Setiap
orang yang mempunyai baju jika sudah ada yang robek jahitannya tentu
akan mencari jarum untuk membetulkan robekan baju itu. Jarum yang
ujungnya berlubang dimasuki seutas benang, lalu ditarik pelan-pelan agar
benang itu lurus dan bersama jarum siap dimasukkan ke robekan baju.
Begitulah saya melihat nenek almarhum dulu, saat dia sedang menjahit
baju robek sambil mengunyah tembakau dan sirih yang di Jawa sana disebut
dengan istilah nginang.
Tentu
saja jarum jahit itu begitu selesai digunakan lalu dimasukkan ke kotak
penyimpanan agar tidak tercecer di tanah. Sebab jika tercecer di atas
tanah alias jobin, kaki pun akan tertusuk jarum dan
merasakan sakit karena kulit kaki tersayat ujung jarum. Itulah perlunya
memperhatikan akhir pekerjaan dengan teliti agar benda berbahaya seperti
jarum itu tidak tercecer di sembarang tempat, maka memasukkan jarum ke
kotak secepatnya, adalah langkah pertama menuju kehati-hatian agar tidak
mencelakai diri sendiri atau orang lain.

