Judul di atas menggambarkan bagaimana sebuah acara televisi disiarkan dan direkam. Dalam kerabat kerja produksi sehat dengan reiki selalu mencantumkan kredit titel sebagai VTR, yang artinya kerabat kerja produksi yang melakukan perekaman gambar dan suara acara televisi. Bersama kerabat kerja baik teknik dan produksi bertugas menyiarkan acara televisi yang dibuat secara live atau recording dan editing.
Tak disangka ketika masih duduk dibangku sekolah dulu ketika menyaksikan acara siaran televisi selalu terbayang apa sih yang ada di dalam studio televisi? Yang jelas studio televisi berdiri di atas lahan luas terdiri dari studio siaran mencakup di dalamnya peralatan teknik untuk kelancaran tugas membuat dan menyiarkan acara televisi. Di samping peralatan teknik menunjang pula bagian Tata Usaha yang bertugas melayani administrasi siaran baik di dalam studio atau ketika melakukan liputan ke lapangan.
Sehat dengan reiki pun diterima sebagai bagian keluarga besar Lembaga Penyiaran Televisi dan dalam perjalanan tugas sejak mengikuti Training Center dibawah Instruktur Jerman dan Indonesia memulai aktivitas sebagai Penyunting Film/Editor Film. Ketika belajar teori editing film diperkenalkan pula jaringan kerja produksi dan teknik siaran televisi. Di dalamnya juga diajarkan Manajemen Produksi Siaran Televisi juga Teknik Rekaman Film di lapangan dan Teknik Pencucian Film di Laboratorium Film. Masih ada juga pelajaran tambahan bagaimana melakukan rekaman suara film sekaligus mixing dan dubbing suara film 16 mm.
Sebagai Penyunting Film pun diikutkan ke lapangan sebagai Script Writer yang bertugas mencatat semua kegiatan pencatatan adegan film mencakup di dalamnya screen direction,continuity bahkan juga harus mampu mengoperasikan peralatan Nagra yang berfungsi merekam suara di pita 1/4 inch dan mengoperasikan kamera film 16 mm. Setiap kali melakukan liputan ke daerah pedalaman terpencil semua crew yang terlibat harus bekerja all round dan tidak risih memanggul tripod kamera bahkan menenteng hand lamp.
Semua dilakukan tanpa memandang gender. Sekali menerima penugasan tak ada alasan tidak mau berangkat dan setiap saat bisa ditelepon kantor jika ada acara mendadak yang ingin diliput. Memang suka duka dalam bekerja di media televisi sedikit terobati bila bisa datang ke daerah yang belum kita jamah datangi sebelumnya. Ibarat pepatah sambil berenang minum air, sambil jalan-jalan ke daerah mendapatkan pengalaman bhatin yang mungkin terjadi hanya sekali dalam hidup ini dan tentunya mendapatkan uang kenakalan...eh bukan ding...maksud saya uang saku perjalanan dan dijamu oleh tuan rumah tempat kita melakukan liputan.
Acara televisi yang sedang kita liput dan didokumentasikan disebut recording/direkam dalam format pita video atau pita seluloid film 16 mm. Hasil recording ini dicatat dalam Log Book sebagai Bahan Editing. Kegiatan recording bisa diambil jumping shoot dan melompat-lompat scene adegannya dan jarang diambil berurutan. Semua dicatat dalam shooting script mencakup duratian setiap adegan, day/night, nomer reel film, pita suara dan continuity atau non continuity antara scene satu dengan scene berikutnya. Barulah semua catatan lapangan ini nantinya dijadikan panduan ketika menyunting gambar di Editing Film.
Sekarang recording pun dilakukan dengan pita video mencakup analog, digital format video VHS, Betamax SP/SX, Mini Divi dan Dividi Pro. Semua pita rekaman video ini dalam format digital dan didalamnya ada time code yang menyertai setiap pergerakan gambar yang direkam.Dalam recording ini bisanya adegan diulang-ulang/retake sampai 3 atau 4 bahkan 7 kali ulangan sampai didapatkan shoot yang paling baik (good). Kecuali dalam acara kenegaraan yang bersifat seremonial rekaman berjalan terus tanpa di cut-cut mengikuti jalannya acara.
Beralih ke acara Live yang berarti saat itu juga disiarkan ke pemirsa di rumah. Misalkan acara Siaran Warta Berita yang sudah diformat waktu siarannya maka sifat siarannya live dan detik itu juga dipancarkan ke rumah-rumah. Persiapan siaran langsung ini sangat intensif dan tidak boleh ada kesalahan. Justru karena bersifat live maka harus serba hati-hati. Pengalaman sehat dengan reiki melayani siaran berita atau siaran musik persiapan hanya saat general rehearsel saja. Untuk siaran berita tidak ada latihan. Paling-paling melakukan check and recheck peralatan yang terhubung antara vtr 1-2-3-4 dengan mixer audio dan video di meja kontrol tempat duduk Pengarah Acara dan Pemadu Gambar.
Jalur siaran studio berita ini terhubung ke Ruangan Master Control lalu ke Pemancar dan Satelit juga ke Studio Televisi Daerah. Di dalam studio berita sendiri dipantau oleh Pengendali Siaran yang bertugas mengatur lalu lintas siaran yang bersifat live baik antar studio dengan OB Van di lapangan. Out Side Broadcasting Van merupakan unit mobil siaran luar televisi berisi peralatan teknik yang terhubung dengan Satelit News Ghatering atau Micro Wave.
"Waktu Anda untuk siaran berita tinggal 15 menit lagi mengudara", begitu panggilan petugas Pengendali Siaran ke Studio Berita melalui radio komunikasi. "OB Van Ancol Anda saya persilakan mengudara tepat pukul 21.40 menit sehabis acara berita malam ini," pinta Asisten Pengarah Lapangan yang berada di ruang Pengendali Siaran kepada kerabat kerja musik Nostalgia yang saat ini sedang bersiap-siap menyiarkan langsung acara dari Kawasan Ancol dengan mobil siaran luar televisi.
Mendengar denting waktu mundur menjelang siaran berita tinggal 10 menit lagi segera sehat bersama reiki dan petugas lainnya yang ada di studio siaran berita bersiap-siap ON AIR-yang dalam bahasa kerennya "mengudara". Saya set gambar Tune Berita Dalam Dunia di VTR 3, lalu petugas Pemadu Gambar memencet VTR 3 ini agar gambarnya dikirim ke monitor Pengendali Siaran. Tinggal menunggu detik-detik mengudara. Begitu tune pergantian acara muncul dengan hitungan mundur 10-9-8-7-6....3-2-1 ke ruang studio berita maka pada hitungan ke dua ini saya play kaset materi berita dan kamera switch ke Penyiar 1 sementara penyiar 2 standby ketika gambar tune berita berakhir.
Di studio Mbak dan Mas Penyiar bergantian membacakan materi berita dan setiap kali satu materi selesai di playback, gambar di switch ke penyiar, materi berikutnya saya pencet cepat ke materi berikutnya dengan tombol jog di VTR saya. Agar gambar dapat terbaca saat di percepat saya set di PB sehingga dapat dilihat gerak gambarnya. Kerja team work begini yang dibutuhkan adalah ketelitian sekaligus ketenangan di bawah komando Pengarah Acara.


Seekor kera simpanse yang pernah menjadi bintang iklan televisi harus ditembak mati oleh polisi Connecticut Amerika Serikat saat menyerang dan melukai wanita. Demikian ringkasan isi berita dari Wi Garit yang sehat terima hari ini setelah kematian Simpanse diberitakan di televisi seminggu lalu.
Travis, demikian nama kera simpanse yang menjadi sang bintang iklan menemui ajalnya diterjang peluru panas polisi Connecticut Amerika serikat, setelah sebelumnya mengamuk dan menyerang seorang wanita yang hendak mendekati pemiliknya. Sang majikan, Sandra Herold terpaksa menikam binatang kesayangannya dengan parang untuk menolong temannya.
Melihat majikannya menikam dengan parang, simpanse ini tak mau melepaskan cengkraman dan terus mengamuk hingga polisi tiba. Travis semakin marah dan memecahkan jendela mobil polisi dan memaksa masuk ke dalam mobil. Melihat gelagat tak menyenangkan dan membahayakan jiwa wanita itu , polisi terpaksa menembaknya, sebelum simpanse itu berbuat kekacauan yang mengancam jiwa orang lain.
Kapten polisi Richard Conklin dari markas polisi Stamford mengkonfirmasikan wanita korban amukan simpanse menderita luka parah dan kini dalam kondisi kritis. Kapten Richard mengungkapkan sang pemilik mengaku telah memberi minuman teh yang dicampuri dengan xanax, sejenis obat penenang untuk mengatasi kecemasan dan rasa panik.
Travis sang simpanse berperilaku hampir seperti manusia selama 14 tahun dibesarkan di lingkungan keluarga Sandra Herold. Ia dapat membuka pintu mobil, minum dari gelas dan berperilaku lain seperti yang pernah diperankannya dalam iklan minuman ringan ternama di Televisi Amerika. Namun di tahun 2003 Travis juga pernah berurusan dengan polisi saat menyerang seorang pria.
Nah pertanyaannya sekarang, "Apakah Anda memelihara binatang kesayangan dan memperlakukan layaknya sebagai sahabat dalam suka dan duka namun sewaktu-waktu binatang ini ngambek, apa tindakan Anda menghadapi perilakunya itu?"
Sumber (1) : W1 Garit diterjemahkan dan disunting oleh sehat dengan reiki untuk sekolah internet.
|
|
VIVAnews - Seorang polisi di Amerika Serikat (AS) menembak mati seekor simpanse yang menyerang perempuan yang sedang bertamu ke rumah tuannya, Senin 16 Februari 2009. Polisi kota Stamford, negara bagian Connecticut, Kapten Richard Conklin mengatakan perempuan itu sekarang dirawat di Rumah Sakit Stamford dengan kondisi terluka parah.
"Dia kehilangan banyak darah dari luka di wajahnya," kata Conklin. Pemilik simpanse berusia 15 tahun itu, Sandra Herold, dan dua polisi juga terluka.
Kepolisian Stamford belum mengetahui penyebab serangan simpanse bernama Travis itu. Menurut Conklin, Herold sempat menahan simpanse berbobot 100 kilogram itu lalu lari ke dalam rumahnya dan menghubungi layanan darurat 911.
"Herold mengambil pisau daging dan menusuk piaraannya berkali-kali untuk menyelamatkan temannya," kata Conklin.
Ketika polisi tiba, Travis kabur dan menyerang perabot Herold. Polisi menjaga supaya tenaga medis bisa memindahkan korban.
Simpanse itu lari melewati sejumlah polisi dan mengejar mereka ke mobil polisi. Travis memerangkap seorang polisi yang lalu menembak simpanse itu. Travis melarikan diri.
Conklin mengatakan polisi mengikuti jejak darahnya hingga sarangnya di dalam rumah tempat Travis sedang meregang nyawa.
Travis terkenal di Stamford karena ia muncul dalam iklan televisi Old Navy dan Coca-Cola ketika berusia muda. Dia juga pernah tampil dalam acara "Maury Povich Show." (AP)
Read More..
Interaktif antara penyiar televisi dengan penonton televisi dimungkinkan berkat adanya perangkat Hybrid Digital yang terpasang di dekat mixer audio, di mana interaktif itu sebelumnya dilakukan oleh penelepon dengan operator telepon yang berdinas di studio televisi.Umumnya acara interaktif ini digemari penonton televisi kendatipun wajahnya tidak terpampang dilayar televisi tapi suaranya bisa terdengar di pesawat televisi.
Bagaimana interaktif ini dapat terjadi dan bagaimana cara menanganinya? Baiklah dari dapur studio 8 televisi bisa saya jelaskan bahwa interaktif ini merupakan komunikasi 2 arah secara langsung antara penyiar televisi di studio dengan pemirsa di rumah melalui perantara operator telepon dan format acara itu sendiri juga live (langsung) dan bukan recording (rekaman). Jadi semua petugas yang terlibat hadir saat itu juga dan acara ini juga direkam.
Kamis pagi subuh 18 Desember 2008 semua petugas operator teknik telah duduk manis di ruang siaran studio 8 televisi. Mereka adalah Pengarah Acara, Juru Suara, Juru Rias, Pemadu Gambar (Switcher Man), Penata Gambar, VTR Man dan petugas operator telepon. Sebelum siaran live berlangsung persiapan meliputi setting mikropone untuk Penyiar dan Nara Sumber di lantai studio, sedangkan di ruang kontrol gambar persiapan meliputi pemasangan kaset Tune Acara Teletilawah dan Musik Kerabat Kerja serta Kaset berisi materi Ayat 197 Surat Al Baqarah yang telah di fraze di layar monitor (stop motion). Pagi ini siaran langsung Teletilawah yang bersifat interaktip antara penyiar dengan pemirsa yang membacakan ayat 197 Surat Al Baqarah.
Sedangkan di ruang pengendali siaran di kamar terpisah duduk petugas Chargen Caption (yang mengetik nama penyiar, kerabat kerja, nama pemirsa yang mengontak ke studio). Antara studio 8 dan ruang pengendali siaran komunikasi dilakukan melalui pesawat HT yang dipegang petugas operator telepon di ruang siaran studio 8 dan petugas asisten Pengarah Siaran di ruang pengendali siaran. Sedangkan petugas pengendali siaran sendiri hanya memonitor jalannya siaran langsung ini melalui pesawat monitor televisi.
Saat acara berlangsung penyiar menyapa penonton televisi di rumah. Ketika ada penelepon masuk jalur telepon antara penonton dengan penyiar televisi belum terhubung. Setelah data penelepon diperoleh baru disampaikan data ini melalui pesawat HT ke petugas Chargen yang lalu mengetikan nama penelepon di layar komputer. Penyiar kembali menyapa pemirsa lalu jalur telepon antara penonton dan penyiar di switch ke Hybrid digital sehingga komunikasi pemirsa dan penyiar berlangsung.
Selanjutnya penyiar menyuruh pemirsa membacakan ayat 197 Surat Al Baqarah, gambar lalu diswitch Pemadu Gambar ke gambar stop motion Surat Al Baqarah ayat 197 full screen dengan super impose tulisan: suara pemirsa, misal suara Siti Azizah-Papua. Pemirsa yang menelepon ini lalu membacakan ayat 197 Surat Al Baqarah melalui pesawat telepon di rumahnya sampai selesai. Selama pemirsa ini membacakan ayat itu penelepon berikutnya sudah mengantri melalui 1 nomer cadangan yaitu line telepon2.
Komunikasi calon pemirsa berikutnya hanya dilakukan melalui pesawat telepon dengan operator telepon. Setelah penyiar menyapa penelepon ini lalu petugas juru suara memencet Hybrid Digital line telepon 2 ( cadangan) sehingga suara penyiar yang menyapa terdengar di kuping penelepon di rumah lalu membacakan ayat 197 Surat Al Baqarah. Jadi suara yang keluar dari Studio Televisi full suara penelepon yang sedang membacakan ayat suci ini. Penelepon yang membacakan ayat ini kadang terputus jalur teleponnya karena menggunakan HP sehingga signalnya putus. Makanya selalu dihimbau kepada pemirsa agar mengunakan pesawat fix telekom sehingga didapatkan signal utuh jernih tanpa terputus.
Semua komunikasi menyelenggarakan siaran langsung hanya bisa efektif apabila didahului dengan latihan sebelum acara dimulai. Dalam istilah penyiaran televisi disebut General Rehearsal yang melibatkan talent (pengisi acara) dan operator yang terlibat siaran langsung ini. Yang tak kalah pentingnya acara ini bisa ditonton pemirsa di rumah adalah bagian Master Control dan TX (Pemancar). Sebagus-bagusnya siaran televisi jika tidak ada jalur gambar dan suara dari Studio ke Master Control lalu ke Pemancar,siaran televisi tidak akan pernah bisa dinikmati penonton dirumah.
Anda yang merasa punya bakat menjadi penyiar televisi silakan bergabung, asalkan Anda berwajah cantik, camera face, menguasai bahasa Inggris dan salah satu bahasa asing lainnya. Kalau kita-kita sebagai operator teknik minimal menguasai manajemen produksi acara televisi, bisa bekerja dalam tim work dan mau bekerja di hari libur. Keterampilan lain akan diberikan dalam diklat apabila sudah menjadi karyawan, karenanya silahkan gabung menjadi pegawai televisi.
