Sebagai mahkluk sosial manusia selalu berkomunikasi dengan orang lain baik lisan atau tulisan. Komunikasi dua arah adalah jamak dalam hidup keseharian. Bahkan komunikasi dengan diri sendiri pun setiap orang mampu melakukannya. Apakah komunikasi diri sendiri penting dalam dalam hidup ini? Sehat dengan reiki jawab bahwa komunikasi ke diri sendiri yang saya istilahkan "self talk" sangat penting dalam kaitannya dengan peranan alam bawah sadar yang begitu peka merespon apa yang menjadi niat kita.
Alam bawah sadar sangat polos. Dia akan menerima apa adanya dari produk yang kita pikir dan rasakan. Jika kita berpikiran positip maka yang akan muncul adalah pikiran dan perasaan positip yang output nya pun kondisi positip. Oleh karena itu berpikiranlah positip dalam setiap tindakan. Kebalikan dari berpikir positip adalah pikiran negative. Misalnya contoh sederhana dan setiap orang tanpa sadar pernah memikirkan yaitu pikiran negative masalah penyakit dalam diri sendiri.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kerja otak manusia selalu repetitip dari detik ke detik. Repetitip atau pengulangan yang sering kita pikirkan jika negative maka hasilnya pun negative. Dengan kata lain untuk melawan rasa sakit yang ada dalam tubuh kita maka kita membiasakan diri untuk mengulangi sesering mungkin kalimat affirmasi misalnya, "Saya hari ini sehat...,sehat...,sehat...,saya merasa sehat." Itulah kalimat positip yang seharusnya kita rancang dan ucapkan dalam tindakan sehari-hari kalau ingin tubuh ini sehat.
Sebaliknya pada saat tubuh kita kurang sehat sebaiknya jangan membicarakan apalagi merasakan masalah sakit. Memang tindakan ini kelihatannya kejam apalagi membicarakan sakit diri sendiri saja dilarang. Tindakan ini berlawanan dengan sikap banyak orang yang justru membicarakan penyakit beserta segala keluhannya di saat tubuh mereka kurang sehat. Kita ambil contoh lagi dalam kasus pikiran negatife yang sudah terbiasa kita lakukan, misalnya penggunaan kata-kata "jangan" terhadap kelakuan anak kita.
Misalnya kita berkata kepada anak kita, "Jangan naik pohon nanti jatuh. Jangan nonton televisi dekat-dekat nanti matamu sakit. Jangan main air hujan nanti masuk angin." Semakin sering kita menggunakan kata jangan dengan sendirinya akan menambah memori negative "kata jangan" ke dalam pikiran alam bawah sadar kita. Akibatnya dalam tindakan nyata kata jangan bukan mustahil akan terbukti dengan jatuhnya anak kita dari pohon, masuk angin dan mata sakit karena nonton televisi dari dekat. Pengalaman ini sudah sering terbukti dalam kondisi keseharian kita. Langkah bijaksana dan sedikit menasehati terhadap anak kita yang bandel misalnya mengucapkan, "Hati-hati ya turun dari pohon, hari hujan sebaiknya berteduh, pancaran cahaya pesawat televisi sangat menyilaukan mata sebaiknya nonton televisi di sebelah sini saja".
Kembali ke affirmasi "kata sehat" bila orang ingin tahu kuncinya adalah melakukan self healing tetapi dengan cara self talk. Sesuatu yang pas atau cocok dalam self healing ini belum tentu cocok dengan orang lain. Mengingat setiap orang unik dan bersifat pribadi. Demikian halnya dengan cara berkomunikasi dengan diri sendiri. Bentuk self talk memang tidak selalu ucapan verbal yang bisa kita dengar. Ia merupakan bentuk komunikasi baik ucapan diri sendiri dengan mulut maupun ide dan beragam pikiran yang melintas ke ruang lingkup pusat kesadaran kita adanya dalam pusat alam bawah sadar.
Deepak Chopra seorang ahli pengobatan tradisional India menyatakan bahwa setiap hari seorang manusia dapat berbicara kepada diri sendiri sebanyak 55.000-60.000 kali. Sayang sebagian kalimat yang diucapkan sebanyak 77% bersifat negative dan cenderung melemahkan diri sendiri kita. Misalnya mengeluhkan rasa sakit yang tengah kita derita. Demikian pula saat dalam hati kita berbicara kepada orang lain, tanpa disadari kita sedang melakukan unconscious dialog pada orang tersebut. Pikiran kita langsung mengirimkan sinyal kepada orang yang tengah kita pikirkan. Ibaratnya pikiran ini bekerja seperti ponsel yang tengah mengirimkan sinyal di gelombang tertentu.
Bagaimana halnya bila kita mendengarkan keluhan dari sahabat sehat bersama reiki tentang penyakitnya? Saat Anda mendengarkan keluhan penyakit ini dan mulai berpikir, artinya Anda memberikan pikiran, fokus dan energi pada penyakit mereka. Jangan kaget bila akibatnya sahabat ini tak kunjung baik penyakitnya malahan kita sendiri juga mulai kurang nyaman. Sebaiknya bila kebetulan bertemu dengan sahabat kita yang tengah sakit dan mengeluhkan penyakitnya, Anda dapat membantu dalam hati kalimat affirmasi positip,"Kamu luar biasa hari ini, kamu sehat...kamu sehat...kamu sehat..."
John Demartini mengatakan bahwa rasa cinta serta rasa syukur akan melarutkan semua perasaan negative dalam hidup ini terlepas dari apa pun bentuk yang telah menjadi perwujudannya. Demikian pula terhadap penyakit, cinta dan syukur perlahan memupuskannya. Begitu Anda mulai berpikir maka perasaan Andalah yang dapat merasakannya. Jadi mari kita terus menerus berpikiran positip dalam setiap tindakan kita. Apabila terlanjur berpikiran negative "jangan-jangan-jangan" misalnya...segera hapus affirmasi negative ini dan gantilah dengan affirmasi positip.
Hidup sehat dengan reiki dan tentunya Anda semua yang berkunjung ke blog tentu mengenal istilah detoksifikasi. Berbagai ulasan di media cetak banyak membahas detoksifikasi yang dikaitkan dengan hidup sehat lagi awet muda. Memang hidup sehat awet muda adalah dambaan tiap insan manusia. Sementara kita ingin hidup sehat secara pararel penyakit juga datang menyergap setiap saat. Bagaimana ini bisa terjadi?
Kita tahu gangguan penyakit tidak selalu dari luar tubuh, tetapi bisa datang dari dalam tubuh sendiri. Nah gangguan penyakit yang datang dari dalam tubuh sendiri antara lain toksin (racun) di dalam darah yang diakibatkan antara lain oleh konsumsi makanan yang tidak sehat. Racun yang datang dalam tubuh bisa menimbulkan gangguan kesehatan bila dibiarkan terus menumpuk.
Menurut Dr. Bakri dari Vivari Healing sebagaimana ditulis dalam gaya hidup sehat, sebenarnya tubuh manusia mempunyai kekuatan penyembuhan sendiri jika kita bisa menjaganya dengan baik. Karena itu berbagai cara dilakukan setiap orang untuk mendapatkan kesehatan yang murah bila kita tahu cara mendapatkannya. Sehat secara paripurna salah satu caranya yaitu mengeluarkan seluruh racun dari dalam tubuh. Istilah medis yang sering kita dengar adalah detoksifikasi.
Detoksifikasi secara alamiah dilakukan tubuh untuk mengusir penyakit keluar tubuh melalui cairan keringat, tinja, urine juga pernapasan. Di samping mengusir racun keluar dari tubuh, detoksifikasi juga berguna untuk meningkatkan imunitas dan membuat kulit mulus. Zat-zat yang bersifat racun berasal dari ampas makanan karena tidak tercena dengan baik, zat makanan aditif, alkohol, udara tercemar bahkan pikiran dan emosi negatif harus dikeluarkan segera dari dalam tubuh. Zat-zat tadi bersifat racun karena itu secara teratur setiap hari dibuang melalui sistem pembuangan tubuh.
Karena detoksifikasi terjadi setiap hari maka liver berperan penting dalam proses detoksifikasi. Lever adalah pusat detoksifikasi di dalam tubuh yang menetralkan semua racun tubuh. Bila fungsi lever menurun gejala yang kita rasakan adalah kepala terasa berat, mudah lelah, lapar, mual, kembung, masuk angin, otot pegal, kramm, kesemutan, rambut rontok, berat badan naik, kadar kolesterol dan asam urat naik. Wah kalau begitu gawat ya? Betul...
Segera perhatikan menurunnya fungsi lever sejak awal. Tanda-tanda menurunnya fungsi lever akan menyebabkan penyakit degeneratif. "Penyakit stroke, jantung koroner, tumor, kanker, gagal ginjal, perlemakan dan pengerasan liver, kencing manis, darah tinggi dan penuaan dini", papar Dr. Bakri lebih lanjut. Ada beberapa cara ragam detoksifikasi agar fungsi liver selalu dalam kondisi baik antara lain:
1. Food Detox.
Menghindari makanan berlemak, seperti daging merah atau produk olahan susu atau makanan yang terlalu asin dan manis. Bahan makanan jenis ini dapat memperberat kerja organ pendetoks. Detoks cara ini dilakukan dengan makan buah pepaya, nanas, apel, semangka, melon, anggur, tomat dan wortel. Buah-buahan tadi merupakan sumber antioksidan tinggi yang selain memberi zat gizi, juga berguna membuang racun. Konsumsi lainnya sayuran seperti brokoli, selada air, kacang kedelai, kacang tanah dan buncis. Agar aman sebaiknya buah dan sayur organik sebagai bahan detoks bebas dari bahan kimia.
2. Puasa.
Paling efektif adalah detoks cara ini. Selain ringan dan efektif manfaat puasa sangat berguna untuk perbaikan saluran pencernaan. Ibarat mesin yang terus bekerja sepanjang tahun, ada baiknya selama 1 bulan mesin pencernaan ini kita istirahatkan selama kurang lebih 13 jam setiap harinya dengan berhenti makan dan minum. Berpuasa memberi kesempatan kepada organ-organ yang terkait dengan fungsi detoksifikasi seperti hati, usus besar, ginjal, paru-paru dan kulit dapat diistirahatkan sementara waktu di waktu siang hari di bulan puasa. Dengan puasa sel-sel tubuh leluasa melakukan metabolisme zat-zat di dalam tubuh. Tradisi puasa dengan cara tidak makan dan minum sejak subuh hingga matahari tenggelam. Puasa bisa juga tidak mengkonsumsi garam dan gula sama sekali bahkan hanya makan rebusan umbi-umbian ( ngrowot ) dan membiasakan diri minum air putih matang.
Uraian di atas detoksifikasi ditinjau dari medis kedokteran. Tentu saja masih ada cara lain dari detoksifikasi ditinjau dari gaya hidup sehat ala reiki. Apa itu? Masih menurut Dr. Bakri salah satu cara detoksifikasi di atas adalah membuang pikiran dan emosi negatife tetapi tidak diuraikan caranya. Bagi praktisi reiki cara detoksifikasi alami adalah dengan self healing, healing ke orang lain, meditasi reiki dan metode grounding. Grounding sendiri adalah terhubung seseorang dengan bumi tempat kita berpijak.
Melalui grounding segala pikiran negatife, emosi negatife, energi negatife penyakit yang ada di tubuh kita buang keluar tubuh lewat chakra terdekat. Contoh bila kita membersihkan organ kepala dan isinya, maka energi negatife penyakit kita keluarkan lewat chakra ajna. Demikian pula bila kita membersihkan organ-organ perut atas dan bawah, maka energi negatife penyakit kita keluarkan lewat chakra solar pleksus dan chakra seks.
Pun seluruh organ tubuh yang ada di dalam rongga dada kita bersihkan lalu energi penyakit kita keluarkan lewat chakra jantung. Begitu seterusnya bagian per bagian tubuh kita bersihkan lalu sisa energi penyakit kita keluarkan lewat chakra dasar (bila duduk bersila) atau chakra kedua telapak kaki (bila duduk di kursi tanpa sandaran) masuk ke dalam bumi tanpa merugikan mahkluk lainnya. Energi positip dari tubuh lalu kita kirimkan ke dalam bumi dan bumi membalas mengirimkan energi positif bumi warna hijau untuk kesehatan tubuh jasmani masuk ke sistem tubuh energi kita.
Selanjutnya bila grounding ini rajin kita lakukan setiap harinya maka tubuh akan terhubung dengan cahaya putih dari langit dan cahaya hijau dari dalam bumi dan kedua cahaya ini bersatu di chakra jantung lalu menyebar membuat perisai tubuh dari serangan energi negatife penyakit dan pengaruh negatife orang lain. Tentunya masih banyak metode grounding masing-masing tradisi reiki yang satu sama lain berbeda caranya tetapi hakekatnya sama yaitu menanam segi positif dalam hidup ini dan meniadakan pikiran negatife. Tapi kalau emosi negatife manusia seperti rasa marah, dendam kesumat berkepanjangan, egois dan sikap negatife lainnya sebaiknya tidak terus dipelihara dan kita buang jauh-jauh saja.
Tentunya Anda dan sehat bersama reiki masih terus belajar dalam sisa hidup ini untuk selalu berusaha membuang jauh-jauh sikap negatife tadi. Detoksifikasi adalah membuang racun dari dalam tubuh dari aspek medis. Sedangkan aspek spiritual melalui olah jiwa diantaranya meditasi reiki, muasabah, grounding, self healing dan other healing.
