyiar di floor studio dengan kerabat kerja berita yang duduk di kanan kirinya.

Suatu acara televisi bisa berjalan dengan lancar apabila ada koordinasi yang tepat antara pengarah acara dengan asisten pengarah acara berita yang berdiri mendampingi kameramen di floor studio. Tugas asisten pengarah acara adalah mengarahkan penyiar yang sedang membaca berita agar pandangan matanya mengarah ke kamera yang sedang on air sehingga gambarnya menatap penonton televisi di rumah masing-masing.

Kerabat kerja lain dari kolega sehat bersama reiki adalah petugas teleprompter yang mengetik head line berita dan menayangkan tulisan ini di monitor yang diletakkan di bawah lensa kamera yang sedang on air. Karena itu bila kita melihat penyiar televisi membaca head line berita dan pandangan matanya menatap penonton televisi di rumah sebenarnya dia sedang membaca teks headline berita di monitor teleprompter. Akhir dari headline berita adalah tulisan VTR start atau Betacam Start di naskah berita sebagai tanda/cue bagi petugas vtr untuk mulai start memplayback materi berita.

Sumber gambar: www.digitalbroadcast

Gambar kiri atas ruang master kontrol/kanan atas sub kontrol studio berita/kiri bawah floor studio tempat penyiar dan juru kamera bekerja.





Read More..

LIVE AND RECORDING

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 24 Mei 2009 9 komentar


Judul di atas menggambarkan bagaimana sebuah acara televisi disiarkan dan direkam. Dalam kerabat kerja produksi sehat dengan reiki selalu mencantumkan kredit titel sebagai VTR, yang artinya kerabat kerja produksi yang melakukan perekaman gambar dan suara acara televisi. Bersama kerabat kerja baik teknik dan produksi bertugas menyiarkan acara televisi yang dibuat secara live atau recording dan editing.

Tak disangka ketika masih duduk dibangku sekolah dulu ketika menyaksikan acara siaran televisi selalu terbayang apa sih yang ada di dalam studio televisi? Yang jelas studio televisi berdiri di atas lahan luas terdiri dari studio siaran mencakup di dalamnya peralatan teknik untuk kelancaran tugas membuat dan menyiarkan acara televisi. Di samping peralatan teknik menunjang pula bagian Tata Usaha yang bertugas melayani administrasi siaran baik di dalam studio atau ketika melakukan liputan ke lapangan.

Sehat dengan reiki pun diterima sebagai bagian keluarga besar Lembaga Penyiaran Televisi dan dalam perjalanan tugas sejak mengikuti Training Center dibawah Instruktur Jerman dan Indonesia memulai aktivitas sebagai Penyunting Film/Editor Film. Ketika belajar teori editing film diperkenalkan pula jaringan kerja produksi dan teknik siaran televisi. Di dalamnya juga diajarkan Manajemen Produksi Siaran Televisi juga Teknik Rekaman Film di lapangan dan Teknik Pencucian Film di Laboratorium Film. Masih ada juga pelajaran tambahan bagaimana melakukan rekaman suara film sekaligus mixing dan dubbing suara film 16 mm.

Sebagai Penyunting Film pun diikutkan ke lapangan sebagai Script Writer yang bertugas mencatat semua kegiatan pencatatan adegan film mencakup di dalamnya screen direction,continuity bahkan juga harus mampu mengoperasikan peralatan Nagra yang berfungsi merekam suara di pita 1/4 inch dan mengoperasikan kamera film 16 mm. Setiap kali melakukan liputan ke daerah pedalaman terpencil semua crew yang terlibat harus bekerja all round dan tidak risih memanggul tripod kamera bahkan menenteng hand lamp.

Semua dilakukan tanpa memandang gender. Sekali menerima penugasan tak ada alasan tidak mau berangkat dan setiap saat bisa ditelepon kantor jika ada acara mendadak yang ingin diliput. Memang suka duka dalam bekerja di media televisi sedikit terobati bila bisa datang ke daerah yang belum kita jamah datangi sebelumnya. Ibarat pepatah sambil berenang minum air, sambil jalan-jalan ke daerah mendapatkan pengalaman bhatin yang mungkin terjadi hanya sekali dalam hidup ini dan tentunya mendapatkan uang kenakalan...eh bukan ding...maksud saya uang saku perjalanan dan dijamu oleh tuan rumah tempat kita melakukan liputan.

Acara televisi yang sedang kita liput dan didokumentasikan disebut recording/direkam dalam format pita video atau pita seluloid film 16 mm. Hasil recording ini dicatat dalam Log Book sebagai Bahan Editing. Kegiatan recording bisa diambil jumping shoot dan melompat-lompat scene adegannya dan jarang diambil berurutan. Semua dicatat dalam shooting script mencakup duratian setiap adegan, day/night, nomer reel film, pita suara dan continuity atau non continuity antara scene satu dengan scene berikutnya. Barulah semua catatan lapangan ini nantinya dijadikan panduan ketika menyunting gambar di Editing Film.

Sekarang recording pun dilakukan dengan pita video mencakup analog, digital format video VHS, Betamax SP/SX, Mini Divi dan Dividi Pro. Semua pita rekaman video ini dalam format digital dan didalamnya ada time code yang menyertai setiap pergerakan gambar yang direkam.Dalam recording ini bisanya adegan diulang-ulang/retake sampai 3 atau 4 bahkan 7 kali ulangan sampai didapatkan shoot yang paling baik (good). Kecuali dalam acara kenegaraan yang bersifat seremonial rekaman berjalan terus tanpa di cut-cut mengikuti jalannya acara.

Beralih ke acara Live yang berarti saat itu juga disiarkan ke pemirsa di rumah. Misalkan acara Siaran Warta Berita yang sudah diformat waktu siarannya maka sifat siarannya live dan detik itu juga dipancarkan ke rumah-rumah. Persiapan siaran langsung ini sangat intensif dan tidak boleh ada kesalahan. Justru karena bersifat live maka harus serba hati-hati. Pengalaman sehat dengan reiki melayani siaran berita atau siaran musik persiapan hanya saat general rehearsel saja. Untuk siaran berita tidak ada latihan. Paling-paling melakukan check and recheck peralatan yang terhubung antara vtr 1-2-3-4 dengan mixer audio dan video di meja kontrol tempat duduk Pengarah Acara dan Pemadu Gambar.

Jalur siaran studio berita ini terhubung ke Ruangan Master Control lalu ke Pemancar dan Satelit juga ke Studio Televisi Daerah. Di dalam studio berita sendiri dipantau oleh Pengendali Siaran yang bertugas mengatur lalu lintas siaran yang bersifat live baik antar studio dengan OB Van di lapangan. Out Side Broadcasting Van merupakan unit mobil siaran luar televisi berisi peralatan teknik yang terhubung dengan Satelit News Ghatering atau Micro Wave.

"Waktu Anda untuk siaran berita tinggal 15 menit lagi mengudara", begitu panggilan petugas Pengendali Siaran ke Studio Berita melalui radio komunikasi. "OB Van Ancol Anda saya persilakan mengudara tepat pukul 21.40 menit sehabis acara berita malam ini," pinta Asisten Pengarah Lapangan yang berada di ruang Pengendali Siaran kepada kerabat kerja musik Nostalgia yang saat ini sedang bersiap-siap menyiarkan langsung acara dari Kawasan Ancol dengan mobil siaran luar televisi.

Mendengar denting waktu mundur menjelang siaran berita tinggal 10 menit lagi segera sehat bersama reiki dan petugas lainnya yang ada di studio siaran berita bersiap-siap ON AIR-yang dalam bahasa kerennya "mengudara". Saya set gambar Tune Berita Dalam Dunia di VTR 3, lalu petugas Pemadu Gambar memencet VTR 3 ini agar gambarnya dikirim ke monitor Pengendali Siaran. Tinggal menunggu detik-detik mengudara. Begitu tune pergantian acara muncul dengan hitungan mundur 10-9-8-7-6....3-2-1 ke ruang studio berita maka pada hitungan ke dua ini saya play kaset materi berita dan kamera switch ke Penyiar 1 sementara penyiar 2 standby ketika gambar tune berita berakhir.

Di studio Mbak dan Mas Penyiar bergantian membacakan materi berita dan setiap kali satu materi selesai di playback, gambar di switch ke penyiar, materi berikutnya saya pencet cepat ke materi berikutnya dengan tombol jog di VTR saya. Agar gambar dapat terbaca saat di percepat saya set di PB sehingga dapat dilihat gerak gambarnya. Kerja team work begini yang dibutuhkan adalah ketelitian sekaligus ketenangan di bawah komando Pengarah Acara.

Read More..

REKAMAN GAMBAR SEKALIGUS EDITING

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 15 Desember 2008 0 komentar

Rekaman sebuah acara televisi bisa dilakukan dengan cara jumping shot/scene ataupun urut berdasarkan shooting sript. Dalam rekaman gambar model jumping shot yang perlu diperhatikan adalah akhir sebuah shot/scene posisi frame size gambar harus dicatat apakah LS, MS atau Cup. Kemudian awal shot/scene berikutnya juga ditandai apakah size gambar LS, MS atau Close Up.

Sedangkan rekaman gambar model urut linear dimungkinkan apabila dalam sebuah rekaman gambar dipergunakan triple atau empat bahkan lima kamera sekaligus yang bersama-sama dalam waktu bersamaan menyorot objek di mana antara kamera satu dengan lainnya format gambar (size) berbeda ukurannya. Beda ukuran gambar yang diambil juru kamera karena perintah Pengarah Acara ( Sutradara) dan melalui Pemadu Gambar kelima gambar yang tampil di monitor lalu di padukan menjadi satu gambar sebagai gambar yang on air (bila siaran langsung) atau recording (bila rekaman).

Model rekaman jumping shot biasanya dilakukan dengan single camera baik kamera film yang tanpa layar monitor atau kamera video (camcoder) yang memakai layar monitor sehingga seorang kameraman/girl tidak perlu menutup satu matanya dalam merekam gambar. Beda dengan kamera film yang tanpa layar monitor, semua format gambar yang direkam hanya diketahui juru kamera atas perintah Sutradara yang memerintahkan sebuah shot harus direkam dalam format tertentu apakah Close Up, LS atau MS.

Dengan mencatat sedetail mungkin format gambar dalam shooting script oleh Pencatat Adegan diharapkan pada saat editing nantinya tidak mengalami kesulitan dalam menyambung gambar yang dilakukan Editor Film/Video sehingga alur gambar akan mengalir dengan lancar seiiring dengan alur cerita film itu sendiri. Akan lebih baik rekaman gambar model jumping shot diperlukan story board tentang detail shot, lokasi, property dan ketika rekaman gambar belum dimulai Pengarah Acara sudah membuat bloking shot dilokasi shooting. Dengan menggambar story board ini ide yang ada dalam benak Sutradara/Pengarah Acara mudah divisualisasikan sehingga juru kamera mudah menterjemahkan script tulisan menjadi bahasa gambar.

Akan halnya rekaman gambar dengan multy camera di studio televisi, format gambar yang dihasilkan sudah merupakan pilihan akhir Pemadu Gambar atas perintah Sutradara/Pengarah Acara. Sebagai antisipasi diperlukan stok shot gambar dalam berbagai ukuran sehingga mudah bagi seorang editor video/film ketika sedang menyunting film nanti tidak akan mengalami kesulitan dalam menyambung gambar hanya karena miskinnya stok shot gambar karena pengambilan gambar yang jumping.

Rekaman gambar di studio dan merupakan paket jadi tanpa editing yang perlu diperhatikan adalah time code yang mengiringi gerakan gambar dalam posisi TC (time code) berupa gerakan angka-angka dalam posisi jam-menit-detik-frame. Sebelum rekaman dimulai seorang VTR man/girl harus membuat/merekam leader di awal pita kurang lebih sekitar 2 menit dengan back ground colour bar (lapisan gambar berbagai warna) dan input audio tune frekwensi 1 KHz.

Di dalam alat VTR Digital posisikan Time Code di Preset lalu masukkan pita kaset ke dalam VTR ini dan buat leader sepanjang 2 menit lebih beberapa detik. Untuk merekam colour bar ini tekan Hold lalu Reset. Tunggu beberapa detik lalu tekan Set diikuti Play dan Record sekaligus sehingga pita mulai merekam colour bar yang dimulai dari hitungan 00.00.00.01. Seiring bergeraknya detik berubah pula tulisan time code ini sehingga menjadi 00.02.10.00 (ini sekedar contoh saja) lalu pencet tombol Stop.

Cek hasil rekaman Leader ini apakah tune audio dan gambar colour bar terekam, lihat level audionya dan input video. Bila OK segera pindahkan tombol Preset kembali ke posisi Regend. Untuk merekam gambar segera pencet tombol Assemble. Jangan memencet tombol Insert karena kita akan merekam gambar dalam format siap jadi tanpa editing. Untuk black level, video gain, croma key ubah tombol ke posisi ke Preset dan kunci tombol Manual.

Pada saat kita memencet tombol Assemble tanda auto edit akan berkedip-kedip kuning dan segera set time code ke posisi 00.02.00.00 dengan memutar tombol Jodge sehingga posisi time code menunjukkan angka 00.02.00.00 lalu tekan tombol entry in bersamaan lalu pencet tombol Pree Roll sehingga pita dengan otomatis akan merewind ke posisi 00.01.55.00, tunggu aba-aba untuk merekam gambar berikutnya.

Setelah studio siap kita mulai rekaman gambar. Pengarah Acara menghitung count down mundur dari 10-9-8-7...s/d...3-2-1 dan pita start yang berarti kita mulai memencet tombol Auto Edit warna merah darah dan time code bergerak dari 00.01.55.00 ke 00.02.00.00 dan rekaman gambar dimulai. Apabila dalam rekaman gambar ini berjalan mulus tanpa retake dan pengisi acara ingin istirahat sebentar karena haus/capai rekaman gambar bisa dihentikan. Jangan lupa untuk mengecek hasil rekaman gambar yang baru dishoot.

Apabila hasil pengecekan OK dalam arti video dan audio terekam, segera tandai entry in (set in) baru dengan memencet tombol ini bersamaan, misal di menit ke 00.08.45.16 kita beri entry in baru yang berarti pada saat merekam gambar berikutnya hasil rekaman akan mulai bekerja di menit 00.08.45.16. Apabila kita lengah tidak segera memencet tombol entry in baru ( set dan in) lalu kita memencet tombol auto edit maka pita akan merewind ke posisi entry in awal di menit 00.02.00.00 dan akibatnya hasil rekaman yang baru saja direkam akan kehapus.

Ini berakibat fatal kawan, kenapa? ya karena kita kurang hati-hati dalam membaca time code dan tidak mengunci tombol cue in di akhir sebuah gambar yang telah direkam. Karena sebagai VTR man/girl perlu ketelitian dan paham sistem kerja dari alat VTR. Jangan tinggalkan VTR ini. Apabila ada pihak yang sengaja memencet tombol auto edit maka akan terhapuslah gambar yang telah direkam itu. Kalau begitu akan sia-sialah pekerjaan kita dan tumpuan kesalahan tentu saja akan ditimpakan kepada VTR man/girl.

Ini pernah terjadi ketika pengambilan gambar dalam sinetron Sengsara Membawa Nikmat di lokasi Ambarawa Jawa Tengah yang mengambil adegan kereta api uap kuno di mana ada adegan pemain berbincang dengan pemain lainnya di dalam kereta. Begitu break shooting dan kembali ke hotel, Pengarah Acara ingin mengecek adegan yang baru saja dishot. Betapa terkejutnya sang VTR man dan seluruh crew dan pemain yang terlibat menyaksikan rekaman gambar di dalam kereta api ternyata kosong ( blank) tidak ada gambar.

Nah, tebak saja akibatnya, "Dasar goblok, mengecewakan!", begitu sumpah serapah crew lainnya kepada sang VTR man ini. Kalau sudah begini seorang VTR man/girl yang tidak kuat iman dan mentalnya pasti akan minta pensiun dini dari pekerjaan sebagai VTR man/girl. Oh apes... pelajaran dari Ambarawa itu sampai sekarang masih menyimpan misteri. Apakah kesalahan ada pada maintenance nya ketika menginstal alat VTR, ataukah VTR man nya yang tidak melakukan check and recheck dengan teliti. Benar-benar Sengsara Membawa Nikmat.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.