ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label penyiar berita televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyiar berita televisi. Tampilkan semua postingan

VERTIGO MENYERANG MAS PENYIAR BERITA TELEVISI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 31 Mei 2011 1 komentar

Pernahkah Anda merasa pusing, berkeringat dingin, kemudian dunia terasa berputar disertai rasa mual, bahkan muntah? Jika hal itu terjadi, kemungkinan besar Anda mengalami vertigo. Atau anda pernah merasakan kepala Anda berputar, atau ruangan tempat Anda berada seperti sedang berputar-putar, lalu Anda mual, dan mungkin sampai muntah, bisa jadi Anda sedang terserang gejala vertigo.



Penyakit vertigo bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali kepada sahabat sehat dengan kundalini reiki, seorang penyiar berita televisi yang merasakan bagaimana nyerinya plus pusing kepala hebat saat vertigo ini menyerang dirinya saat sedang tugas live membacakan berita televisi Minggu siang kemaren. Mas Ivan Chandra....penyiar berita tadi, begitulah biasa kita saling menyapa di studio tatkala sedang mempersiapkan naskah berita untuk dibacakan kepada pemirsa televisi di rumah, tidak merasakan gejala apa-apa saat berjalan menuju Studio 6 tempat siaran berita akan dipancarkan.



Begitu pula saat istirahat di ruang tunggu penyiar sambil dimake-up sebelum masuk studio berita, beliau tidak merasakan gejala aneh pada dirinya. Bercanda sesama penyiar berita dan sesekali mengoreksi dan memberi tanda garis miring pada naskah berita pun dilakukan dengan santai. Pokoknya Minggu siang kemaren dia sehat-sehat saja saat berdinas membacakan berita siang.



Ketika siaran berita siang dimulai tepat pukul 11 siang, satu persatu naskah berita dibacakan bergantian dengan rekan penyiar wanita yang duduk di sampingnya. Visual berita dalam kaset satu per satu sehat dengan kundalini reiki play-back kan dari vtr 3-vtr-2 dan mini divi pada vtr-4. Suasana tampak santai, bahkan kedua penyiar ini saling menyimak aba-aba Mas Pengarah Acara dari ruang kontrol kendali siaran studio 6.



Siaran berita pun berjalan mulus hingga menit ke-30. Selepas menit ke-30 dan seterusnya mulai terjadi sesuatu yang menggelisahkan Mas Penyiar ini. Tampaknya mulai menit ini lah penyakit vertigo Mas Penyiar mulai datang tiba-tiba tanpa diundang. Hal ini ditandai dengan gelisahnya Mas Penyiar saat membacakan berita yang tidak seperti biasanya...tenang...kalem dan senyum agar penampilan camera face terlihat oleh pemirsa di rumah. Entah kenapa di menit-menit ini wajah terlihat pucat ketika tertangkap kamera studio dalam posisi Close Up.



Kegelisahan semakin menjadi-jadi menjelang menit ke-40. Apa boleh buat ketika materi berita saya playback kan dari mini divi vtr 4 Mas Penyiar menyerah. Sambil berdiri dia melepaskan clip-0n mikrophone mini yang melekat di jasnya dan melepas pula ear phone yang melekat di lobang kupingnya seraya memohon untuk mundur dari membacakan berita karena rasa pusing hebat yang sedang menyerangnya.


Floor Director dan Juru Kamera mengarahkan penyiar membaca naskah berita. Teleprompter alat baca pengantar naskah berita diletakkan di bawah lensa kamera yang sedang ON (lampu nyala merah) yang berarti sedang dilihat penonton di rumah.


Dalam keadaan lunglai dan barangkali pandangan Mas Penyiar ini terhadap lampu-lampu studio, kamera, dinding studio yang berputar hebat seolah-oleh hendak menimpanya, maka Mas Penyiar pun undur diri dan segera berlari out frame dari jangkauan ke-3 kamera yang sedang tidak menyorotnya. Dibantu oleh asisten Pengarah Acara di floor studio dia dipapah menuju tempat duduk di belakang kamera. Mas Penyiar tidak berani rebahan mengingat pengalaman selama ini bila vertigo tengah menyerang maka pandangan matanya akan berputar kencang mengitari kepalanya. Pokoknya pusing hebat yang dia rasakan saat itu.



Melihat kondisi darurat yang tidak lazim terjadi di hari libur Minggu, akhirnya sisa materi berita yang belum di playback-kan dibacakan oleh Mbak Penyiar sendirian. Tentunya pemirsa televisi yang tengah menyaksikan di rumah bertanya-tanya ada apa kok penyiar berita tinggal satu? Pemirsa tentu tidak pernah tahu bahwa penyakit vertigo yang sedang menyerang Mas Penyiar sebenarnya sudah lama diidapnya.



Keluhan pusing kepala hebat memang sudah sering dilontarkan kepada rekan-rekan di bagian pemberitaan dan mereka pun telah memakluminya. Kalau kejadian ini sedang recording tentu dapat diulang alias retake. Tetapi kalau sedang live alias siaran langsung tentu tidak dapat di-cut alias dipotong begitu saja siarannya. Sangat berbahaya pula apabila penderita vertigo sedang berkendara di jalan lalu penyakit ini datang tiba-tiba.



Mas Rizal ....sang Pengarah Berita yang memimpin jalannya siaran langsung berita siang kemaren memang cepat tanggap dan segera mengambil keputusan agar Mas Penyiar keluar frame kamera daripada nanti jatuh lunglai duduk di bangku penyiar dan wajahnya tersorot kamera. Tentu saja kita semua yang ada di ruang kontrol gambar di studio 6 tetap melanjutkan tugas hingga materi berita seluruhnya selesai dibacakan dan disiarkan ke rumah.



Kejadian di hari Minggu kemaren tampaknya menyadarkan kepada kita semua bahwa penyakit apa pun jenisnya bila sedang kumat akan membawa kepanikan bagi penderitanya. Lalu langkah apa yang perlu kita waspadai bila menghadapi hal demikian? Kiranya kiat sehat saja perlu kita terapkan dalam pola hidup ini, apakah lewat medis kedokteran, terapi holistik atau gabungan kedua-duanya. Ada banyak pilihan untuk menuju sehat dalam hidup ini.



Menurut situs hati beriman Salatiga, mengulas secara singkat apa itu vertigo dalam blognya. Secara medis gejala vertigo merupakan sakit kepala di mana pasien merasa berputar-putar atau ruangan seperti berputar-putar. Gejala vertigo ini berbeda dari gejala sakit kepala biasa dan migren.



Vertigo adalah perasaan bergerak atau berputar sementara orang tersebut sebenarnya sedang diam. Perasaan berputar yang terjadi ada 2 macam, yaitu orang tersebut yang merasakan dirinya berputar atau lingkungan di sekitarnya yang berputar mengelilinginya. Kadang, keluhan tersebut juga disertai oleh rasa mual sampai ingin muntah.



Vertigo adalah bentuk gangguan orientasi dimana perasaan dirinya berputar, rasa oleng, tidak stabil atau ruangan sekitarnya bergerak terhadap dirinya karena gangguan pada sistem keseimbangan. Keluhan vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktik dokter umum. Bahkan, pada orang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50 persen.



Sistem keseimbangan itu terdiri dari beberapa organ tubuh manusia yaitu telinga, mata, dan batang otak dimana ketiganya saling berhubungan supaya keseimbangan tubuh terjaga. Faktor penyebab vertigo antara lain Sistemik, Neurologik, Ophtamologik, Otolaringologi, Psikogenik yang dapat disingkat SNOP.

Read More..

VERTIGO MENYERANG MAS PENYIAR BERITA TELEVISI

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 15 Maret 2010 1 komentar

Pernahkah Anda merasa pusing, berkeringat dingin, kemudian dunia terasa berputar disertai rasa mual, bahkan muntah? Jika hal itu terjadi, kemungkinan besar Anda mengalami vertigo. Atau anda pernah merasakan kepala Anda berputar, atau ruangan tempat Anda berada seperti sedang berputar-putar, lalu Anda mual, dan mungkin sampai muntah, bisa jadi Anda sedang terserang gejala vertigo.



Penyakit vertigo bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali kepada sahabat sehat dengan kundalini reiki, seorang penyiar berita televisi yang merasakan bagaimana nyerinya plus pusing kepala hebat saat vertigo ini menyerang dirinya saat sedang tugas live membacakan berita televisi Minggu siang 14/3 kemaren. Mas Ivan Chandra....penyiar berita tadi, begitulah biasa kita saling menyapa di studio tatkala sedang mempersiapkan naskah berita untuk dibacakan kepada pemirsa televisi di rumah, tidak merasakan gejala apa-apa saat berjalan menuju Studio 6 tempat siaran berita akan dipancarkan.



Begitu pula saat istirahat di ruang tunggu penyiar sambil dimake-up sebelum masuk studio berita, beliau tidak merasakan gejala aneh pada dirinya. Bercanda sesama penyiar berita dan sesekali mengoreksi dan memberi tanda garis miring pada naskah berita pun dilakukan dengan santai. Pokoknya Minggu siang kemaren dia sehat-sehat saja saat berdinas membacakan berita siang. Ketika siaran berita siang dimulai tepat pukul 11 siang, satu persatu naskah berita dibacakan bergantian dengan rekan penyiar wanita yang duduk di sampingnya. Visual berita dalam kaset satu per satu sehat dengan kundalini reiki play-back kan dari vtr 3-vtr-2 dan mini divi pada vtr-4. Suasana tampak santai, bahkan kedua penyiar ini saling menyimak aba-aba Mas Pengarah Acara dari ruang kontrol kendali siaran studio 6.



Siaran berita pun berjalan mulus hingga menit ke-30. Nah tampaknya dari menit ini lah penyakit vertigo Mas Penyiar mulai datang tiba-tiba tanpa diundang. Hal ini ditandai dengan gelisahnya Mas Penyiar saat membacakan berita yang tidak seperti biasanya...tenang...kalem dan senyum agar penampilan camera face terlihat oleh pemirsa di rumah. Entah kenapa di menit-menit ini wajah terlihat pucat ketika tertangkap kamera studio dalam posisi Close Up.


Ruang kontrol studio televisi. Dari ruangan inilah sebuah acara televisi direkam atau disiarkan langsung ke pemirsa televisi.

Floor Director dan Juru Kamera mengarahkan penyiar membaca naskah berita. Teleprompter alat baca pengantar naskah berita diletakkan di bawah lensa kamera yang sedang ON (lampu nyala merah) yang berarti sedang dilihat penonton di rumah.

Kegelisahan semakin menjadi-jadi menjelang menit ke-40. Apa boleh buat....ketika materi berita saya playback kan dari mini divi vtr 4 Mas Penyiar menyerah. Sambil berdiri dia melepaskan clip-0n mikrophone mini yang melekat di jasnya dan melepas pula ear phone yang melekat di lobang kupingnya seraya memohon untuk mundur dari membacakan berita karena rasa pusing hebat yang sedang menyerangnya.



Dalam keadaan lunglai dan barangkali pandangan Mas Penyiar ini terhadap lampu-lampu studio, kamera, dinding studio yang berputar hebat seolah-oleh hendak menimpanya, maka Mas Penyiar pun undur diri dan segera berlari out frame dari jangkauan ke-3 kamera yang sedang menyorotnya. Dibantu oleh asisten Pengarah Acara di floor studio dia dipapah menuju tempat duduk di belakang kamera. Mas Penyiar tidak berani rebahan mengingat pengalaman selama ini bila vertigo tengah menyerang maka pandangan matanya akan berputar kencang mengitari kepalanya. Pokoknya pusing hebat yang dia rasakan saat itu.



Melihat kondisi darurat yang tidak lazim terjadi di hari libur Minggu, akhirnya sisa materi berita yang belum di playback-kan dibacakan oleh Mbak Penyiar sendirian. Tentunya pemirsa televisi yang tengah menyaksikan di rumah bertanya-tanya ada apa kok penyiar berita tinggal satu? Pemirsa tentu tidak pernah tahu bahwa penyakit vertigo yang menyerang Mas Penyiar sebenarnya sudah lama diidapnya. Keluhan pusing kepala hebat memang sudah sering dilontarkan kepada rekan-rekan di bagian pemberitaan dan mereka pun telah memakluminya. Kalau kejadian ini sedang recording tentu dapat diulang alias retake. Tetapi kalau sedang live alias siaran langsung tentu tidak dapat di-cut alias dipotong begitu saja siarannya. Sangat berbahaya pula apabila penderita vertigo sedang berkendara di jalan lalu penyakit ini datang tiba-tiba.



Mas Rizal ....sang Pengarah Berita yang memimpin jalannya siaran langsung berita siang kemaren memang cepat tanggap dan segera mengambil keputusan agar Mas Penyiar keluar frame kamera daripada nanti jatuh lunglai duduk di bangku penyiar dan wajahnya tersorot kamera. Tentu saja kita semua yang ada di ruang kontrol gambar di studio 6 tetap melanjutkan tugas hingga materi berita seluruhnya selesai dibacakan dan disiarkan ke rumah. Kejadian di hari Minggu kemaren tampaknya menyadarkan kepada kita semua bahwa penyakit apa pun jenisnya bila sedang kumat akan membawa kepanikan bagi penderitanya. Lalu langkah apa yang perlu kita waspadai bila menghadapi hal demikian? Kiranya kiat sehat saja perlu kita terapkan dalam pola hidup ini, apakah lewat medis kedokteran, terapi holistik atau gabungan kedua-duanya. Ada banyak pilihan untuk menuju sehat dalam hidup ini.



Menurut situs hati beriman Salatiga, mengulas secara singkat apa itu vertigo dalam blognya. Secara medis gejala vertigo merupakan sakit kepala di mana pasien merasa berputar-putar atau ruangan seperti berputar-putar. Gejala vertigo ini berbeda dari gejala sakit kepala biasa dan migren. Vertigo adalah perasaan bergerak atau berputar sementara orang tersebut sebenarnya sedang diam. Perasaan berputar yang terjadi ada 2 macam, yaitu orang tersebut yang merasakan dirinya berputar atau lingkungan di sekitarnya yang berputar mengelilinginya. Kadang, keluhan tersebut juga disertai oleh rasa mual sampai ingin muntah.



Vertigo adalah bentuk gangguan orientasi dimana perasaan dirinya berputar, rasa oleng, tidak stabil atau ruangan sekitarnya bergerak terhadap dirinya karena gangguan pada sistem keseimbangan. Keluhan vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktik dokter umum. Bahkan, pada orang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50 persen. Sistem keseimbangan itu terdiri dari beberapa organ tubuh manusia yaitu telinga, mata, dan batang otak dimana ketiganya saling berhubungan supaya keseimbangan tubuh terjaga.
Faktor penyebab vertigo antara lain Sistemik, Neurologik, Ophtamologik, Otolaringologi, Psikogenik yang dapat disingkat SNOP.

Read More..

SIAPA YANG BEKERJA DIBELAKANG LAYAR TELEVISI

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 19 November 2008 0 komentar



Pagi ini Rabu 19 Nopember 2008 saya arahkan kendaraan saya menuju studio televisi di keremangan pagi yang sejuk udara Jakarta. Seperti biasa kesibukan datangnya hari baru bagi penduduk kota besar ditandai dengan ramainya lalu lintas di pagi itu. Ada yang berolah raga di Senayan, ada yang tengah menunggu kendaraan, ada yang sedang membersihkan trotoar depan studio namun pagi ini masih sepi saja suasananya. Entahlah apakah karena hujan turun semalam sehingga mereka enggan keluar rumah dalam ketergesaan.

Namun ketika kaki melangkah menuju ruang pengendali siaran televisi di lantai 2 ternyata di sini sudah ada rekan sekerja yang sudah melakukan aktivitas siaran. Ada yang sedang memprogam acara ke dalam komputer, ada yang sedang mengecek alat komunikasi ke studio berita dan ada pula yang sedang mengarahkan talent (pengisi acara berita ) di lantai studio 6. Lampu studio yang terang benderang cahayanya sudah menyorot tempat duduk meja penyiar. Sementara penyiar berita sedang didandani bak pengantin oleh juru rias studio agar ketika tampil nanti wajah terlihat camera face dan tidak terkesan wajah bangun tidur, saya persiapkan apa yang menjadi tugas saya pagi itu.

Saya masukkan kaset materi berita ke dalam VTR 3 serta mensetting awal kaset pada tune berita. Saya cek apakah jalur audio dan video sudah ditangkap video mixer dan audio mixer. Setelah terdengar audio yang saya playbackkan dan video tampak di layar monitor VTR 3 SX, petugas Audio Man mengatakan, "OK." selanjutnya saya katakan kepada petugas switcher man bahwa materi berita seluruhnya inputnya dari VTR 3. Sementara VTR 4 DVC Pro, VTR 1 Digital, VTR 2 SX saya biarkan kosong sebagai tempat cadangan kaset berikutnya bila ada materi berita datang menyusul. Asisten Pengarah Acara Berita membagikan naskah berita kepada petugas Chargen (yang mengetik telop nama penyiar, judul berita, materi berita dan telop kerabat kerja produksi). Pengarah Acara Berita memberi aba-aba bahwa waktu tinggal 10 menit lagi ON AIR (siaran).

Dari monitor progam on air terlihat materi acara playback tinggal 3 menit lagi. Terdengar aba-aba dari petugas kendali siaran bahwa tepat jam 6 pagi siaran berita boleh ON AIR. Dari hitungan mundur seiring munculnya kredit titel play back kaset Hikmah Pagi terdengar aba-aba petugas pengendali siaran ke ruang kontrol studio 6, "Studio 6 siap? 10-9-8-7-6-5-4-3-2-1-go, silakan siaran", saya playbackkan tune berita. Ini berarti siaran sepenuhnya sudah diambil alih studio 6 sepanjang siaran 1 jam ke depan. Petugas kameramenpun sudah menshot penyiar berita dalam ukuran gambar LS, MS dan Close Up. Di dalam ruang kendali siaran berita studio 6 petugas switcher memilih gambar yang hendak di on air kan berdasarkan perintah Pengarah Acara Berita. Semua komunikasi antara flour studio dengan Pengarah Acara di control room menggunakan handy talky. Sedangkan Pengarah Acara ke Penyiar Berita menggunakan head set yang dipasang di kuping Penyiar Berita.

Satu persatu materi berita pagi itu disiarkan berdasarkan rundown naskah berita, sementara petugas Telepromter di lantai studio mengetik Head Line berita di komputer agar dibaca penyiar melalui monitor yang on air yang diletakkan dibawah kamera. Jadi pada saat penyiar membaca head line berita ini pandangannya tertuju ke lensa kamera yang sedang on air yang berarti wajahnya menatap pemirsa televisi di rumah yang sedang menontonnya. Dalam perjalanan siaran berita ini saya sering memainkan video level dan black level mengingat materi berita kadang over exposed atau under exposed dan ketika diedit belum sempat diperbaiki. Maklum kegiatan redaksional berita semua bekerja berdasarkan dead line. Berita yang baru selesai diedit dan sudah di dubing langsung dilarikan ke studio 6 untuk segera disiarkan menyusul.

Tiba saatnya selingan iklan promo. Materi terakhir berita yang sedang on air saya play back kan dari VTR 3. Lalu switch ke penyiar di studio mengantarkan jeda iklan sesaat lagi. Saya persiapkan tune berita sepanjang 10 detik untuk pengantar ke ruang kendali siaran, lalu play dengan hitungan mundur 10-9-8-7- s/d 2-1-0 cut to siaran segera diambil alih pengendali siaran iklan. Di dalam studio penyiar bisa santai sejenak untuk menyeka keringat sambil menyeruput teh hangat. Saya dan rekan sekerja juga menyeruput teh hangat sekedar pengusir rasa dingin hawa ac studio.

Begitulah satu persatu materi berita di playback kan. Repotnya bila karena alasan jatah waktu siaran berita segera selesai dan materi berita masih tersisa 3 atau 4 item terpaksa Pengarah Acara Berita menghilangkan item berita yang di pending. Kalau begini saya terpaksa memfastford materi berita sepanjang 4 menit sehingga muncul tulisan musik kerabat kerja. Jangan keblabasan, karenanya alat VTR 3 ini perlu saya pindah ke posisi PB dan setting counter CTL mulai dari nol. Jadi ketika gambar dipercepat masih terbaca gerakan gambar bergerak cepat sekalipun tidak focus namun mata masih bisa mendeteksi gerakan pita yang dipercepat.

Cara kerja mengarahkan berita ini berlaku juga ketika sedang mengarahkan acara musik, dialog, pendidikan, fragmen baik siaran langsung atau rekaman (recording). Hanya kalau siaran langsung harus dipersiapkan kecermatan serta ketelitian dalam bekerja baik Pengarah Acara Siaran juga rekan kerabat kerja teknik dan produksi lainnya. Sedangkan bila kegiatan rekaman kesalahan kecil dalam mengarahkan siaran bisa segera di cut saat itu juga.

Siaran berita berakhir. Semua petugas yang terlibat lega, Pengarah Acara selaku komandan pagi itu mengucapkan terima kasih kepada petugas yang terlibat. Kaset berita di VTR 3 pun saya stop dan eject agar keluar dari mulut VTR 3. Lampu studio pun dipadamkan. Pimpinan teknik mencatat log book bahwa siaran selesai tanpa gangguan apapun. Untuk berita jam berikutnya petugas switcher menset back ground berita siang yang terpampang di layar komputer untuk di ajust di layar monitor lalu SAVE. Saya dan rekan sekerja lalu keluar studio. Pekerjaan awal hari ini telah selesai dilakukan.

Orang-orang yang bekerja di belakang layar ini disebut kerabat kerja produksi. Sebelum bekerja di industri penyiaran televisi mereka dididik di balai latihan televisi di Senayan Jakarta. Saat ini Balai Latihan Televisi menerima pendaftaran baik dari karyawan sendiri atau pihak luar TVRI. Inilah profil Balai Diklat TVRI Senayan Jakarta.

Teknologi informasi dan komunikasi semakin maju dengan pesat, khususnya dibidang penyiaran televisi. Perkembangan ini dapat dilihat dengan munculnya stasiun televisi swasta, production house, dan biro periklanan. Sejak tahun 1970 hingga kini Diklat TVRI telah menyelenggarakan berbagai jenis pendidikan baik bagi karyawan TVRI, TV Swasta dan telah sering menyelenggarakan kerja sama pelatihan dengan lembaga pendidikan luar negeri seperti NHK, AIBD, TTC-SFB dan lainnya. Dengan pengalaman dan fasilitas yang dimiliki, Diklat TVRI siap menyelenggarakan Pelatihan Profesi Penyiaran Televisi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas bagi kalangan umum.









Ruangan Diklat TVRI

Diklat Kamerawan (Talk Show)

Fasilitas Diklat yang disediakan yaitu ruang kantor seluas 1.750m2, ruang kelas yang ber AC/OHP/LCD Projector/Video Player, Studio yang refresentatif dengan peralatan lengkap (camera, tripod, crane, video dan audio sistem, lighting), Ruang Pasca Produksi (Linear dan Non Linear Editing), Laboratorium Elektronika, Peralatan produksi luar, Workshop, dan Perpustakaan. Sedangkan pelatihan yang diselenggarakan, seperti Kamerawan (5 minggu), TV Presenter (5 minggu), Reportase (5 minggu), Videography (10 minggu), Editing (5 minggu), Teknik Pemancar (12 minggu), MC (1 minggu), dan Penyutradaraan (5 minggu)









Ruangan Diklat TVRI

Diklat Kamerawan

Untuk waktu pelaksanaan Teori dari hari Senin s/d Kamis, terbagi atas kelas pagi (08.30-12.30 wib) dan kelas siang (13.30-17.30 wib), sedangkan pelaksanaan Praktek seminggu 2 kali (08.30-17.30 wib) Sertifikat diberikan bagi peserta yang dinyatakan LULUS. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-/orang, biaya pendidikan tiap pelatihan sebesar Rp. 3.500.000,-/orang, tetapi khusus Videography Rp. 5.500.000,-/orang, MC Rp. 1.000.000,-/orang dan Teknik Pemancar Rp. 7.500.000,-/orang. Tempat Pendaftaran Diklat TVRI Jalan Gerbang Pemuda, Senayan Jakarta 10270 Phone : 021-5737152/5704720 ext. 3111 Fax : 021-5737152







Talk Show Dunia Wanita
Anda tertarik bekerja di bidang industri penyiaran televisi? Tak ada salahnya Anda bergabung segera.





Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.