Serangan
bakteri ganas pada tanaman zaitun mengancam produksi zaitun di Eropa,
setelah merebak di Italia selatan. Menurut para ahli, konsekuensi utama
serangan itu adalah merosotnya panen dan mahalnya biaya pengendalian,
apalagi jika sebaran bakteri meluas. Peringatan itu dikeluarkan Otoritas
Keamanan Pangan Eropa.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label panen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panen. Tampilkan semua postingan
Para
petani di Provinsi Fujian, Tiongkok timur, mengklaim berhasil
meningkatkan produktivitas dan kualitas padi mereka setelah memainkan
musik religius yang menenangkan hati di sawah. Miturut surat kabar
Southeast Morning Post, Minggu ( 7/9 ), seperti dikutip laman harian
Global Times, para petani itu memasang 500 pelantang suara berbentuk
bunga teratai di sawah seluas 26,7 hektar di Desa Liangshan, Fujian.
Mereka kemudian memainkan alunan mantra Buddhis dan musik religius dari
pelantang suara tersebut.
Hasilnya,
produktivitas padi diklaim meningkat 15 persen dan bulir-bulir padi pun
menjadi lebih besar. Para pakar dari Universitas Agrikultur Tiongkok
mengakui, gelombang suara tertentu, seperti yang keluar dari lantunan
mantra, bisa merangsang tumbuh-tumbuhan menyerap sinar matahari lebih
banyak.
Read More..
Anda
kenal dengan buah mengkudu yang sering ditelantarkan buahnya saat jatuh
ke tanah beberapa dekade lalu ? Kebalikannya dengan buah manggis si
hitam manis, dipungut lalu ditempatkan dalam keranjang saat panen
manggis telah tiba. Ternyata menurut penelitian seorang pakar farmasi
dari universitas terkenal di Yogyakarta, kedua jenis buah itu berpotensi
dapat meningkatkan sistem imun manusia.
Peneliti
Farmasi Universitas Gadjah Mada, Ediati Sasmito, mengatakan, kandungan
polisakarida dalam mengkudu bisa dimanfaatkan sebagai imunostimulator
untuk membantu menormalkan sistem imun. " Sistem imun harus normal. Jika
imun terlalu tinggi, akan mengakibatkan alergi. Sebaliknya, jika
imunnya rendah, tubuh rentan terhadap bakteri, " kata Ediati .
Melihat
buah pepaya yang baru saja dipanen di kebun, rata-rata buahnya masih
ijo kulitnya. Jika hendak dijual ke pengepul, selama masa penyimpanan di
gudang, proses pematangan buah pepaya berlangsung cepat. Jika tidak
cepat diatasi segera dengan pengawetan alami, maka buah pepaya cepat
matang dan akhirnya busuk.
Selain
itu benturan, goresan, sinar matahari saat petik pepaya di kebun,
fluktuasi suhu, dan kotoran berpotensi besar menyebabkan kerusakan atau
pembusukan buah pepaya lebih cepat dari perkiraan semula. Karena itu
petani harus tahu cara tepat agar pepaya hasil panen kebunnya, buahnya
dalam kondisi bagus, tanpa cacat saat panen. Keluhan petani itu
didengar Wahyu Sautomo dan kawan-kawan sesama mahasiswa Departemen
Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
