ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label daun jati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun jati. Tampilkan semua postingan

BOTOK TAWON MAKANAN KHAS CARUBAN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 27 Maret 2010 0 komentar

Sahabat sehat bersama Waskita Reiki tentu mengenal daerah Caruban Jawa Timur. Daerah ini cukup populer bagi orang yang biasa berkendara lewat jalur tengah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur atau pun sebaliknya. Daerah Caruban alamnya begitu hijau dengan tumbuhan jati dan tanaman tumpang sari milik penduduk desa di mana saat musim kemarau tiba banyak daun jati berguguran menyisakan batang pohon jati yang meranggas. Itulah berita seputar Caruban yang dalam peta ilmu bumi letaknya dekat kota Madiun Jawa Timur.



Saat berkendara bersama keluarga di minggu pertama Lebaran 2009 kemaren, sehat bersama Waskita Reiki melintas di wilayah ini dalam perjalanan menuju rumah kerabat di Tulungagung. Hanya saja karena masih dalam suasana Lebaran, kedai botok tawon masih tutup . Kami pun tidak bisa mencicipi makanan khas Caruban yang terkenal dengan menu botok tawon sebagai lauk pelengkap nasi putih. Keinginan untuk mencicipi botok tawon pun urung hingga kami sekeluarga pulang ke Jakarta. Nah....fantasi mencicipi botok tawon ini pun berlalu sudah hingga akhirnya ada laporan rekan Setyo Rahmawanto dari Televisi Jawa Timur ( 21/03) yang mewartakan seputar botok tawon makanan khas Caruban ini.




Sarang lebah membentuk koloni di mana sarang lebah dan anak lebah dibuat sayur.


Anda tentu mengetahui bahwa tawon membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Selain madunya diambil, tawon atau lebah bisa juga dimanfaatkan untuk lauk pauk peneman nasi putih pulen yang terhidang di atas meja. Di Caruban ini ada sebuah depot menu spesial yaitu botok tawon. Menyantap botok tawon layaknya kita menyantap menu botok petai cina terasa lebih enak jika menggunakan nasi putih hangat. Apalagi ditambah lauk pauk seperti ikan gurame atau pun kikil. Namun jika lauk ini tidak ada, menyantap botok tawon saja plus nasi putih pulen sudah luar biasa enaknya.



Untuk bisa mencari depot yang menyajikan botok tawon tidaklah sulit. Nyonya Lani Setiyani pemilik depot botok tawon sudah akrab dengan menu yang satu ini membuka warungnya yang terletak 50 meter arah barat Pasar Caruban. Nyonya Lani menuturkan memasak botok tawon seperti halnya memasak botok hampir semua bumbu yang digunakan sama. Bumbu yang digunakan antara lain garam, kemiri, tomat, lombok, kelapa yang sudah diparut lembut dan sedikit gula. Yang membedakan dengan botok lainnya hanyalah bahan utama yaitu sarang tawon atau lebah madu.



Tak heran jika botok tawon jika botok tawon sedikit mahal dibanding dengan botok petai cina misalnya. Sebab untuk bisa mendapatkan sarang lebah madu, harus ada yang menyediakan bahan ini. Umumnya mengandalkan kepada peternak lebah madu yang membudidayakan sarang lebah madu atau ada petugas khusus yang berburu sarang lebah madu di hutan jati wilayah ini. Sementara untuk memasaknya hampir sama dengan cara memasak botok petai cina.



Nyonya Lani menuturkan cara memasak botok tawon yaitu bumbu disiapkan, lalu dihaluskan. Setelah halus dicampur dengan irisan sarang tawon berbentuk kubus kecil. Adonan bumbu dan sarang tawon ini lalu dibungkus menggunakan daun pisang lalu dimasak hingga matang. Setelah matang, botok tawon diangkat dan siap disantap. Sri Mulyani koki yang membuat botok tawon di kedai ini menuturkan bahwa ia sudah menggeluti pekerjaannya ini selama 2 tahun. Bagi Anda pencinta kuliner jalanan jika kebetulan berkendara lewat Caruban silakan mampir menikmati menu special botok tawon bersama keluarga Anda. Harganya cukup murah....silakan mampir sambil mencicipi Es Kelapa Ijo Muda.


Lebah membuat sarang pada dahan pohon randu hutan di ketinggian sekitar 50 meter.

Read More..

ULAT BERUBAH KEPOMPONG UNTUK LAUK PAUK

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 13 Desember 2009 3 komentar

Hutan wilayah K-R-P-H Tretes sebagai hutan tropis juga menyediakan alam yang indah untuk dikunjungi. Letaknya bukan di Kalimantan tetapi masih di wilayah Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Temayang Bojonegoro. Saat ini sebagian warga Desa Kedungsari sering mendatangi hutan itu bukan untuk mencari kayu bakar apalagi piknik melainkan mencari ulat dan kepompong untuk dijual dan dimakan sendiri.

Setiap awal musim penghujan yang datang di akhir tahun, warga desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang mayoritas warganya mencari batu sebagai gantungan hidup untuk saat ini beralih profesi dadakan sebagai pengumpul kepompong. Di dalam hutan ini sejumlah wanita desa sedang mencari kepompong secara beramai-ramai. Pasalnya setiap musim penghujan tiba daun jati muda tumbuh dan pada saat bersamaan muncul ulat yang menggerogoti daun jati.

Sebagian ulat yang menggerogoti daun jati jatuh ke permukaan tanah. Jumlahnya bisa mencapai jutaan berserakan di sela-sela tanaman jati hutan dan menempel di daun jati yang rontok ke tanah. Ulat-ulat yang jatuh ini bersembunyi di balik berserakannya daun kering. Kondisi ini oleh warga setempat ditengarai terjadi di musim labuh awal musim hujan tiba. Warga desa itu mengaku sudah tiga hari mendatangai hutan jati. Dua atau tiga hari lagi kemungkinan kepompong itu berubah menjadi kupu-kupu.

Lantas untuk apa kepompong yang jumlahnya ribuan itu mereka kumpulkan ramai-ramai di tengah sunyinya hutan jati sekitar tempat tinggal mereka? Mereka mengaku kepompong yang telah dikumpulkan lalu dimasak oseng-oseng atau dimasak sayur asem-asem. Karena bisa dimasak, pencari kepompong itu merasa bisa mengirit biaya hidup keluarganya. Biasanya mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli tempe atau tahu sebagai lauk santap makan tapi kali ini cukup dengan oseng-oseng kepompong dan sayur asem-asem sudah cukup terpenuhi keperluan lauk harian.



Kawasan hutan jati di pegunungan kapur utara wilayah Bojonegoro ketika peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Bila warga desa ini mendapatkan banyak kepompong dan tidak dikonsumsi mereka menjualnya ke orang lain. Harga per satu wadah mencapai sepuluh ribu rupiah. Bahkan para pembeli banyak mendatangi tempat mereka mencari kepompong di dalam hutan jati. Namun disadari oleh warga setempat bahwa mencari kayu bakar atau kepompong mengandung resiko bahaya sebab di semak hutan belukar ini masih banyak ularnya. Karena itu demi keselamatan dalam menyusuri setiap jengkal areal hutan saat mencari kepompong dan ulat, warga memilih mencari kepompong secara bergerombol.


Dengan padanan bumbu bawang putih,merah dan cabe enthung digoreng siap disajikan untuk lauk santap makan malam.


Anda sahabat sehat dengan reiki yang pernah merasakan sayur asem-asem dengan lauk pauk anak lebah muda tentunya bisa merasakan rasa sayur kepompong apalagi dibumbui dengan sedikit cabai dan garam plus 1 butir telor ayam kampung yang diceplok. Ada juga yang membuat tumis kepompong rasa sayur lodeh. Ada juga yang membuat menjadi peyek. Soal rasa kalau boleh menilai paling pas ditumis. Rasanya gurih bercampur asin jadi satu. Lumayan menu dadakan ini bisa menambah protein bagi penduduk desa.




Ungker atau enthung yang terkumpul ada yang berwarna coklat dan hijau pupus. Bahan pembuat menu dadakan warga sekitar hutan jati secara turun temurun.

Sayang musim enthung ini cukup singkat hanya sekitar 1-2 bulan saja waktunya antara Nopember dan Desember. Jika hujan turun lagi secara terus menerus maka ulat dan enthung kembali lenyap menghilang dan hutan kembali menghijau daunnya. Membaca gelagat alam ini kita pantas merenung bahwa Tuhan melalui alam semesta ciptaan-Nya begitu murah memberikan kehidupan terbaik buat manusia. Tinggal manusia sendiri mau berterima kasih atau tidak kepada alam ciptaan Tuhan ini.

Sumber berita: Sahabat sehat dengan reiki Heri Setiawan dari Televisi Jawa Timur ( diedit) dan gambar di http://berandakawasan.wordpress.com/


Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.