ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label jamur tiram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamur tiram. Tampilkan semua postingan

SOP JAMUR TIRAM BU WARTINI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 19 April 2011 0 komentar

Dari jauh warung itu tidak begitu terlihat menonjol dibandingkan dengan warung sebelahnya yang berjualan Bakwan Malang. Namun yang membedakan dengan warung disebelahnya dan juga warung lain yang bertebaran sepanjang Jalan Raya Pondok Kacang Ciledug Tangerang adalah tulisan Bahari di papan penunjuk usaha warung ini. Boleh jadi tulisan Bahari sebagai pengingat yang memang bersinggungan dengan nama kota asal pemilik warung ini, yaitu Kota Tegal Bahari.



Warung Tegal Bahari....begitulah nama Warung Tegal milik Bu Wartini, pemilik warung Tegal yang sudah delapan tahun membuka usaha di wilayah Desa Tajur Ciledug Tangerang. Ketika pagi yang cerah minggu lalu saat sehat kundalini reiki menyambangi usaha Bu Wartini sehabis olahraga jalan kaki pagi, warung ini masih sepi dari kunjungan pembeli. Di dapur yang cukup sederhana seorang kerabat Bu Wartini tengah menyiapkan masakan oseng-oseng tempe dan sayur labu sebagai menu harian warung ini. Sedangkan Bu Wartini sendiri tengah mengiris sayatan benda putih mirip daging ayam lalu memasukkannya ke dalam wadah plastik.



"Ini Jamur Tiram untuk dibuat sayur sup dan oseng-oseng, " katanya sambil mempersilahkan sehat dengan kundalini reiki duduk di bangku panjang. Sepintas memang mirip suwiran daging ayam dan teksturnya begitu lembut mudah dicabik-cabik namun ketika dipegang terasa sedikit kenyal. "Saya berbelanja jamur tiram karena permintaan pelanggan yang suka sop jamur. Biasanya saya berbelanja ke pasar Lembang Baru Ciledug jam 05 pagi. Di sana pedagang mendatangkan jamur tiram dari Cianjur Jawa Barat di mana banyak petani di daerah itu menanam jarum tiram sebagai usaha sampingan selain bertani," katanya dalam logat Tegal yang kental.



Pembicaraan berlanjut terus tentang cara memasak jamur tiram ini. Namun tiba-tiba lamunan sehat dengan kundalini reiki berputar kembali ke tahun lalu saat berkunjung ke Cianjur. Di daerah itu tepatnya di Desa Benjot Kecamatan Cugenang Cianjur Jawa Barat terdapat usaha pembudidayaan jamur tiram. Pemilik usaha Ibu Hajjah Tuti Triono mengakui jamur tiram yang dihasilkannya belum mampu mencukupi permintaan pasar, meski dalam satu hari usahanya bisa menghasilkan sekitar 150 kilogram jamur tiram. Padahal jamur hasil produksinya hanya dipasok untuk memenuhi permintaan pasar Jakarta dan sekitarnya saja.


Jarum Tiram warna putih tekstur kelopaknya kenyal, mudak dicabik-cabik layaknya daging ayam kampung.


Keunggulan ekonomis jamur tiram sangat bervariasi. Selain harga relatif mahal, tingkat keuntungan usaha relatif tinggi karena masa panennya singkat dan segera laku di pasaran. Biasanya jamur tiram yang dihasilkannya dipasok untuk memenuhi permintaan pelanggan yang umumnya adalah pengusaha restoran dan supermarket tanpa kecuali warung Tegal milik Bu Wartini itu tadi. Jadi selain pasar modern supermarket, di pasar tradisional pun jarum tiram mudah ditemui. Tak jarang di sekitar lokasi pembudidayaan jamur tiram pun ada pasar desa juga menjual jamur tiram.



Jamur Tiram Putih atau dikenal dalam bahasa latin Plerotus Ostreatus merupakan salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi manusia. Selain memiliki citarasa yang khas seperti daging ayam, jamur tiram juga memiliki kandungan gizi tinggi. Jamur tiram mengandung protein antara 19 hingga 35 persen dari berat kering jamur, juga mengandung karbohidrat sebanyak 46 koma 6 hingga 81 koma 8 persen. Artinya jamur tiram juga mengandung vitamin B-1, vitamin B2 serta unsur garam mineral lainnya.



Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Jamur ini merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sangat sederhana. Pasar jamur tiram sangat jelas. Permintaan pasar yang cenderung tinggi bahkan kerap tak terpenuhi membuat para pembubidaya jamur tiram mudah sekali memasarkannya. Selain itu kondisi konsumsi masyarakat akan jamur tiram kini sangat tinggi sehingga produksi jamur tiram sangat dibutuhkan dalam skala besar. Saat ini harga jamur tiram di pasar tradisionil setiap kilogramnya 12 ribu rupiah. Jika dijual ke pasar modern supermarket bisa mencapai 22 ribu rupiah per kilogramnya.


Variasi sup jarum tiram putih hasil racikan Bu Wartini. Paduan irisan wortel dan jarum tiram putih ukuran dadu membuat para pelanggan suka masakan ini.


Jarum tiram jelas memiliki keunggulan tersendiri saat dibudidayakan. Pertumbuhan jamur tiram sangat cepat jika sudah dipanen, maka jamur tiram harus dipanen setiap hari bahkan bisa dipanen pagi dan petang hari. Jika hari itu tidak panen, maka jamur yang sudah dibudidayakan akan mati dalam waktu tiga hari sejak jamur tumbuh. Satu bibit jamur tiram akan terus dipanen hingga empat bulan sampai media tanam mengering dan tidak lagi tumbuh jamurnya. Karena begitu pesat panennya, maka modal usaha budidaya jamur tiram bila disertai pemasaran yang semakin baik dan luwes akan cepat kembali modal hanya dalam jangka waktu dua bulan pertama memulai usaha budidaya jamur tiram.



Bukan itu saja...usaha budidaya jamur tiram harus dalam skala besar maka akan membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitarnya. Di tempat usaha budidaya ini, telah bergabung sedikitnya 25 petani plasma yang sudah resmi bisa mandiri dengan menitipkan hasilnya untuk nantinya dipasarkan bersama induk plasma. Bahkan di tempat ini juga telah dibuka pelatihan bagi siapa saja....termasuk sahabat sehat dengan kundalini reiki yang berminat berwirasusaha budidaya jamur tiram. Anda tertarik dengan jamur tiram kenapa tidak dicoba saja?



"Monggo pun dahar sop jamur tiram puniko ?" lamunan sehat dengan kundalini reiki tiba-tiba kembali ke kesadaran fisik saat tercium bau bumbu bawang putih goreng mengapung di atas kuah sop jamur tiram hasil olahan Bu Wartini. Sapaan Bu Wartini menyadarkan saya dari lamunan bahwa saya sedang berada di Warung Tegal Bahari dan bukannya di Desa Benjot Kecamatan Cugenang Cianjur. Sambil sarapan pagi akhirnya sup jarum tiram ludes juga ke dalam perut dan sesekali terdengar dialog logat Tegal Bu War dengan pembantunya. Saya pun menjawab, " Enyong wis wareg."

Read More..

SEMANGKUK SUP PUNYA SEJARAH.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 26 April 2010 1 komentar

Postingan kemaren sehat bersama waskita reiki menyinggung Sayur Sop Bu Wartini dengan menu utama pesanan saya yaitu sop jamur tiram yang sungguh aduhai rasanya selepas olahraga jalan kaki pagi. Racikan sayur sop yang biasa dibuat di rumah umumnya memakai kubis, kacang panjang, wortel, irisan kentang, daging ayam atau sapi, daun selada plus taburan bawang goreng coklat. Tapi menu sayur sop jamur tiram Bu Wartini tadi dibuat dengan cara merebus di atas panggang api dari arang hitam.



Bagi Anda.....sahabat sehat bersama waskita reiki tentu sudah akrab dengan istilah merebus ketika sedang bekerja di dapur. Perlu diketahui bahwa merebus adalah teknik memasak yang lebih menguntungkan dibandingkan menggoreng, membakar atau memanggang. Hal ini disebabkan energi panas bukan dari kundalini tetapi dari panas bara api arang kayu bakar atau api biru gas dapat lebih meresap ke bahan makanan sehingga dapat melepaskan racun atau zat yang menjadi parasit pada makanan agar makanan aman dikonsumsi.



Dengan teknik merebus ini manusia purba menyadari bahwa beragam hewan dan tanaman lebih banyak bisa dikonsumsi sampai habis. Lihat saja tulang hewan misalnya belum tentu bisa dimakan jika hanya dibakar. Nah...merebus makanan ternyata juga dapat menciptakan sensasi rasa baru. Butiran sereal misalnya, jika direbus akan mengeluarkan butiran kanji sehingga menciptakan efek mengentalkan seperti saat Anda membuat jenang grendul. Memanaskan beberapa jenis makanan sekaligus juga akan menyebabkan masing-masing bahan kehilangan kandungannya dan pada saat yang sama sari makanan akan bercampur sehingga menciptakan rasa baru yang unik dikecap lidah.




Jamur Tiram Ini tumbuh dengan begitu suburnya. Di olah menjadi Sop Jamur Tiram ala Bu Wartini diyakini sangat ampuh untuk mencegah Kolesterol. Jamur Tiram ini sangat mudah diolah bisa dijadikan sayur pelengkap menu utama, bahkan bisa diolah menjadi minuman.


Berdasarkan data sebuah buku kuno, orang primitif telah mengkonsumsi sup dan sejenis bubur. Pada jaman Neolitikum sup telah dikonsumsi di daerah Mediterania. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, sup bertahan di Kekaisaran Bizantium yang berpusat di Konstantinopel. Berkat runtuhnya Kekaisaran Ottoman di Turki pada tahun 1454, tradisi menyantap sup di Asia Tengah ditularkan kepada masyarakat Eropa. Tak seperti di Eropa Barat, orang Turki tidak membatasi mengonsumsi sup pada momen khusus atau saat menyantap hidangan tertentu saja.



Air rebusan kemudian berkembang menjadi air kaldu. Berhubung orang di zaman itu mulai terbiasa merebus daging yang disajikan di mangkuk besar dan disantap beramai-ramai dengan menghirup langsung dari mangkuk. Sementaa kelas menengah di Eropa cukup hanya menghirup air kaldu, kalangan bangsawan Eropa telah menambahkan daging atau sayuran ke dalam air kaldu. Sebelum sendok ditemukan, isi daging dan sayuran diambil langsung dengan tangan dari mangkuk dan lama kelamaan menggunakan pisau untuk mengambilnya.




Di Nikita Palace Hotel, salah satu Hotel Berbintang satu terbaik di Bukittinggi, Jamur Tiram ini diolah menjadi beberapa Makanan dan Minuman. Dengan olahan dari para koki yang sangat berpengalaman, seperti Es Buah Jamur, Roullet Jamur, Jamur Soup, Fried Jamur With Chicken dan Ice Cream Jamur . Jika anda sayang dengan kesehatan tubuh anda, lupakan mengkonsumsi makanan cepat saji, mari beralih lah ke makanan sehat, unik dan penuh cita rasa ini. Sibukkan diri anda bersama keluarga di dapur kecil anda. Merupakan suatu pengalaman tersendiri dengan mengkonsumsi tumbuhan unik ini karena beribu gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga stamina. Tapi sebelum menyantap makanan ini alirkan lebih dulu energi Reiki ke dalam makanan.


Baru pada abad ke-14 sendok ditemukan sebagai media untuk mengambil kuah dan ampas sup sehingga sup tidak tumpah mengotori baju, mengingat saat itu model baju Eropa berupa atasan dengan kerah renda besar dan mengembang kaku. Bentuk awal sendok yang tidak nyaman dipakai sehingga tetap mengotori baju pun kemudian berubah dengan gagang yang lebih panjang dan ceruk sendok diperbesar yang mampu mengurangi kemungkinan kuah sup tumpah ke baju.



Sumber tulisan : Ragam Kompas Klasika.

Read More..

SOP JAMUR TIRAM BU WARTINI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 25 April 2010 1 komentar

Dari jauh warung itu tidak begitu terlihat menonjol dibandingkan dengan warung sebelahnya yang berjualan Bakwan Malang. Namun yang membedakan dengan warung disebelahnya dan juga warung lain yang bertebaran sepanjang Jalan Raya Pondok Kacang Ciledug Tangerang adalah tulisan Bahari di papan penunjuk usaha warung ini. Boleh jadi tulisan Bahari sebagai pengingat yang memang bersinggungan dengan nama kota asal pemilik warung ini, yaitu Kota Tegal Bahari.



Warung Tegal Bahari....begitulah nama Warung Tegal milik Bu Wartini, pemilik warung Tegal yang sudah delapan tahun membuka usaha di wilayah Desa Tajur Ciledug Tangerang. Ketika pagi yang cerah minggu lalu saat sehat kundalini reiki menyambangi usaha Bu Wartini sehabis olahraga jalan kaki pagi, warung ini masih sepi dari kunjungan pembeli. Di dapur yang cukup sederhana seorang kerabat tengah menyiapkan masakan oseng-oseng tempe dan sayur labu sebagai menu harian warung ini. Sedangkan Bu Wartini sendiri tengah mengiris sayatan benda putih mirip daging ayam lalu memasukkannya ke dalam wadah plastik.



"Ini Jamur Tiram untuk dibuat sayur dan oseng-oseng, " katanya sambil mempersilahkan sehat dengan kundalini reiki duduk di bangku panjang. Sepintas memang mirip suwiran daging ayam dan teksturnya begitu lembut mudah dicabik-cabik namun ketika dipegang terasa sedikit kenyal. "Saya berbelanja jamur tiram karena permintaan pelanggan yang hobi menyantap jamur cukup banyak di warungku ini," katanya dalam logat Tegal yang kental. Biasanya saya ke pasar Lembang Baru Ciledug jam lima pagi untuk berbelanja. Di pasar itu pedagang pemasok mendatangkan jamur tiram dari Cianjur Jawa Barat di mana banyak petani di daerah itu menanam jarum tiram sebagai usaha sampingan selain bertani.




Jarum Tiram warna putih tekstur kelopaknya kenyal, mudak dicabik-cabik layaknya daging ayam kampung.


Pembicaraan berlanjut terus tentang cara memasak jamur tiram ini. Namun tiba-tiba lamunan sehat dengan kundalini reiki berputar kembali ke tahun lalu ketika berkunjung ke Cianjur. Di daerah ini tepatnya di Desa Benjot Kecamatan Cugenang Cianjur Jawa Barat tempat pembudidayaan jamur tiram berada , sudah cukup dikenal di kalangan petani jamur. Pemilik usaha ...Ibu Hajjah Tuti Triono mengakui jamur tiram yang dihasilkannya belum mampu mencukupi permintaan pasar, meski dalam satu hari usahanya bisa menghasilkan sekitar 150 kilogram jamur tiram. Padahal jamur hasil produksinya hanya dipasok untuk memenuhi permintaan pasar Jakarta dan sekitarnya saja.



Keunggulan ekonomis jamur tiram sangat bervariasi. Selain harga relatif mahal, tingkat keuntungan usaha relatif tinggi karena masa panennya singkat dan segera laku di pasaran. Biasanya jamur tiram yang dihasilkannya dipasok untuk memenuhi permintaan pelanggan yang umumnya adalah pengusaha restoran dan supermarket tanpa kecuali warung Tegal milik Bu Wartini itu tadi. Jadi selain pasar modern supermarket, di pasar tradisional pun jarum tiram mudah ditemui. Tak jarang di sekitar lokasi pembudidayaan jamur tiram pun ada pasar tradisionil desa juga menjual jamur tiram.



Jamur Tiram Putih atau dikenal dalam bahasa latin Plerotus Ostreatus merupakan salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi manusia. Selain memiliki citarasa yang khas seperti daging ayam, jamur tiram juga memiliki kandungan gizi tinggi. Jamur tiram mengandung protein antara 19 hingga 35 persen dari berat kering jamur, juga mengandung karbohidrat sebanyak 46 koma 6 hingga 81 koma 8 persen. Artinya jamur tiram juga mengandung vitamin B-1, vitamin B2 serta unsur garam mineral lainnya.




Jamur tiram putih dalam bahasa latin disebut Pleurotus Ostreatus salah satu jenis jamur tersedia di restoran termasuk di sini Warung Tegal.


Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Jamur ini merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sangat sederhana. Pasar jamur tiram sangat jelas. Permintaan pasar yang cenderung tinggi bahkan kerap tak terpenuhi membuat para pembubidaya jamur tiram mudah sekali memasarkannya. Selain itu kondisi konsumsi masyarakat akan jamur tiram kini sangat tinggi sehingga produksi jamur tiram sangat dibutuhkan dalam skala besar. Saat ini harga jamur tiram di pasar tradisionil setiap kilogramnya 12 ribu rupiah. Jika dijual ke pasar modern supermarket bisa mencapai 22 ribu rupiah per kilogramnya.



Jarum tiram jelas memiliki keunggulan tersendiri saat dibudidayakan. Pertumbuhan jamur tiram sangat cepat jika sudah dipanen, maka jamur tiram harus dipanen setiap hari bahkan bisa dipanen pagi dan petang hari. Jika hari itu tidak panen, maka jamur yang sudah dibudidayakan akan mati dalam waktu tiga hari sejak jamur tumbuh. Satu bibit jamur tiram akan terus dipanen hingga empat bulan sampai media tanam mengering dan tidak lagi tumbuh jamurnya. Karena begitu pesat panennya, maka modal usaha budidaya jamur tiram bila disertai pemasaran yang semakin baik dan luwes akan cepat kembali modal hanya dalam jangka waktu dua bulan pertama memulai usaha budidaya jamur tiram.



Bukan itu saja...usaha budidaya jamur tiram harus dalam skala besar maka akan membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitarnya. Di tempat usaha budidaya ini, telah bergabung sedikitnya 25 petani plasma yang sudah resmi bisa mandiri dengan menitipkan hasilnya untuk nantinya dipasarkan bersama induk plasma. Bahkan di tempat ini juga telah dibuka pelatihan bagi siapa saja....termasuk sahabat sehat dengan kundalini reiki yang berminat berwirasusaha budidaya jamur tiram. Anda tertarik dengan jamur tiram kenapa tidak dicoba saja?



"Monggo pun dahar sop jamur tiram puniko ?" lamunan sehat dengan kundalini reiki tiba-tiba kembali ke kesadaran phisik ketika tercium bau bumbu bawang putih goreng mengapung di atas kuah sop jamur tiram hasil olahan Bu Wartini ini dan menyadarkan bahwa diri ini sedang ada di Warung Tegal Bahari dan bukannya di Desa Benjot Kecamatan Cugenang Cianjur. Sambil sarapan pagi akhirnya sup jarum tiram ludes juga ke dalam perut dan sesekali terdengar dialog logat Tegal Bu War dengan pembantunya, " Enyong wis wareg."

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.