


Presiden Venezuela Hugo Chaves menuduh pemilik salah satu stasiun televisi di Venezuela terlibat dalam pengadaan uang sebesar seratus juta follar Amerika sebagai imbalan bagi siapa saja yang dapat membunuhnya. Chaves menyampaikan berita mengenai hadiah tersebut dalam salah satu pidatonya.
Guillermo Zuloaga pemilik stasiun televisi Glogbovision yang kini masih mengudara di Venezuela disinyalir terlibat dalam penyediaan dana bagi pembunuhan Chavez. Mantan tentara yang kini menjadi presiden Venezuela memang menjadi idola di kalangan masyarakat ekonomi lemah. Namun pelaku bisnis banyak yang tidak menyukainya.
Chavez menyatakan ia mendapatkan informasi mengenai hadiah dari sumber yang sangat dipercaya namun tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai informasi upaya membunuh dirinya. Berbicara di acara pekan raya Sosialios Sabtu ( 20/11 ) untuk memberikan makanan gratis dan hadiah Natal, Chavez menuduh Zuloaga menyebarkan fitnah. Zuloaga sendiri pergi ke Amerika Serikat awal tahun ini setelah diduga melakukan suap terkait penjualan mobil.
Untuk mendapatkan dukungan dari para pengikutnya, Chavez terus mengangkat berita tentang upaya pembunuhan dirinya dan melontarkan ungkapan kemarahan yang dilakukan terus menerus kepada Amerika Serikat yang menjadikan Hugo Chavez sebagai sasaran kritik nomer satu Amerika Serikat di negara lain. Sementara itu para pendukung Chavez yakin keselamatan Chavez terancam karena kebencian mantan pejabat di pemerintahan Venezuela, sebelum dirinya resmi menjadi presiden Venezuela. Saat ini Venezuela menjalin persahabatan dengan pemerintahan Iran dibawah Presiden Iran Ahmadinejad. Keduanya sudah sering berdialog dalam acara resmi kunjungan kenegaraan. Salah satu topik dialog adalah isu nuklir.
Sumber : Reuters/Venezuela - Hugo Chavez.
Read More..At least 17 people were killed and 40 injured when one of the world’s most active volcanoes erupted on Indonesia’s Java island, spewing clouds of hot ash, health officials and media reports said early Wednesday, APA reports quoting Earth Times. Metro TV reported that thousands of people fled in trucks and cars after Mount Merapi started spewing hot ash and volcanic rocks just before dusk, a day after authorities raised an alert status to the highest level.
Television footage showed residents, most wearing masks, being taken away in trucks with windscreens covered by dust. Many of the residents had earlier refused to leave their homes. "This is an initial phase of an eruption," said Subandrio, head of the Volcanic Technology Development and Research Centre in Yogyakarta, who like many Indonesians uses only one name. Metro TV reported that 16 badly burned bodies were found near the house of Mbah Marijan, the man known as the keeper of the mountain, who had refused to leave his home.
Officials at Sardjito and Panti Nugroho hospitals in the city of Yogyakarta, near the volcano, confirmed that 12 bodies had been brought in, while 40 injured people were treated. The Jakarta-based Vivanews.com news website confirmed that one of its reporters was among the dead. A 3-month-old baby was dead on the way to Muntilan Hospital in Magelang district, said an official who feared that the death toll could continue to rise. Vulcanologist Surono said three explosions were heard around 6 pm (1100 GMT), and Merapi spewed clouds of black smoke 1,500 metres into the sky.
The state-run Antara news agency reported that Merapi’s volcanic dust fell as far as Cilacap district, more than 100 kilometres west of the eruption. On Monday, authorities began moving children and elderly people to some 60 emergency shelters after scientists upgraded the alert status as lava flowing down the cone’s slopes reached 4.5 kilometres. Tents, blankets and plastic sheeting were distributed to dozens of evacuation points around Yogyakarta and Central Java provinces, said Arief Setyo Hadi, an official with the Indonesian Red Cross.
Officials estimated up to 40,000 people were living in the endangered areas. The 2,968-metre volcano last erupted in 2006, killing two people. Its most deadly eruption on record occurred in 1930, when 1,370 people were killed.At least 66 people were killed in a 1994 eruption.
Source : Baku-APA/Antara/Viva News/Metro TV.
Read More..Masih ada berita dari Iran...pemerintah Iran berjanji akan memberikan ijin kepada dua reporter Jerman yang ditahan di Teheran untuk menemui konsulat Jerman ( 19/10 ). Kedua reporter ditahan minggu lalu setelah mewawancarai putra seorang wanita Iran yang dijatuhi hukuman mati karena melakukan perjinahan.
Dalam konferensi pers di Teheran, jurubicara kementerian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast mengumukakan pemerintah akan memberikan ijin kepada dua orang reporter Jerman itu. Mehmanparast menambahkan kedua reporter Jerman melakukan pelanggaran hukum karena mereka masuk ke Iran dengan menggunakan visa wisatawan namun melakukan kegiatan jurnalistik. Kedua reporter ditahan di Teheran minggu lalu setelah mewawancarai putra seorang wanita Iran, Sakineh Mohammadi Ashtiani, yang dijatuhi hukuman mati kerena telah melakukan perjinahan.
Penahanan kedua warga Jerman diperkirakan akan menyebabkan ketegangan hubungan Jerman dengan Iran. Penahanan terjadi pada saat Uni Eropa sedang berusaha menekan Iran agar melanjutkan perundingan mengenai program persenjataan nuklirnya. Menurut mass media Jerman, kedua reporter melakukan reportase untuk surat kabar Bild Am Sonntag. Namun pimpinan surat kabar Bild Am Sonntag, Alex Springer tidak bersedia memberikan komentar.
Sumber : Reuters/Iran - German Detainees.
Read More..Selasa pagi sehat dengan reiki bertugas menjaga gawang di studio sembilan televisi di mana berita pagi tadi menyiarkan kecelakaan pesawat MD 90 milik Maskapai Penerbangan Lion Air di Bandara Sukarno Hatta Senen petang kemaren. Pesawat naas dengan penumpang 166 orang itu dikabarkan dalam keadaan selamat termasuk rekan juru kamera dan reporter televisi yang menumpang pesawat itu dari Gorontalo. Pesawat tergelincir keluar landasan dalam suasana hujan lebat yang mengguyur bandara.
Proses evakuasi pesawat MD 90 Selasa siang masih berlangsung. Para petugas terus berupaya untuk mengevakuasi badan pesawat dengan menggunakan peralatan berat. Pesawat Lion Air JT 793 tergelincir ke rumput pembatas saat melakukan pendaratan di landas pacu Bandara dalam guyuran hujan lebat.
Semua penumpang dalam kondisi selamat sekalipun banyak diantara penumpang masih mengalami shock berat dan sulit diwawancarai. Salah satu penumpang pesawat Rekan sekerja sehat dengan reiki yang berprofesi reporter televisi dan kebetulan berada dalam pesawat naas itu menuturkan:
"Pesawat Lion Air Boeing MD 90 dengan kode penerbangan JT 973 terbang dari Gorontalo dan singgah di bandar udara Hasanudin Makassar, sebelum akhirnya tiba di tujuan akhir Bandar Soekarno Hatta Cengkareng. Saya Sami Saban Miru beserta juru kamera Jasmadi dan rekan Ade Manila, serta rekan wartawan dari Antara, Rakyat Merdeka dan Gatra naik dari Hasanudin Makassar sekitar 14 Wita dan pesawat mengalami kemunduran sekitar 20 menit dari jadwal semula karena menunggu penumpang lain.
Tidak ada tanda-tanda yang mencurugakan selama perjalanan baik dari Gorontalo-Makassar-Cengkareng. Bahkan saat proses pendaratan dengan informasi sesaat lagi pesawat akan mendarat pun berlangsung normal, namun tiba-tiba hentakan keras terasa saat ban pesawat menyentuh landasan pacu dan pesawat sesaat kemudian tergelincir keluar landasan."
Dalam tayangan video yang sehat dengan reiki playback di segmen berita siang dan pagi tadi terlihat juru kamera Jasmadi mengambil gambar suasana penumpang dalam kabin pesawat dalam kondisi histeris saling berebutan keluar dari pintu pesawat. Goyangan gambar dan kepanikan yang terjadi di dalam kabin diiringi teriakan histeris penumpang yang ingin bergegas keluar dari kabin, menambah dramatisnya penumpang menyelamatkan diri.
Gambar lalu mengambil posisi Long Shot di landasan pacu dengan background pesawat tergelincir dan penumpang masih saling berebut keluar sambil berteriak histeris. Teriakan pramugari kepada penumpang agar segera menjauh dari badan pesawat dan terpaan hujan lebat di landasan pacu membuat penumpang berlari tanpa arah. Semuanya ingin segera menjauh dari badan pesawat dan tentunya khawatir kalau-kalau pesawat itu bakal terbakar dan......
Pramugari berlari tanpa memakai sepatu, nenek menggendong cucunya, bapak yang berlari pontang-panting tanpa arah serta ekspresi mencekam terekam lewat bidikan lensa kamera yang tidak dilindungi payung membuat lensa kamera basah. Meski sebagian penumpang mengalami shock berat termasuk reporter dan juru kamera, akhirnya semua penumpang lainnya beserta awak pesawat dapat menyelamatkan diri keluar dari kabin pesawat. Puji Tuhan semua dalam kondisi selamat.
Petang tadi ketika memplyaback kan ulang rekaman kejadian Senen sore kemaren, sehat dengan reiki masih mendengar pembicaraan telepon redaktur berita dengan juru kamera Jasmadi. Ketika ditanyakan keberadaannya, Jasmadi menjawab bahwa sore ini ia sedang memancing ikan. Memancing ikan untuk menghilangkan stress dan trauma akibat berani mengambil gambar kepanikan penumpang pesawat tanpa dia memikirkan keselamatan diri sendiri.

