Sebagian
rakyat Amerika Serikat, partisipan jajak pendapat melalui telepon,
menyatakan dukungan mereka agar pemerintah mengambil tindakan menghadapi
dampak pemanasan global. Mereka juga akan menjadikan faktor
perlindungan lingkungan untuk memilih para kandidat calon pemimpin,
termasuk pemilihan presiden tahun 2016. Jajak pendapat melalui telepon
itu dilakukan The New York Times, University Standford, dan kelompok
peneliti lingkungan nonpartisan Resources for the Future dengan
menyurvei 1.006 orang dewasa di semua negara bagian, 7-22 Januari 2015.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label emisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emisi. Tampilkan semua postingan
Masyarakat
dunia diharapkan menurunkan konsumsi daging untuk menekan laju
pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Riset dari Universitas
Cambridge and Aberdeen menyebutkan, emisi gas rumah kaca dari produksi
makanan akan naik hingga 80 persen jika konsumsi daging dan susu terus
bertambah seperti saat ini. Riset itu juga memotret perkembangan tren
konsumsi masyarakat dunia yang kian mirip orang Amerika, ditandai
tingginya konsumsi daging dan susu.
Selama
ini diketahui, penguraian sampah di dalam tanah melepas emisi ke
atmosfer sehingga berkontribusi pada perubahan iklim. Namun, riset
terbaru pada jurnal Nature menyebutkan, mikroba di daerah tertentu bisa
mereduksi. Bahkan bisa menghilangkan terlepasnya karbon dioksida ( CO 2
) dari tanah.
Sebagia
lain justru melepas emisi lebih banyak. Ide kuncinya adalah uji coba
perilaku mikroba pada kenaikan panas memakai tanah yang dikumpulkan
dari tingkatan panas berbeda. Mulai dari Antartika hingga hutan tropis
di Amazon.
Pertumbuhan
emisi karbon dioksida global tahun lalu mencapai 3 persen dan tahun ini
akan meningkat 2,6 persen. Proyek Karbon Global memperkirakan total ada
35,6 miliar metrik ton karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida
yang dihasilkan dari bahan bakar fosil tahun ini naik 58 persen
dibandingkan emisi tahun 1990.

