Anak
sekolah biasanya mempunyai hari libur jika bertepatan dengan hari
istimewa, misalnya hari minggu, peringatan hari besar keagamaan, atau
hari libur bersama tanggal merah karena mengenang suatu peristiwa
penting yang berhubungan dengan sejarah. Tatkala libur itu tiba tentu
saja siswa sekolah senang karena beban tugas yang melelahkan sementara
waktu berkurang sehingga siswa bisa istirahat di rumah. Lalu kalau ada
peristiwa alam yang mempengaruhi pergerakan manusia dari satu tempat ke
tempat lain kemungkinan tertunda, apakah hari-hari dimana peristiewa
alam itu berlangsung perlu juga meliburkan siswanya?
Boleh
juga sekali-kali meliburkan siswa sekolah di saat cuaca tidak menentu
alias buruk. " Untuk urusan cuaca buruk itulah akhir tahun 1980 saya
meliburkan siswa sekolah saya, " ujar Len Mc Williams, Kepala Sekolah
Kristen Calvary di Colombus kepada harian The Ledger Enquirer ( 12/10 ).
Bahkan, kapan-kapan saya juga akan meliburkan siswa sekolah di saat
cuaca sedang bagus-bagusnya, ujarnya mempromosikan ide cemerlang
bagaimana memanjakan anak sekolah menikmati libur sekolah.
Jika
kedua profesi itu tetap dipertahankan sekalipun secara diam-diam toh
akan ketahuan juga. Akhirnya, pemilik dua profesi itu harus menerima
sangsi dari induk tempat kerjanya, dikeluarkan dengan tidak hormat dari
pekerjaannya. Apalagi jika profesi yang dijalaninya sungguh mulia
sebagai pencetak generasi pintar dengan mengajarkan ilmu pada anak
didiknya, sungguh membuat Olivia Sprauer ( 26 ) terkejut dengan
keputusan pemberhentian dirinya sebagai guru.