Punya
anak cerdas dikala balita tentu menggemaskan apalagi jika si anak sudah
menunjukkan aktivitasnya, misalnya suka corat coret di dinding rumah.
Sekalipun coretan gambar itu terlihat kotor pada dinding rumah, orangtua
anak tentu saja dengan senang akan menghapus coretan itu. Sebagai
gantinya jika dia ada waktu luang akan membelikan buku tulis atau buku
gambar, agar hobi corat coret si anak tersalurkan.
Namun
jika si orangtua tidak juga mau membelikan buku gambar, anak akan
melampiaskan hobinya corat coret ke sembarang buku. Ya, kalau buku
gambar atau buku tulis tidak masalah, tapi kalau yang dicorat coret
adalah lembaran paspor sebagai dokumen sah seseorang melakukan
perjalanan lintas negara, tentu urusannya jadi lain. Anak pun tentu
belum tahu kegunaan paspor jika dia coret, apalagi jika foto diri
pemilik paspor turut pula digambari sembarang lukisan.

