ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label nyaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyaman. Tampilkan semua postingan

OVER DOSIS ENERGI KITA LAKUKAN GROUNDING.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 14 Januari 2016 0 komentar

Saking seringnya mengakses reiki, terkadang  gudang energi dalam tubuh kita penuh alias over dosis. Untuk itulah agar tak terjadi ketidaknyamanan alias keletihan  pada tubuh fisik, ada baiknya setiap praktisi  reiki banyak melakukan grounding. Yang dimaksud dengan grounding dalam  praktek reiki, ialah mengeluarkan energi berlebih yang juga terkontaminasi oleh energi negatif, untuk keluar tubuh lewat chakra utama yang ikut dibersihkan seiring keluarnya energi negatif.

Grounding pun bemanfaat untuk menyeimbangkan kelebihan energi sehingga jalur Ida dan Pinggala menjadi seimbang kembali. Manfaat lain dari grounding ialah, pembersihan energi negatif yang masuk tubuh penyebab badan menjadi sakit, agar tak terus mengganggu kesehatan tubuh yang sudah ada seiring praktek reiki. Selain itu manfaat grounding adalah mengurangi tingkat stres dengan cara melakukan pembersihan, salah satunya dengan cara duduk manis bersila, rileks dan memfokuskan pada  chakra  mahkota.

Read More..

MENUTUP MATA BANTU PULIHKAN MEMORI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 28 Maret 2015 0 komentar

Anda lupa mengingat detail film yang ditonton, pekerjaan yang dilakukan, atau catatan kuliah? Cobalah tutup mata sejenak dan buat diri Anda nyaman. Berdasarkan penelitian tim dari University Surrey, Inggris yang dipimpin Robert Nash, teknik itu mampu membuat seseorang lebih baik mengingat detail hal-hal yang sudah dilakukan.

" Temuan ini memperkuat temuan sebelumnya bahwa menutup mata membantu seseorang menghilangkan gangguan yang membuat mereka sulit mengingat, " katanya kepada BBC, Jumat ( 16/1 ). Menutup mata membantu seseorang memvisualisasikan rincian segala sesuatu yang mereka coba ingat. Selain itu, menutup mata juga bisa digunakan untuk mengingat informasi audio.

Read More..

NYAMAN DAN DAMAI DALAM KESEHARIAN.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 15 Mei 2013 0 komentar

Ada orang desa begitu  kembali dari kota, mengatakan bahwa hidup di kota besar bagaikan berpacu dengan melodi, eh...bukan berpacu dengan  kecemasan. Maksudnya, cemas ketinggalan angkutan umum yang membawanya ke tempat kerja. Lalu cemas takut bangun  kesiangan dan buru-buru mandi dan berdandan rapi agar sampai kantor tepat waktu.

Kecemasan masih ditambah lagi dengan cemas lainnya, di antaranya cemas menghadapi kemacetan lalu lintas di jalan. Dia takut keserempet mobil di pinggir jalan saat sedang berjalan di trotoar. Saat naik angkutan umum, kecemasan semakin bertambah saat sopir menjalankan kendaraannya ugal-ugalan dengan tancap gas mengejar setoran.

Read More..

JAKARTA DI AKHIR RAMADHAN 1431 H.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 11 September 2010 0 komentar

Kamis siang di saat warga Jakarta yang ada urusan dengan mudik pulang kampung, sehat dengan kundalini reiki bersama kerabat kerja melangkahkan kendaraan dinas menuju Gedung Kementerian Departemen Perhubungan di Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat Kamis siang ( 09/9 ). Perjalanan kami lalui hanya 20 menit dari kantor di Senayan menuju lokasi yang di hari biasa tidak mungkin bisa dicapai dalam waktu 20 menit bahkan bisa 1 jam bila jalanan macet. Maklum di siang Kamis yang cerah itu lalu lintas sangat lengang hanya kendaraan satu dua serta angkutan umum bus melintas di jalanan.



Sungguh kami dalam perjalanan itu merasa nyaman dan berandai-andai jika jalanan selengang itu hanya bisa dinikmati di kurun waktu Jakarta tahun 1970-an. Saat itu tidak ada kemacetan berlebihan di hari kerja. Semua pengguna jalan taat dan mematuhi tertib berlalu lintas. Sepeda motor melaju tidak ugal-ugalan di jalurnya dan opelet yang melayani trayek Pasar Senen ke Jatinegara pulang pergi begitu tertib menunggu penumpang di depan setasiun Jatinegara tidak saling serobot menunggu penumpang yang turun dari kereta api.



Namun lamunan itu kembali buyar manakala membayangkan minggu depan saat masuk kerja kembali selepas liburan bersama, lalu lintas akan macet kembali. Jakarta akan kembali kepada rutinitas yang menjengkelkan bagi warganya. Macet di mana-mana, polusi kendaraan bermotor akan kembali menjadi-jadi dan ketentuan tree in one akan diberlakukan kembali di jalan protokol. Jadi dalam satu minggu menjelang lebaran hari ini, saya nikmati saja kebersamaan dalam kondisi setengah lengang jalanan saat pergi pulang kantor dengan perasaan santai tidak ada beban saat tiba di kantor.




Menikmati susana Jakarta di akhir abad 19 dalam photo.Kira-kira ini Salembanya yang sebelah mana ya ? Deket sama RS Carolus ? atau yang deket sama Taman Surapati atau sudah deket sama Senen ... Ada yang tau ga ya.


Kita yang sudah biasa bermacet-macet menikmati saja apa adanya kondisi lalu lintas yang ada. Dalam kemacetan tiada lain yang bisa diperbuat adalah mengkondisikan diri dalam kondisi rileks sekalipun lalu lintas di sekitarnya saling serobot. Kalau sudah dalam kondisi rileks begini pikiran akhirnya melayang-layang membayangkan lalu lintas di kota-kota tempat tinggal sahabat sehat dengan kundalini reiki.



Kota Banyuwangi, Lumajang, Pamekasan, Klungkung, Banggai, Palu, Poso, Purwareja dan kota lain yang pernah dikunjungi saat meliput kegiatan, suasana kotanya masih lengang di saat jam kerja dan pulang kerja, sungguh nyaman dilalui saat beraktivitas kerja. Maklumlah kota itu adalah kota kabupaten dan kondisi fisik kotanya dikelilingi oleh perbukitan dan dataran rendah, udaranya pun masih segar untuk dihirup di pagi hari. Kegiatan gedung pemerintahan dan pusat perdagangan pun baru mulai jam 8 pagi di saat lalu lintas menuju tempat kerja masih tampak lengang.




Jalan Hayam Wuruk tahun 1948 tampak Perempatan Harmoni dari jauh dengan sado, bedak dan oplet melintas di timur kanal Ciliwung menuju Glodog.


Yang kita rindukan bersama semoga Jakarta yang semakin tua umurnya semakin memanusiawikan warganya, mulai dari yang tinggal di gedung apartemen mewah, perumahan wewah, perkampungan nyaman atau pun kumuh hingga saudara kita yang belum memiliki tempat tinggal dan masih hidup menggelandang, merasa aman dan nyaman dalam mencari nafkah. Rumah mewah ataupun setengah mewah, baik yang dimiliki orang berpangkat atau warga masyarakat biasa toh akan ditinggalkan dan tidak akan dibawa. Semua akan berpulang kembali kepada Sang Pencipta dengan mendiami kapling sempit 2 kali 3 meter, yang sewaktu-waktu bisa pula digusur layaknya rumah bagi orang yang masih hidup.



Jadi sebaik-baiknya pulang ke pangkuan Ilahi adalah membawa bekal untuk perjalanan jauh ini dengan bekal iman dan takwa sesuai dengan iman dan kepercayaan kita masing-masing dengan mematuhi seruannya dan menjauhi larangannya agar tidak mendapat murka nanti di hari pembalasan. Semoga puasa yang telah mendidik kita sebulan penuh kemaren implementasinya dalam 11 bulan ke depan dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat di manapun kita berada. Selamat Lebaran 1 Syawal 1431 Hijrah Mohon Maaf Lahir dan Bhatin.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.