ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label kebun teh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebun teh. Tampilkan semua postingan

TEH ORGANIK YANG DIPUPUK KOTORAN PANDA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 05 Mei 2012 0 komentar

Binatang khas China Panda kotorannya pun bisa menghasilkan uang. Kotoran Panda dijadikan pupuk yang selanjutnya ditaburkan ke kebun teh. Itulah naluri bisnis dalam diri An  Yanshi seorang petani kebun teh asal Ya'an China yang berhasil membuat pupuk organik dari penangkaran Panda.

Ia  tahu bahwa warisan nasional China  yakni panda raksasa kotoran nya pun dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman teh.  Karena itulah An Yanshi berupaya menanam teh di Gunung Ya'aan Provinsi Sichuan. Hasil penangkaran Panda yang ditempatkan tak jauh dari kebunnya, menghasilkan kotoran yang selanjutnya digunakan untuk memupuk tanaman teh.


Read More..

MENIKMATI SEGARNYA MINUMAN TEH DI SORE HARI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 03 Agustus 2011 0 komentar


Tiada berlebihan apabila kegembiraan orang yang berpuasa tatkala nanti ber buka puasa telah tiba. Begitu bedug tanda berbuka puasa terdengar dan azan maghrib dikumandangkan di mesjid berakhir pula perjalanan puasa hari ini. Segera orang yang berpuasa dianjurkan segera berbuka. Dengan apa berbuka puasa hari ini ? Sudah menjadi kebiasaan orang yang berbuka puasa lebih dulu minum air hangat manis dalam seduhan teh atau makan 3 butir korma sebagai makanan dan minuman pembatal puasa.



Tradisi buka puasa di kantor atau rumah sehat karena puasa pun sama setiap tahunnya. Di kantor saat melayani siaran pun, pada saat berbuka puasa segera minum air teh manis hangat dan segelas kolak. Di rumah sebagaimana rumah tangga masyarakat Indonesia pada umumnya, saat kesempatan berbuka puasa telah tiba tentu menyeruput teh hangat manis lebih dulu dan menjadi wajib hukumnya.



Oleh karena itu tidak berlebihan kalau minuman ini diganjar predikat sebagai salah satu minuman yang populer mudah membuatnya tersedia dalam kemasan dan siap saji. Di setiap kesempatan baik pagi dinihari, siang, sore bahkan malam hari di setiap rumah, restoran mewah hingga warung makan sederhana ala warteg, warsolo, warjogja, warsemarang dan warsunda tentu minuman teh ( camellia sinensis ) selalu ada dalam daftar menu minuman yang dijual.



Di luar bulan puasa pun minuman teh selalu hadir setiap harinya. Yang menjadi keistimewaan dari minum teh adalah cara penyajiannya. Teh bisa disajikan panas atau dingin dengan atau tanpa gula hingga dipadukan dengan berbagai macam hal seperti susu, jeruk lemon dan lain sebagainya. Karena begitu simpelnya menghidangkan minuman teh inilah yang kemudian membuat minuman ini semakin digemari oleh semua golongan usia dan ekomomi.



Tentunya sahabat sehat dengan reiki pernah mendengar bagaimana tradisi minum teh sudah akrab bagi masyarakat Jepang dan Cina. Memang ada banyak cerita yang bertutur tentang asal muasal minimun teh ini. Salah satunya saat ribuan tahun silam seorang Kaisar China yang terkenal kepintarannya dalam ilmu pengetahuan dan pengobatan China sedang melakukan perjalanan. Ia yakin bahwa cara paling aman minum air adalah memasaknya lebih dulu. Ketika sedang asyik memasak air ia menemukan daun yang jatuh ke dalam air yang sedang dimasak.



Tidak dijelaskan asal muasal daun yang jatuh ke dalam air panas tadi. Satu hal daun yang jatuh ke dalam air panas ini menimbulkan aroma lain yang sungguh berbeda dari biasanya. Selidik punya selidik barangkali daun yang jatuh tadi menjadi cikal bakal daun teh yang dikenal sampai sekarang yang akhirnya dibudidayakan di areal luas perkebunan teh. Dari cerita inilah kenikmatan minum teh mulai menyebar.



Pertama di sekitar China, Asia, India dan Timur Tengah sebelum akhirnya merambah benua Eropa. Sampai sekarang teh merupakan minuman yang banyak diminum di seluruh penduduk dunia. Bahkan beberapa budaya, teh juga memiliki simbol-simbol kemewahan, menghargai orang lain dalam perjamuan, saat bertamu, intelektual dan social high class. Di negeri asalnya terdapat empat jenis teh yang biasa dikonsumsi yaitu teh hitam, hijau, oolong dan teh putih. Perbedaan jenis teh ini terletak pada metode pemrosesan dauh teh setelah dipetik dari perkebunan teh.



Bila sahabat pernah berkendara lewat Puncak Pass tentu melihat di kanan kiri jalan yang dilalui terhampar hijaunya daun teh. Teh ini lalu dipetik dan dibawa ke pabrik untuk diolah. Dalam kesempatan liputan dokumentasi Kawah Ijen sekian tahun lalu sehat bersama reiki melintas daerah perkebunan teh dan kopi di daerah Sempol Bondowoso. Lalu kunjungan liputan lanjutan ke perkebunan teh di Cianjur dan Goal Para di Sukabumi Jawa Barat. Lalu apa istimewanya teh yang diolah di pabrik ini?



Pabrik teh Goal Para Sukabumi memproduksi teh untuk pasar dalam negeri dan sebagian diekspor ke pasar dunia. Rasa teh produksi kedua perkebunan ini sama manisnya bila dicampur dengan 1 sendok gula pasir dan dihidangkan hangat-hangat ditemani jagung rebus dalam dinginnya udara perkebunan yang berkabut di malam hari. Teh hitam yang biasa kita konsumsi pada awalnya melewati proses fermentasi yang berlangsung penuh sehingga daun teh berubah menjadi hitam dan memberi rasa khas. Sedangkan teh hijau dengan kandungan tanic acid berfungsi sebagai antiinflammatory untuk membantu mengatasi sakit panas.



Selanjutnya teh oolong yang melalui setengah bagian dari proses fermentasi. Teh ini bisa mengalami berbagai variasi proses oksidasi tergantung dari tipe oolongnya. Sementara jenis teh putih hanya menggunakan daun teh yang masih sangat muda dipenuhi bulu putih pendek atau bulu halus. Tentu saja kenikmatan minum teh hangat sebagai minum pembatal puasa pada prolog naskah ini adalah mendapatkan kesegaran setelah 1 hari berpuasa.



Rasa dan aroma teh memang telah berhasil membius lidah banyak orang. Lebih dari itu minuman ini juga dinilai oleh banyak orang mampu memberi manfaat seperti mengusir rasa kantuk dan lelah. Ngantuk karena jadwal tidur yang berubah saat berpuasa dan lelah setelah seharian beraktivitas di bulan puasa. Saat ini teh tersedia dalam bentuk kemasan dan rasanya pun semakin beragam. Mulai yang langsung dicampur bersama air panas, diseduh sebelum dinikmati, dicelup hingga teh kemasan yang langsung diminum.



Bagi Anda penikmat teh yang super sibuk dengan pekerjaan atau dalam perjalanan sementara dahaga sudah tidak tertahankan....eit tunggu waktu berbuka puasa dulu ya?...dan ingin segera mencicipi teh dingin , maka teh dalam kemasan dapat langsung diminum dan begitu simpel cara penyajiannya. Teh ini sudah tersedia dalam kemasan kotak.



Sebentar lagi bedug berbuka puasa tiba. Tak ada salahnya sehat dengan reiki mengajak Anda terlebih dulu untuk mempersiapkan diri dengan membuat minum teh panas hangat ( terserah merknya ) dicampur 1 sendok makan gula pasir sebagai minuman pembatal puasa. Mari kita sama-sama minum teh panas hangat terlebih dulu ya saat waktu membatalkan puasa tiba ? Saya doakan semoga puasa Anda hari ini mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Read More..

BANJIR DAN TANAH LONGSOR MENERJANG BRASILIA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 08 April 2010 0 komentar

Banjir di Kabupaten Bandung belum usai ditanggulangi, muncul bencana tanah longsor mengguncang Jawa Barat, Selasa ( 23/2 ) pukul 08.00 di areal Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Puluhan nyawa melayang dan meninggalkan duka mendalam. Para relawan dari berbagai kalangan sosial yang peduli bencana segera turun tangan membantu. Alat berat terus bekerja mengais tumpukan lumpur tebal untuk mencari korban yang tertimbun tanah perbukitan.



Setelah usaha tanpa kenal lelah mencapai puncaknya akhirnya korban yang belum diketemukan dikuburkan di tempat kejadian perkara. Mendung tebal kedukaan serasa masih menggelayut di wilayah ini sekali pun tanda-tanda musim kemarau segera datang. Kini penduduk setempat sedikit demi sedikit mulai melupakan peristiwa tragis itu dan mulai bekerja kembali di Perkebunan Teh.



Bagaimana pun bencana tanah longsor bisa menerjang kawasan mana saja di muka bumi ini. Tak terkecuali di belahan bumi lain pun bencana tanah longsor datang, kini giliran Brasil diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Peristiwa yang terjadi Senin lalu itu menewaskan sedikitnya seratus tiga puluh orang tewas setelah hujan terderas dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan tanah longsor diikuti banjir bandang. Pemerintah Brasil mengumumkan keadaan darurat dan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar akan bertambah.




Banjir beberapa hari terakhir ini telah begitu kuatnya. Meski demikian pihak berwenang mendesak penduduk setempat untuk tetap di dalam ruangan

Reuters mewartakan hujan deras, banjir diikuti tanah longsor membuat suasana kota di negara bagian Rio De Janero Brasil menjadi kacau sehingga warga dirundung rasa takut dan kepanikan. Menurut petugas penyelamatan sebagian warga tewas itu mendiami pemukiman kumuh di lereng bukit. Akibat hujan lebat yang turun sejak Senin lalu dinding bukit pun longsor dan mengubur permukiman penduduk di bawahnya.



Beberapa pejabat menjelaskan sedikitnya 37 orang tewas di Rio De Janero. TV Gobo memberitakan sebagian besar korban tewas terjebak di tanah longsor di lereng bukit terjal. Bencana ini membuat panik sebagian besar warga kota Rio De Janero yang berjumlah 16 juta jiwa. Banjir juga menyebabkan infrastruktur kota hancur sehingga arus lalu lintas udara terganggu. Pembatalan dan penundaan penerbangan terjadi di Bandara Udara Internasional Rio Antonio Carlos Jobim. Inmet kantor ramalan cuaca nasional yang terus mencatat dan menyimpan data curah hujan sejak tahun 1917 mengatakan, curah hujan yang terjadi hari Selasa kemaren merupakan yang terbesar dalam 48 tahun terakhir.




Sebagian besar korban berada di daerah kumuh lereng bukit di sekitar kota Rio de Janeiro, di mana aliran air yang deras memicu terjadinya longsor.

Regu penolong meminta helikopter televisi untuk meninggalkan area sehingga mereka bisa mendengarkan suara-suara dari korban terkubur.

Pejabat Pertahanan Sipil Rabu malam (7/4) mengatakan, 145 orang dinyatakan meninggal tidak menghitung hingga 60 orang-orang yang mungkin telah terkubur ketika tanah longsor menghancurkan sekitar 45 rumah di Niteroi, sebuah kota di seberang teluk dari ibukota negara dan bagian dari wilayah metropolitan Rio de Janeiro. Ada orang di dalam setidaknya 30 dari rumah yang terkena longsor di Niteroi, berita Globo melaporkan, mengutip sumber-sumber di kantor walikota dan dinas pemadam kebakaran. Dikatakan dua tubuh sudah dipindahkan dari lokasi longsor.



Gambar yang disiarkan oleh sebuah helikopter televisi Globo memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menyelamatkan korban dari tumpukan puing yang tertutup lumpur. Globo mengatakan regu penolong akhirnya meminta helikopter televisi untuk meninggalkan area sehingga mereka bisa mendengarkan suara-suara dari korban terkubur. Jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena puluhan orang dilaporkan masih hilang setelah hujan lebat, dan yang mengungsi lebih dari 1.400 orang.




Sebagian besar korban berada di daerah kumuh lereng bukit di sekitar kota Rio de Janeiro, di mana aliran air yang deras memicu terjadinya longsor.

Datangnya bencana kepada penduduk bumi di mana pun dia berada memang tidak dapat diprediksi. Dengan adanya bencana datang silih berganti setidaknya membuat kita mulai waspada dan belajar membaca pertanda yang diisyaratkan alam.



Sumber : Reuters in Brazil-Landslide.

Read More..

FENG SHUI ALAM PEDESAAN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 09 Oktober 2009 0 komentar


Dari jalan raya Cikajang Garut menuju Hutan Sancang Garut Selatan rumah mungil dengan cat putih itu bagaikan kuncup melati putih yang tengah mekar di sekeliling daun hijau. Betapa tidak rumah dengan cat putih tadi bisa dilihat dari jalan raya ini dan disekitarnya terlihat tumbuh lebat daun teh hijau yang siap petik. Suasana rumah ini mirip di negeri dongeng antah berantah. Dengan kontur tanah yang semakin meninggi di lereng bukit sekitarnya, rumah tempat tinggal yang nyaman ini semakin asri dilihat manakala kaki telah melangkah masuk ke pekarangan yang cukup luas.

Dengan pekarangan cukup luas sang pemilik rumah ini leluasa menata tanaman hias dengan eloknya. Di belakang rumah terdapat pot-pot tanaman anggrek yang tengah mekar bunganya. Di samping kiri bersebelahan dengan garasi tumbuh dengan lebatnya 2 pohon jeruk keprok. Sedangkan di halaman samping kanan terdapat kolam ikan emas dan agak jauh dari rumah induk terdapat kandang kambing dan ayam. Manakala sehat dengan reiki dan teman-teman sedang duduk di beranda depan, sejauh mata memandang di kanan kiri rumah hanyalah pemandangan hijau segar menyergap mata. Betapa tidak mengesankan kalau pemandangan indah ini hanya terdapat di areal perkebunan teh di Cikajang Garut Selatan dan di kejauhan terbentang hutan perawan Hutan Sancang.

Memasuki rumah dengan perabotan sederhana layaknya rumah di pedesaan, terdapat areal penghangat badan bersebelahan dengan dapur basah dan kering. Kamar tidur cukup nyaman dengan dipan kayu jati. Cendela cukup lebar dengan korden warna putih mendominasi seluruh jendela rumah yang ada. Atap rumah berbentuk limas dengan atap seng membuat sirkulasi udara panas di malam hari sedikit menghangatkan badan mengingat di siang hari udara pegunungan masih cukup dingin kendati di siang hari cuaca terik tengah melanda perkebunan teh ini..

Dari aspek ergonomis penataan perabot cukup sederhana. Udara segar dibiarkan masuk melalui bukaan jendela yang lebar.Harum bunga melati yang tengah tumbuh di samping kamar tidur tamu menyergap masuk ke ruang tamu. Sementara itu kenyamanan tempat tidur tamu tetap dijaga dengan penerangan lampu cukup terang di malam hari. Beginilah sang pemilik rumah yang sekaligus menyewakan tempat tinggalnya ini membikin tamu betah bagaikan di rumah sendiri.

Kami rombongan dari Jakarta saat itu tengah meliput kegiatan Upacara Perkawinan Adat Sunda dan setting lokasi mengambil sebuah rumah kuno di dusun lain masih di areal perkebunan Cikajang Garut Selatan. Saat itu tengah musim kemarau panjang di mana di siang hari udara sangat panas tetapi di malam hari udara bisa mencapai suhu 18 derajat celcius. Dalam perbincangan hangat dengan sang pemilik rumah di tengah rehat break shooting, sang pemilik rumah membicarakan lokasi rumahnya dari aspek kearifan lokal adat Tanah Sunda di mana sebagian besar rumah di pedesaan ini menggunakan atap seng juga genteng pelentong. Sirkulasi udara juga disebut-sebut dalam pembicaraan ini di mana unsur keseimbangan energi positip ( sheng Qi ) tetap dijaga dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari energi negative ( sha Qi ).

Perbincangan ini sudah cukup lama terjadi. Saat itu di tahun 1982 dan aspek Feng Shui dari sebuah rumah tempat tinggal ternyata sudah dipahami oleh sebagian besar penduduk lokal pedesaan ini. Kearifan lokal dan pengetahuan Feng Shui di tahun ini belum terkenal seperti sekarang ini. Namun penataan lingkungan tempat tinggal dikaitkan dengan alam sekitarnya ternyata sudah dipahami oleh sesepuh masyarakat pedesaan ini. Buktinya mereka menjalani kehidupan sebagai petani, buruh petik daun teh, peternak sapi perah dengan bahagia. Mereka menyebut bahwa rumahku beserta pekarangan dan seisinya adalah istanaku.

Tidak ada yang salah dalam ungkapan itu. Rumah memang laksana istana yang tempak indah, tempat menampung anggota keluarga dalam menjalani kehidupan. Barangkali tak ada istana megah lain yang lebih megah dibandingkan dengan rumah sendiri yang membawa kebahagiaan, keberkahan dan kenyamanan di mana semua anggota keluarga dalam kondisi nyaman, sehat dan bugar. Ya...Feng Shui kata ini yang lebih tepat untuk menggambarkan kenyamanan tempat tinggal sesaat ketika kami bertamu dan menginap untuk beberapa minggu di desa ini.

Berbicara tentang Feng Shui sebaiknya jangan serta merta alergi terhadap ilmu penataan lingkungan tempat tinggal yang berasal dari akar budaya Tiongkok ini. Jika tidak mengenal dari dekat boleh jadi terjadi salah paham terhadap keberadaan Feng Shui. Ada yang mengira ini ilmu mistik, serba misterius dan klenik. Padahal dalam belajar dan memahami Feng Shui tak lebih dari mengenal dan memanfaatkan aliran energi saja yang ada di bumi ini. Energi positip disebut Sheng Qi dan energi negative disebut Sha Qi.

Boleh jadi ada energi ada juga aura dari benda. Benda hidup memang memancarkan aura dan ini bisa dibuktikan dengan memotret benda ini dengan kamera Photo Kirlian. Secara kasat mata pancaran aura dari benda berupa spektrum warna yang mengelilingi benda tadi. Aura bisa mempengaruhi seseorang bila ada dalam radius pancarannya. Tubuh manusia sendiri juga memancarkan aura yang berkaitan dengan aura benda-benda di dekatnya. Termasuk di sini tanaman di taman halaman rumah tinggal kita. Konon di Amerika tanaman yang memancarkan aura positip bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyembuhan alternatip dikenal dengan sebutan healing of tree.

Prinsip penataan taman berdasarkan Feng Shui dan jenis pancaran dari aura tanaman sejalan dengan prinsip desain lansekap, yaitu mengacu kepada bentuk dan warna tanaman, mencakup peletakan ornamen-ornamen taman ( sculpture).
Bagi orang yang menyebut diri rasional penggunaan Feng Shui dalam pengaturan taman mungkin sedikit mengganjal. Kegalauan yang sok rasional ini ditangkap oleh para ahli Feng Shui dan mencoba menyelaraskan dengan aspek psikologi bahkan ilmu Fisika.

Terrence Conran dalam buku The Essensial Garden Book tahun 1999 menjelaskan bahwa taman menjadi tempat pikiran untuk istirahat dan berekspresi. Sarana ekspresi layaknya menulis, melukis atau menyanyi termasuk di sini menata kebun dan tanaman menjadi penyalur hobi di tengah istirahat dari kesibukan kerja di hari libur. Penataan lingkungan menyangkut tanaman memberi pengaruh pada manusia secara psikologis. Untuk mengatur tanaman unsur material halus tanaman ditata berdasarkan tekstur dan warna tanaman. Bila menata tepat maka akan enak dipandang tanaman ini dan sangat meneduhkan bila ditatap dengan pikira jernih.

Kebalikannya bila menata tanaman dengan berantakan dan tidak cocok maka tidak enak dilihat bahkan menambah pikiran ruwet. Sama halnya bila kita dihadapkan kepada suasana lalu lintas yang padat merayap semawrut setiap harinya maka energi kegembiraan dan ketenangan diri kita akan tersedot oleh energi berantakan dan semrawut dari lalu lintas ini. Kita akan capai dan gampang emosi melihat hal ini.

Dalam tinjauan fisika bahwa energi alam yang tidak kasat mata ini bisa diwujudkan menjadi gerak seperti hanya energi angin dan air, sinar matahari dan energi potensional seperti pegas. Penataan tanaman pada rumah di postingan sehat bersama reiki ini semisal tanaman melati yang sedang berbunga di rumah perkebunan ini mengandung unsur logam. Sedangkan penggunaan atap seng dimaksudkan bila siang hari cerah dengan udara sangat panas terik, suasana dalam rumah tetap sejuk. Di malam hari dengan udara pegunungan dingin berkabut cadangan panas dari atap seng masih cukup tersedia untuk penghangat badan di dalam kamar dan ruang tamu.

Aliran energi dari prinsip Feng Shui yaitu unsur Yin yang berarti dingin dan Yang berarti panas saling berinteraksi berlawanan. Sedangkan prinsip ketiga dari Feng Shui segala sesuatu di alam semesta ini terbuat dari perpaduan lima elemen mencakup tanah, besi, air, kayu dan api. Ada yang tahu dan boleh jadi tidak tahu bahwa Feng Shui di samping untuk menata ruang interior ( nei lui shi ) juga untuk menata eksterior ( wai liu shi ). Interior di sini meliputi ruangan di dalam rumah semisal ruang tidur, ruang kerja dan ruang tamu. Sementara yang eksterior termasuk di dalamnya teras dan pekarangan.

Feng Shui memang kental dengan budaya dan kepercayaan China dan memang dari sana ilmu ini berasal.

Sumber tulisan : Mind, Body and Soul Intisari ( diedit )




Read More..

MARI NIKMATI KESEGARAN TEH HANGAT MANIS

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 12 September 2009 0 komentar





Tiada berlebihan apabila kegembiraan orang yang berpuasa tatkala nanti ber buka puasa telah tiba. Begitu bedug tanda berbuka puasa terdengar dan azan maghrib dikumandangkan di mesjid berakhir pula perjalanan puasa hari itu saja. Segera orang yang berpuasa dianjurkan berbuka. Dengan apa berbuka puasa hari ini? Sudah menjadi kebiasaan orang yang berbuka puasa lebih dulu minum air hangat manis dalam seduhan teh atau makan 3 butir korma sebagai makanan dan minuman pembatal puasa.

Tradisi buka puasa di kantor atau rumah sehat dengan puasa pun sama setiap tahunnya. Di kantor saat melayani siaran pun pada saat berbuka puasa segera minum air teh manis hangat dan segelas kolak. Di rumah pun sebagaimana rumah tangga masyarakat Indonesia lainnya dalam kesempatan berbuka puasa tentu menyeruput teh hangat manis menjadi wajib hukumnya. Oleh karena itu tidak berlebihan kalau minuman ini diganjar predikat sebagai salah satu minuman yang populer mudah membuatnya tersedia dalam kemasan dan siap saji. Di setiap kesempatan pagi dinihari dan sore bahkan malam hari di setiap rumah, restoran mewah hingga warung makan sederhana ala warteg, warsolo,warjogja,warsemarang dan warsunda, minuman teh ( camellia sinensis ) selalu ada dalam daftar menu minuman.

Di luar bulan puasa pun minuman teh selalu hadir setiap harinya. Yang menjadi keistimewaan dari minum teh adalah cara penyajiannya. Teh bisa disajikan panas atau dingin dengan atau tanpa gula hingga dipadukan dengan berbagai macam hal seperti susu, jeruk lemon dan lain sebagainya. Karena begitu simpelnya menghidangkan minuman teh inilah yang kemudian membuat minuman ini semakin digemari oleh semua golongan usia dan ekomomi.

Tentunya sahabat sehat berkat reiki pernah mendengar bagaimana tradisi minum teh sudah akrab bagi masyarakat Jepang dan Cina. Memang ada banyak cerita yang bertutur tentang asal muasal minimun teh ini. Salah satunya saat ribuan tahun silam seorang Kaisar China yang terkenal kepintarannya dalam ilmu pengetahuan dan pengobatan China sedang melakukan perjalanan. Ia yakin bahwa cara paling aman minum air adalah memasaknya lebih dulu. Ketika sedang asyik memasak air ia menemukan daun yang jatuh ke dalam air yang sedang dimasak.

Tidak dijelaskan asal muasal daun yang jatuh ke dalam air panas tadi. Satu hal daun yang jatuh ke dalam air panas ini menimbulkan aroma lain yang sungguh berbeda dari biasanya. Selidik punya selidik barangkali daun yang jatuh tadi menjadi cikal bakal daun teh yang dikenal sampai sekarang yang akhirnya dibudidayakan di areal luas perkebunan teh. Dari cerita inilah kenikmatan minum teh mulai menyebar.

Pertama di sekitar China, Asia, India dan Timur Tengah sebelum akhirnya merambah benua Eropa. Sampai sekarang teh merupakan minuman yang banyak diminum di seluruh penduduk dunia. Bahkan beberapa budaya, teh juga memiliki simbol-simbol kemewahan, menghargai orang lain dalam perjamuan, saat bertamu, intelektual dan social high class. Di negeri asalnya terdapat empat jenis teh yang biasa dikonsumsi yaitu teh hitam, hijau, oolong dan teh putih. Perbedaan jenis teh ini terletak pada metode pemrosesan dauh teh setelah dipetik dari perkebunan teh.

Bila sahabat sehat bersama reiki pernah berkendara lewat Puncak Pass tentu melihat di kanan kiri jalan yang dilalui terhampar hijaunya daun teh. Teh ini lalu dipetik dan dibawa ke pabrik untuk diolah. Dalam kesempatan liputan dokumentasi Kawah Ijen sekian tahun lalu sehat bersama reiki pernah berkunjung ke pabrik teh Sempol di Bondowoso Jawa Timur dan menyaksikan sendiri jalannya proses produksi teh mulai dipetik hingga diolah di pabrik.Lalu berlanjut kunjungan ke areal perkebunan teh Goal Para di Sukabumi Jawa Barat.

Pabrik teh Goal Para Sukabumi memproduksi teh untuk pasar dalam negeri dan sebagian diekspor ke pasar dunia. Rasa teh produksi kedua perkebunan ini sama manisnya bila dicampur dengan 1 sendok gula pasir dan dihidangkan hangat-hangat ditemani jagung rebus dalam dinginnya udara perkebunan yang berkabut di malam hari. Teh hitam yang biasa kita konsumsi pada awalnya melewati proses fermentasi yang berlangsung penuh sehingga daun teh berubah menjadi hitam dan memberi rasa khas. Sedangkan teh hijau dengan kandungan tanic acid berfungsi sebagai antiinflammatory untuk membantu mengatasi sakit panas.

Selanjutnya teh oolong yang melalui setengah bagian dari proses fermentasi, Teh ini bisa mengalami berbagai variasi proses oksidasi tergantung dari tipe oolongnya. Sementara jenis teh putih hanya menggunakan daun teh yang masih sangat muda dipenuhi bulu putih pendek atau bulu halus. Tentu saja kenikmatan minum teh hangat sebagai minum pembatal puasa pada prolog naskah ini adalah mendapatkan kesegaran setelah 1 hari berpuasa.

Rasa dan aroma teh memang telah berhasil membius lidah banyak orang. Lebih dari itu minuman ini juga dinilai oleh banyak orang mampu memberi manfaat seperti mengusir rasa kantuk dan lelah. Ngantuk karena jadwal tidur yang berubah saat berpuasa dan lelah setelah seharian beraktivitas di bulan puasa. Saat ini teh tersedia dalam bentuk kemasan dan rasanya pun semakin beragam. Mulai yang langsung dicampur bersama air panas, diseduh sebelum dinikmati, dicelup hingga teh kemasan yang langsung diminum.

Bagi Anda penikmat teh yang super sibuk dengan pekerjaan atau dalam perjalanan sementara dahaga sudah tidak tertahankan....eit tunggu waktu berbuka puasa dulu ya?...dan ingin segera mencicipi teh dingin , maka teh dalam kemasan dapat langsung diminum dan begitu simpel cara penyajiannya. Teh ini sudah tersedia dalam kemasan kotak.

Sebentar lagi bedug berbuka puasa tiba. Tak ada salahnya sehat ala reiki mengajak Anda terlebih dulu untuk mempersiapkan diri dengan membuat minum teh panas hangat ( terserah merknya ) dicampur 1 sendok makan gula pasir sebagai minuman pembatal puasa. Mari kita sama-sama minum teh panas hangat terlebih dulu ya? Saya doakan semoga puasa Anda hari ini mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Read More..

LIPUTAN KAWAH IJEN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 07 Februari 2009 5 komentar




Begitu menerima tugas untuk membuat film dokumenter Kawah Ijen di Bondowoso, sehat dengan reiki lalu mengumpulkan bahan liputan dan menyiapkan shooting script sebagai acuan pengambilan gambar di lokasi shooting. Study kepustakaan bersama Mas Tuteng(alm)yang bertindak sebagai Pengarah Acara,saya mempersiapkan naskah liputan. Mass Suwito selaku Penata suara mempersiapkan Tape Recorder Sonny Portable sebagai pengganti Nagra untuk merekam suara berikut pita 1/4 inchi dan Mas Alfian sendiri sebagai Juru Kamera mempersiapkan Kamera Film 16 mm Arri SP. Adapun materi film yang digunakan Fuji dan Kodak ukuran 400 feet dan 100 feet.

Persiapan ini memang ribet sekali mengingat lokasi liputan berada di Pegunungan Ijen dan untuk mencapai ke lokasi memerlukan tim kerja yang tangguh sehingga perbekalan yang dibutuhkan sejak di Jakarta hingga Banyuwangi harus cukup mendukung kelancaraan liputan nantinya. Sementara Mas Hasyim Abubakar yang bertindak sebagai Penata lampu menyiapkan seperangkat lampu beserta bateray dan chargernya.Menunggu SPO ( Surat Perintah Operasional ) keluar saya memperbaiki shooting script dan menyusun rund down liputan.

Ada pun lokasi liputan berada di 2 Kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso, diputuskan lebih dahulu membuat liputan di Markas Penambang Belerang di Tamansari Banyuwangi dan meliput kegiatan penambang belerang memasak belerang di pabrik ini. Setelah liputan ini selesai baru melangkah ke Ijen apakah akan lewat Banyuwangi atau Bondowoso.Tanggal 12 September 1989 sore dengan kereta api Bima kami berangkat ke Banyuwangi melalui Surabaya. Esok sore (13/9) sekitar jam 17.00 rombongan petualang ini tiba di Banyuwangi setelah menempuh jalan darat dari Stasiun Gubeng selama 10 jam melewati Jatiroto dan Jember.Perjalanan yang melelahkan namun mengesankan sebagai perjalanan petualangan.

Liputan gambar dibuat jumping scene.Pertama, liputan di areal penampungan belerang di Tamansari, Licin Banyuwangi selama 2 hari.Di areal pabrik pengolahan belerang ini, semua bongkahan belerang dari dasar Kawah Ijen diolah. Cara pengolahan belerang ini dengan cara membersihkan bongkahan belerang dari pasir yang menempel dan memasukkan bongkahan ke dalam kuali/wajan raksasa. Dipanasi dengan kompor minyak tanah bongkahan belerang satu persatu dimasukkan ke wajan. Setelah bongkahan belerang mencair jadilah adonan cairan belerang yang siap dituangkan ke wadah kecil berukuran 15cm x 10cm. Agar adonan cair dalam wadah ini segera membeku maka perlu dijemur di bawah sinar matahari. Penjemuran ini bisa berlangsung seharian tergantung cuaca di pabrik itu.

Di areal pabrik pengolahan belerang ini juga terdapat gudang tempat penyimpanan cetakan belerang yang sudah mengeras dan dibungkus dalam karung-karung plastik dan siap dipasarkan di antaranya ke Industri Farmasi dan Pabrik Gula. "Lho...kok pabrik gula? Untuk apa belerang itu di bawa ke pabrik Gula?" Mari sehat dengan reiki ajak ke Prajekan Bondowoso.

Liputan berikutnya mengunjungi Pabrik Gula Prajekan Bondowoso. Di Pabrik ini, belerang produksi Kawah Ijen dipakai untuk campuran pembuatan gula pasir. Prajekan Bondowoso tempat pabrik gula ini berada,berada di ruas jalan raya antara Situbondo ke arah Bondowoso. Lori-lori pengangkut tebu menumpahkan muatannya ke sebuah bak penampungan. Bak penampungan tebu lalu bergerak menuju mesin penggilingan.

Tebu lalu digiling sampai lumat berikut kulit dan sisa akar tebu yang menempel di batangnya. Hasil pelumatan batang tebu yang berton-ton beratnya ini berupa bubur cairan tebu yang berwarna hitam pekat. Melalui sistem jaringan kerja pengolahan tebu menjadi bubuk gula barulah cetakan-belerang Kawah Ijen ini dicampurkan ke bubur tebu yang sudah dilumatkan mesin penggiling dan membuat gula pasir menjadi putih keperakan laksana intan yang cemerlang tertimpa sinar matahari.

Sebelum nenuju kawasan Kawah Ijen rombongan bermalam di Bondowoso dan esok siangnya berangkat Ke Sempol, sebuah kawasan Perkebunan Teh yang mempunyai Villa peninggalan Amtenar Belanda dan mempunyai fasilitas kolam air panas belerang yang baik untuk kesehatan kulit manusia. Inilah route ke kawasan kawah Ijen beserta jarak km yang bisa ditempuh.

WISATA KAWAH IJEN

Kawasan Wisata Kawah Ijen terletak di tengah area cagar alam Kawah Ijen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso Kecamatan Klobang dan Kecamatan Licin wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kawah ini berupa danau berwarna hijau tosca yang berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah itu berdinding kaldera setinggi 300-500m.

Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari manusia.
Kawah ini memiliki luas sekitar 5.466 hektar. Air kawah itu cukup tenang dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pemandangan di sana terlihat begitu menakjubkan di pagi hari. Air kawah yang volumenya sekitar 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius itu memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen.

Untuk mencapai Kawah Ijen dapat ditempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.

a. Lewat jalan utara
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

b. Lewat jalan selatan
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk pengangkut belerang setiap hari.

Di Perkebunan Teh Sempol sehat dengan reiki dan kerabat kerja bermalam.Dinginnya udara Perkebunan Teh Sempol membuat rombongan menggigil kedinginan.Ketukan palu besi yang dipukul Satpam Perkebunan Teh menandakan waktu menunjuk jam 12.00 malam, membangunkan kami dari peraduan.Rombongan berangkat ke Kawah Ijen menggunakan truk pengangkut daun teh. Jam 01.00 dinihari kami mulai berangkat menuju Pos Paltuding. Sebuah Pos persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan mendaki punggung Gunung Ijen.

Tiba di Pos Paltuding kami mulai berbagi tugas. Menyewa porter penambang belerang yang hendak naik ke Ijen adalah salah satu cara meringankan beban bawaan peralatan shooting. Setelah tarip disepakati, kami menyewa jasa penambang belerang untuk mengangkut tripot kamera, box lampu film dan kabel. Sedangkan peralatan Kamera dan Tape Recorder Sonny kami bawa sendiri. Dengan menggunakan senter kami mulai merayap naik Ijen. Sungguh perjalanan yang melelahkan di tengah dinginnya udara Ijen dinihari itu.

Melalui jalan setapak di mana kanan dan kiri jalan ini menganga jurang dalam dan hanya dipagari pohon pinus dan cemara hutan, kami tiba di Pos Bunder menjelang Subuh. Pos Bunder disebut juga Pos Pengairan merupakan pos peristirahatan penambang belerang sebelum meneruskan pendakian ke bibir kawah Ijen.Pos Bunder merupakan tempat mencatat berat belerang yang dipikul penambang dari Kawah Ijen. Setelah bongkahan belerang ditimbang lalu dipikul turun gunung menuju Pos Pal Tuding. Di tempat ini juga disediakan warung yang menjual kebutuhan pokok pengunjung Kawah Ijen.

Pemandangan alam apa saja yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan merayapi punggung Gunung Ijen?

Secara umum tipe hutan di kawasan Cagar Alam / Taman Wisata Alam Kawah Ijen dibagi menjadi 3 berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan air laut, yaitu hutan hujan pegunungan, hutan hujan pegunungan tinggi, dan hutan hujan Sub Alpin.

Hutan hujan pegunungan umumnya didominasi oleh pohon–pohon dari famili Hamammelidaceae, Fagaceae, Magnoliaceae, Ericaceae, serta Coniferae. Hutan hujan pegunungan dibagi menjadi hutan pegunungan basah dan hutan pegunungan kering, didominasi oleh Cemara gunung (Casuarina junghuhniana) yang sebarannya merata dan merupakan ciri khas dari tegakan dataran tinggi.

Potensi flora yang terdapat dalam kawasan Cagar Alam /Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang telah teridentifikasi sebanyak 94 jenis, terdiri dari semak (29 jenis), rumput (24 jenis), herba (13 jenis), pohon (12 jenis), epifit (9 jenis), dan perdu (7 jenis). Semak didominasi oleh Euphatorium dan Eidelweiss yang tingginya mencapai 5 m.

Flora di Kawah Ijen.

1.Eidelweiss
Eidelweiss atau yang sering dikenal orang dengan nama bunga abadi merupakan tumbuhan khas CA/WTA Kawah Ijen. Eidelweiss merupakan tumbuhan perintis yang mampu hidup di daerah yang minim zat hara, bahkan di daerah yang pernah terbakar. Meskipun berada di puncak kawah, Eidelweiss tetap dapat berbunga. Ada empat jenis Eidelweiss yang ditemukan di CA/TWA Kawah Ijen, yaitu jenis Anaphalis javanica, A. Maxima, A. Viscida, dan Gnaphalium sp. Eidelweiss yang ditemukan di CA/TWA Kawah Ijen ini ada yang mencapai tinggi 5 meter dan keberadaannya terbatas disekitar kawah.

2.Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana)
Merupakan tumbuhan asli di kawasan CA/TWA Kawah Ijen yang tumbuh didataran tinggi (1.800 – 2.700 mdpl) sehingga dikenal sebagai flora khas penciri Hutan Pegunungan. Diameternya bisa mencapai lebih dari 1 meter dengan ketinggian ± 40 meter. Pada musim kemarau terlihat seperti tidak berdaun (mozaik) dan mudah terbakar. Populasi terbanyak ditemukan di sekitar Banyupait, Cangkringan dan Widodaren.

3.Fasinium (Vaccinium varingiaefolium)
Dikenal juga dengan nama Sentigi Gunung/Delima Montak. Tanaman yang berupa pohon kecil yang berkayu keras ini biasa mendominasi Hutan Sub Alpin. Di kawasan CA/TWA Kawah Ijen hanya ditemukan pada ketinggian diatas 2.000 mdpl, yaitu disekitar Kawah Ijen. Bunganya kecil, berwarna ungu gelap, berbentuk seperti lonceng dan berbau seperti almond. Tangkai daun biasanya berwarna merah. Daun tua berwarna hijau, sedangkan daun muda ungu kemerahan

BELERANG KAWAH IJEN

Sedangkan produk belerang Kawah Ijen sendiri dikatagorikan menjadi:
a. Sublimat belerang.
Sublimat belerang merupakan produk Gunung Kawah Ijen yang sudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam industri kimia. Belerang dihasilkan dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam asap solfatara yang bersuhu sekitar 200 °C. Kapasitas belerang rata-rata sekitar 8 ton/hari . Lapangan solfatara terletak di sebelah tenggara danau Kawah Ijen.

b. Sumber mata air panas.
Sumber mata air panas bertipe asam sulfat khlorida dengan suhu 70 °C dan pH sekitar 2, 6 terdapat didekat lapangan solfatara Ijen. Sedangkan air panas netral bertipe bikarbonat dengan suhu sekitar 45 ° terdapat di dalam kaldera Ijen sebelah utara yaitu di Blawan, Kabupaten Bondowoso

c. Air Danau Kawah Ijen
Danau Kawah Ijen merupakan reaktor multi komponen yang didalamnya terjadi berbagai proses baik fisika maupun kimia antara lain pelepasan gas magmatik, pelarutan batuan, pengendapan, pembentukan material baru dan pelarutan kembali zat-zat yang sudah terbentuk sehingga menghasilkan air danau yang sangat asam dan mengandung bahan terlarut dengan konsentrasi sangat tinggi. Air danau kawah Ijen dapat dibuat gipsum dengan cara menambahkan kapur tohor kedalamnya. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan di BPPTK tiap 1 liter air kawah Ijen yang direksikan dengan kapur tohor secara stokiometri menghasilkan 100 gram gipsum.

d. Lapangan Gipsum/anhidrit
Pembentukan gipsum/anhidrit terjadi di bawah dam Kawah Ijen yaitu di hulu Kali Banyupait. Air danau kawah yang mengandung sulfat dengan konsentrasi tinggi merembes dan atau melewati batuan sehingga terbentuk gipsum. Batuan disini berfungsi sebagai sumber kalsium. Dengan adanya proses penguapan/pemanasan di permukaan gipsum yang terjadi dapat kehilangan airnya sehingga membentuk anhidrit.

e. Batuan vulkanik terutama batu apung
Batu apung banyak ditemukan disekitar danau kawah Ijen terutama di hulu Kali Banyupait.

f. Objek Wisata dan studi vulkanologi
Gunung Danau Kawah Ijen selain menarik dijadikan sebagai objek wisata juga sangat menarik untuk studi geologi dan geokimia

Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka nikmati mulai dengan cara berkemah di Paltuding. Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal menunjukkan bahwa keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik.

Di Puncak Gunung Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.

Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen yang selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat dan mengiritasi saluran pernafasan ini merupakan objek wisata yang tak pernah terlewatkan untuk didatangi, bahkan tempat ini disiang hari tak pernah sepi karena selalu terdapat penambang belerang yang mengambil dan mengangkut/memikul sublimat belerang sampai di Paltuding.

Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana sering rusak karena terjadi longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.

Terjadinya rembesan yang terus menerus ini mengakibatkan terjadi proses pembentukan gypsum dari hasil reaksi sulfat yang terkandung dalam air danau dengan senyawa Kalsium baik dari air tersebut maupun dengan Kalsium dari batuan yang dilewati dan proses penguapan yang juga mempercepat pembentukannya. Lapangan Gipsum dapat menjadi salah satu objek wisata yang menarik bila dikelola secara professional.

Fajar telah menyingsing di ufuk timur. Dengan sinar mentari yang lembut menerpa kawasan taman nasional Gunung Ijen tibalah kami di Puncak Ijen. Menatap bibir kawah bersama rombongan penambang belerang, sehat dengan reiki mulai turun merayapi dinding kawah.Mas Alfian selaku juru kamera mulai mengarahkan angle kameranya ke rombongan penambang yang turun merayapi dinding kawah yang terjal.

Untuk keperluan editing film ini kamera mengarah ke seluruh angle dinding-dinding kawah berikut kaldera batu cadasnya yang tegak berdiri di atas air danau kawah Ijen. Format gambar Long shot-Medium Shot- Bird Eyes View, Close Up wajah penambang mewarnai adegan ini.Silih berganti penambang yang turun ke dasar kawah dan penambang yang naik merayap dinding kaldera kita shot sebanyak-banyaknya."Mumpung cuaca cerah dan matahari baru naik kita manfaatkan moment ini," kata si Mas kameramen ini.

Mas Suwito sendiri bersama Bapak Soepomo,Ka Humas Pemda Tk. II Bondowoso ternyata telah dampai di dasar kawah dan merekam suara aktifitas penambangan belerang di pagi itu. Bunyi dentingan linggis memecah bongkahan belerang kami dengarkan melalui pesawat HT yang kami bawa. Bunyi serokan sekop dan ketukan palu memecahkan bongkahan belerang bertalu-talu terdengar suaranya memantul di dinding kawah. Dengan iringan dentingan suara palu itulah perjalanan turun ke dasar kawah dimulai.

Untuk melengkapi stok-shot di editing nanti, kami bergantian mengambil gambar penambang belerang yang turun merayap. Ukuran gambar Close Up (CU) kaki penambang yang merayap di dinding kaldera kawah, ekspresi wajah penambang yang memikul belerang dalam perjalanan naik dinding kaldera kawah kami ambil juga gambarnya. Silih berganti rombongan penambang yang turun dan naik dinding kaldera kawah mewarnai adegan ini. Bunyi derit pikulan yang dipanggul penambang juga sudah direkam suaranya oleh Mas Soewito.

Ketika melewati cekungan dinding batu menjelang dasar kawah, Mas Hasyim mengarahkan sorot lampunya ke Pak Warno, seorang penambang yang kita sewa sebagai guide sekaligus talent (pemain film). Wajah Pak Warno yang hitam legam dengan tonjolan punuk di punggung kanannya kita wawancara. Beliau berasal dari Desa Taman Sari dan sudah menambang belerang selama 5 tahun. "Kulo sampun mpikul lirang muniko gangsal tahun. Namung saged mbeto 80 Kg. Upahipun per kilo Rp. 300,-. Sedinten puniko kulo angsal upah Rp. 24.000,-",katanya lirih dalam wawancara ini. ( Saya sudah bekerja memikul belerang ini 5 tahun. Saya hanya sanggup memikul 80 kg saja. Upah 1 kg Rp. 300,-. Dalam 1 hari kerja menerima upah Rp. 24.000,- )

Wawancara juga dilakukan dengan penambang lain dengan background air Kawah Ijen yang berwarna Hijau Lumut. Bapak Samsuri nama penambang ini mengingatkan kita agar jangan sekali-kali mencelupkan jari tangan atau pakaian kita ke air asam belerang kawah itu. "Jari tangan bisa melepuh dan terbakar, mengingat suhu air kawah itu 200 derajat Celcius." katanya. Wawancara berlangsung dengan tiupan angin kencang yang mengarahkan uap belerang kewajah kita. Semua terbatuk-batuk karena mencium bau belerang yang menempel di baju. Adegan penambangan belerang Kawah Ijen kita shoot sebanyak-banyaknya kendatipun arah angin tidak menentu datangnya.Di areal dasar kawah ini bau belerang sangat menyengat dan menyesakkan dada untuk bernafas.

Di dasar kawah Ijen ini puluhan penambang bekerja. Mereka adalah pahlawan keluarga dalam arti sesungguhnya. Mereka berjuang mengais rejeki dari perut kawah gunung Ijen. Dentingan palu godam, linggis, serokan sekop memecah bongkahan belerang adalah atmosfir kehidupan sehari-hari mereka. Mereka akrab dengan alam ini dan masih banyak Pak Warno-Warno lain yang pagi hingga siang itu menangguk rejeki dari kemurahan alam Kawah Gunung Ijen. Mereka tidak mengeluh karena sadar bahwa Belerang Kawah Ijen ini adalah sumber periuk dia dan keluarganya.

Dalam perjalanan turun gunung rombongan penambang belerang berhenti di Pos Pengairan Bunder. Pos pertama tempat pikulan belerang di timbang. Di sini pula adegan penimbanan belerang diambil gambarnya. Close Up wajah penambang, CU deretan angka di meter timbangan dan CU secarik kertas yang berisi catatan berat belerang yang dipikul diberikan kepada para penambang. Selesai men-shoot adegan penimbangan belerang, kami mengajak makan siang bersama bapak penambang. Menikmati sepiring mie rebus,nasi bungkus dan roti yang kita borong di warung Pos Bunder ini, air mineral dalam kardus pun dibagikan.Di bawah teduhnya pohon pinus dan cemara hutan kami makan siang bersama. Sungguh kebersamaan yang bersahaja di siang hari itu.

Sambil menikmati semilirnya angin yang berhembus di sela-sela pohon pinus, kami mengemasi peralatan shooting. Saat itu pula Petugas Penimbangan Belerang membagikan selembar kertas berisi catatan berat belerang yang ditambang satu persatu kepada penambang. Lembar catatan berat belerang inilah yang dijadikan bukti pembayaran upah kepada penambang di Desa Taman Sari tempat pengolahan belerang Kawah Ijen berada.

Sekalipun upah yang diterimanya tidak seberapa bila dibanding resiko yang dihadapi dengan merayap, mendaki, menurun, memecah belerang, mengangkut belerang merayapi naik dinding kaldera kawah dan memikul belerang seberat 80-100 Kg pulang ke Taman Sari, mereka tetap bersahaja, gembira dan terus guyonan dalam perjalanan menuruni Kawah Ijen. Sambil uro-uro gending Osing Banyuwangi rombongan penambang belerang ini menyanyikan lagu itu. Sayang sehat dengan reiki tidak paham arti gending uro-uro itu. Apakah uro-uro berisi getirnya hidup ini karena harus kerja keras, hanya Pak Warno dan Pak Samsuri saja yang tahu.

Akhirnya di Paltuding inilah kami berpisah. Setelah membayar honor main film kepada rombongan bapak penambang ini,mereka pamitan.Di pos inilah tadi malam kita bertemu, membuat janjian liputan, menjadi nara sumber sekaligus talent (pemain film) dan sama-sama menjejakkan kaki di dasar Kawah Condrodimuko Gunung Ijen. Pelan-pelan rombongan Pak Warno dan teman-teman penambang menghilang dari pandangan kami.

Mereka bergerak pulang berjalan kaki ke Taman Sari Banyuwangi sambil memikul belerang di punggungnya. Ada yang beratnya 70 kg hingga yang terberat 1 kwintal. "Selamat jalan Pak Warno, Pak Samsuri dan Bapak lainnya....sampaikan salam kami untuk keluarga di rumah."

Sumber : edited dari:
- Photo by Hendra W Saputro dan Solihin.
- Brosur “Cagar Alam / Taman Wisata, Kawah Ijen” Balai Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.
- Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunung api, Direktorat Vulkanologi, Bandung.
- Sutaningsih, N. E. dkk , 2001, “Penyelidikan Pengaruh Unsur Vulkanik G. Ijen, (Penyelidikan Kimia Gas dan Survey Kependudukan Awal DI Gunung Ijen)”, Laporan Proyek, BPPTK, Yogyakarta
-Film dokumenter Wisata Kawah Ijen produksi TVRI Jakarta 1989
-http://www.info-wisatalam.blogspot.com/

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.