
Awalnya
ada seorang wanita yang lewat dan hendak memberikan uang recehan kepada
Harris. Saat uang recehan itu diberikan kepada Harris, tanpa sengaja
cincin berliannya jatuh menimpa gelas tempat menampung uang recehan di
depan Harris. Harris pun terkejut dan sadar bahwa cincin yang jatuh itu
sangat berharga di tangan pemiliknya.Prolog : Masih banyak saudara kita yang belum tahu apa itu reiki dan apa pula manfaatnya bagi kesehatan. Karena begitu penting untuk diketahui oleh pembaca, maka tidak ada salahnya sehat dengan kundalini reiki terbit ulangkan kembali postingan lama reiki ini agar segera diketahui, daripada mencari ke arsip reiki blog ini. Arsip reiki sudah ratusan jumlahnya dan ada beberapa postingan yang di blog lama pernah terbit, di blog ini sedapat mungkin akan diterbit ulangkan kembali dengan sedikit revisi ( editing ) menyangkut judul postingan dengan tidak mengurangi maknanya.
Sebagai mahkluk sosial manusia selalu berkomunikasi dengan orang lain secara lisan atau tulisan. Komunikasi dua arah ini adalah jamak dalam hidup keseharian. Selain komunikasi dua arah, komunikasi satu aruh pun bisa terjadi. Artinya komunikasi dengan diri sendiri pun setiap orang mampu melakukannya. Apakah komunikasi diri sendiri penting dalam dalam hidup ini? Sehat dengan reiki jawab, bahwa komunikasi ke diri sendiri yang saya istilahkan "self talk" sangat penting dalam kaitannya dengan peranan alam bawah sadar yang begitu peka merespon apa yang menjadi niat kita.
Alam bawah sadar sangat polos. Dia akan menerima apa adanya dari produk yang kita pikir dan rasakan. Jika kita berpikiran positip maka yang akan muncul adalah pikiran dan perasaan positip yang output nya pun kondisi positip. Oleh karena itu berpikiranlah positip dalam setiap tindakan. Kebalikan dari berpikir positip adalah pikiran negative. Misalnya contoh sederhana dan setiap orang tanpa sadar pernah memikirkan yaitu pikiran negative masalah penyakit dalam diri sendiri.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kerja otak manusia selalu repetitip dari detik ke detik. Repetitip atau pengulangan yang sering kita pikirkan jika negative maka hasilnya pun negative. Dengan kata lain untuk melawan rasa sakit yang ada dalam tubuh kita maka kita membiasakan diri untuk mengulangi sesering mungkin kalimat affirmasi misalnya, "Saya hari in sehat...,sehat...,sehat...,saya merasa sehat." Itulah kalimat positip yang seharusnya kita rancang dan ucapkan dalam tindakan sehari-hari kalau ingin tubuh ini sehat.
Sebaliknya pada saat tubuh kita kurang sehat sebaiknya jangan membicarakan apalagi merasakan masalah sakit. Cuek saja dan alihkan perhatian ke masalah lainnya di luar masalah sakit. Memang tindakan ini kelihatannya kejam apalagi membicarakan sakit diri sendiri saja dilarang.
Tindakan ini berlawanan dengan sikap banyak orang yang justru membicarakan penyakit beserta segala keluhannya di saat tubuh mereka kurang sehat. Kita ambil contoh lagi dalam kasus pikiran negatif yang sudah terbiasa kita lakukan, misalnya penggunaan kata-kata "jangan" terhadap kelakuan anak kita. Misalnya kita berkata kepada anak kita, "Jangan naik pohon nanti jatuh. Jangan nonton televisi dekat-dekat nanti matamu sakit. Jangan main air hujan nanti masuk angin."
Semakin sering kita menggunakan kata jangan dengan sendirinya akan menambah memori negative "kata jangan" ke dalam pikiran alam bawah sadar kita. Akibatnya dalam tindakan nyata kata jangan bukan mustahil akan terbukti dengan jatuhnya anak kita dari pohon, kena masuk angin dan mata sakit karena nonton televisi dari dekat. Pengalaman ini sudah sering terbukti dalam kondisi keseharian kita.
Langkah bijaksana dan sedikit menasehati terhadap anak kita yang bandel misalnya mengucapkan, "Hati-hati ya turun dari pohon, hari hujan sebaiknya berteduh, pancaran cahaya pesawat televisi sangat menyilaukan mata sebaiknya nonton televisi di sebelah sini saja". Kembali ke affirmasi "kata sehat" bila orang ingin tahu kuncinya adalah melakukan self healing tetapi dengan cara self talk. Sesuatu yang pas atau cocok dalam self healing ini belum tentu cocok dengan orang lain. Mengingat setiap orang unik dan bersifat pribadi.
Demikian halnya dengan cara berkomunikasi dengan diri sendiri. Bentuk self talk memang tidak selalu ucapan verbal yang bisa kita dengar. Ia merupakan bentuk komunikasi baik ucapan diri sendiri dengan mulut maupun ide dan beragam pikiran yang melintas ke ruang lingkup pusat kesadaran kita adanya dalam pusat alam bawah sadar.
Deepak Chopra seorang ahli pengobatan tradisional India menyatakan bahwa setiap hari seorang manusia dapat berbicara kepada diri sendiri sebanyak 55.000-60.000 kali. Sayang sebagian kalimat yang diucapkan sebanyak 77% bersifat negative dan cenderung melemahkan diri sendiri kita. Misalnya mengeluhkan rasa sakit yang tengah kita derita. Demikian pula saat dalam hati kita berbicara kepada orang lain, tanpa disadari kita sedang melakukan unconscious dialog pada orang tersebut. Pikiran kita langsung mengirimkan sinyal kepada orang yang tengah kita pikirkan. Ibaratnya pikiran ini bekerja seperti ponsel yang tengah mengirimkan sinyal di gelombang tertentu.
Bagaimana halnya bila kita mendengarkan keluhan dari sahabat sehat bersama reiki tentang penyakitnya? Saat Anda mendengarkan keluhan penyakit ini dan mulai berpikir, artinya Anda memberikan pikiran, fokus dan energi pada penyakit mereka. Jangan kaget bila akibatnya sahabat ini tak kunjung baik penyakitnya malahan kita sendiri juga mulai kurang nyaman. Sebaiknya bila kebetulan bertemu dengan sahabat kita yang tengah sakit dan mengeluhkan penyakitnya, Anda dapat membantu dalam hati kalimat affirmasi positip,"Kamu luar biasa hari ini, kamu sehat...kamu sehat...kamu sehat..."
John Demartini mengatakan bahwa rasa cinta serta rasa syukur akan melarutkan semua perasaan negative dalam hidup ini terlepas dari apa pun bentuk yang telah menjadi perwujudannya. Demikian pula terhadap penyakit, cinta dan syukur perlahan memupuskannya. Begitu Anda mulai berpikir maka perasaan Andalah yang dapat merasakannya. Jadi mari kita terus menerus berpikiran positip dalam setiap tindakan kita. Apabila terlanjur berpikiran negative "jangan-jangan-jangan" misalnya...segera hapus affirmasi negative ini dan gantilah dengan affirmasi positip.
Read More..Melihat komposisi kontribusi yang tidak seimbang antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dengan perbandingan 88% : 12%, maka dapat dikatakan bahwa manusia nyaris menjadi makhluk bawah sadar. Mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan dalam pikiran, tetapi sudah terlanjur masuk ke dalam pikiran bawah sadar dikarenakan banyaknya induksi dalam hidup ini.
Contoh konkret dari peranan pikiran bawah sadar yang begitu dominan dalam praktek seandainya seseorang sedang sakit. Pada saat tubuh fisik merasa kurang sehat, sebaiknya jangan membicarakan apalagi merasakannya. Kelihatannya sungguh kejam perangai ini bila untuk sakit saja kita dilarang membicarakan apalagi mengeluhkannya baik dalam hati sendiri ataupun di sharing kepada orang lain.
Kembali kepada daya kerja otak manusia yang bersifat pengulangan atau play-back atas sesuatu, semakin sering kita memikirkan pikiran-pikiran negatife, maka itulah perwujudannya. Sebaliknya jika kita berusaha berpikiran positif maka output nya pun positip. Misalnya jika sedang sakit alias tidak enak badan, sebaiknya membiasakan diri dalam pikiran kita untuk mengulangi sesering mungkin kalimat, " Saya sehat, saya merasa sehat, saya bebas kecemasan dan ketakutan rasa sakit."
Kebalikannya contoh sederhana penggunaan kata-kata dan pikiran negatif seperti jangan. Secara tidak sadar kita sering mengatakan kepada anak kita, " Jangan lari-lari nanti jatuh, jangan memanjat pohon nanti jatuh, jangan nonton televisi terlalu dekat nanti matamu sakit." Padahal jika kita ingin melarang sesuatu kepada anak alangkah baiknya membiasakan diri mengucapkan kaliamat, Nak...larinya pelan-pelan saja ya? Hati-hati memanjat pohon ya? Sebaiknya menonton televisi agak jauh saja ya?
Sudah barang tentu setiap orang berhak mempunyai keinginan untuk selalu bergerak maju, rajin, sukses, kaya, semangat, bahagia apalagi sehat. Tetapi di sisi lain sering kali yang terjadi justru keinginan tadi itu ditarik ke arah kebalikannya untuk mundur oleh pikiran bawah sadar kita. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan, atau sebaliknya dapat menjadi musuh nyata yang paling kuat diri kita.
Dalam praktek bisakah kita memperdayakan pikiran yang sudah terlanjur ada di dalam pikiran bawah sadar tanpa kita sadari untuk kembali menjadi pikiran sadar? Bisakah kita memasukkan hal-hal positif ke dalam pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan positif kita? Jawabannya bisa apabila Anda sudah mahir mengolah energi positif khususnya dalam praktek inti reiki. Kunci dalam praktek inti reiki dalam kehidupan sehari-hari adalah relaksasi, afirmasi kalimat positif sebagai sugesti dan selanjutnya memvisualkan keinginan ditambah memanfaatkan energi-energi yang sesuai dengan tujuan sasaran Anda.
Sumber tulisan : Buletin Inti Reiki Nopember 2010 oleh Harlianto ( diedit ).
Read More..Kita adalah apa yang kita pikir dan rasakan. Jika positip maka yang akan muncul adalah pikiran dan perasaan positip, yang akan mengakibatkan perilaku dan kondisi positif pula. Salah satu kunci keberhasilan kita adalah mampu berkomunikasi kepada diri sendiri ( self talk ). Bagaimana caranya melakukan dengan tepat?
Demikianlah Amelia Hirawan seorang psikolog dan praktisi neuro linguistic programing ( NLP ) yang tinggal di Semarang menulis prolog dengan judul Ambil Yang Positif, Buang Pikiran Negatif dalam serial Mind, Body and Soul Intisari yang terbit beberapa tahun lalu, masih relevan dengan kondisi sekarang ini di mana tingkat pikiran yang semrawut akan mempengaruhi susana hati seseorang.
Tentu saja pikiran seseorang sangat erat dengan segala informasi yang masuk ke dalam otaknya. Untuk memahami masuknya informasi kedalam pikiran mungkin sebaiknya kita mencoba untuk mencari tahu, apakah mekanisme yang terjadi di balik setiap tindakan manusia? Berbagai kejadian dalam hidup sehari-hari yang sebetulnya sangat mirip dengan pertunjukan hipnotis, yaitu bagaimana seseorang dapat melakukan tindakan yang tidak masuk akal dapat dijelaskan dengan baik apabila seseorang sudah mengenal istilah psikologi.
- Otak kita sebagai modal dan karunia yang luar biasa dari Tuhan YME, mampu menyimpan sekitar 800 informasi per detik selama rata-rata 75 tahun hidup manusia tanpa pernah merasa lelah. Oleh karena itu, jika sebuah komputer dirancang untuk menyamai potensi kekuatan otak manusia, dibutuhkan komputer seukuran sebuah gedung bertingkat setinggi 400 meter atau pernah juga disamakan dengan komputer seukuran lapangan bola dan membutuhkan lebih dari 1.000.000.000 watt daya listrik untuk menjalankannya.
Manusia sebagaimana ditulis oleh Rekan Harlianto Inti Reiki, sebenarnya bertindak dengan dilandasi pikiran. Salah satu model psikologi menjelaskan bahwa pikiran manusia terdiri dari bagian utama, yaitu ( 1 ) Pikiran Sadar disebut Conscious Mind dan ( 2 ) Pikiran Bawah Sadar disebut Sub - Conscious Mind. Lalu apa pikiran sadar dan pikiran bawah sadar?
Pikiran sadar merupakan bagian dari pikiran manusia yang bertugas untuk melakukan analisa dan pertimbangan-pertimbangan rasional dan sering disetarakan dengan bagian kiri dari otak manusia ( Left Brain ). Sedangkan pikiran bawah sadar berisikan data base yang mencerminkan diri kita di mana database ini merupakan akumulasi dari berbagai pemahaman, penalaran, pengalaman, bahkan penularan pikiran karena induksi pihak lain, sejak manusia lahir sampai hidup hari ini.
Pikiran bawah sadar seringkali disetarakan dengan bagian kanan otak manusia ( Right Brain ). Oleh karena itu pikiran bawah sadar masuk wilayah yang didominasi oleh rasa dan emosi. Yang paling menarik pikiran bawah sadar cenderung bersifat netral terhadap data dan atau informasi yang masuk ke dalam otaknya.
Netral artinya tidak mengenal baik dan buruk, salah atau benar. Suatu data yang berhasil masuk ke dalam pikiran bawah sadar akan diterima apa adanya dan tidak akan dipilah-pilah mana yang benar mana yang salah. Data ini bersifat permanen sifatnya dan dianggap suatu kebenaran, walaupun mungkin sebenarnya data tersebut relatif salah berdasarkan kaidah umum.
Contoh klasik yang biasa ada di sekitar kehidupan kita sehari-hari misalnya, saat kita kecil sering orangtua mengatakan ( entah bergurau, serius atau setengah serius ) perkataan, " Awas jangan main jauh-jauh dari rumah, nanti kamu diculik hantu sawah". Atau, " Awas jangan memanjat pohon tinggi-tinggi, nanti jatuh, " maka pikiran bawah sadar yang polos milik sang anak akan menangkap energi suara dari perkataan itu apa adanya dan tidak membantahnya apakah perkataan itu benar atau salah.
Sang anak akan selalu menurut bahwa perkataan orang tua pasti benar adanya, maka sejak saat itu di dalam pikiran bawah sadar anak terdapat data yang telah terekam, bahwa hantu itu ada, naik pohon tinggi pasti akan jatuh dan sebagainya. Hal lain yang tak kalah menarik dari pikiran ini, bahwa ternyata porsi pikiran bawah sadar manusia ternyata sangat dominan dalam menentukan tindakan seseorang.
Sebuah buku yang berjudul Peace of Mind dari Sandy Mc Gregor menyatakan bahwa kontribusi Pikiran Sadar hanyalah 12%, sedangkan kontribusi pikiran bawah sadar adalah 88%. Jelas sekali perbedaannya bahwa pikiran rasional tidaklah cukup untuk mewujudkan suatu tindakan. Karena rasional adalah tugas dari pikiran sadar yang hanya berperan sebanyak 12% untuk melakukan tindakan. ( bersambung )
Sumber : Buletin Inti Reiki Nopember 2010 oleh Harlianto. ( diedit )
Read More..