

Bagi Anda yang pernah mempraktekkan meditasi selama bertahun-tahun tentu akan menyadari bahwa buah dari meditasi adalah untuk pengendalian emosi. Karena begitu pentingnya hasil meditasi untuk aktualisasi diri dalam hidup bermasyarakat, tak ada salahnya membudayakan praktek meditasi perlu disebarluaskan kepada umum. Meditasi dapat menghilangkan watak sombong, adigung adiguno dan mau menang sendiri.
Jika Anda tertarik dengan meditasi, tak ada salahnya praktekkan meditasi dari yang paling sederhana yaitu meditasi dalam keheningan lalu meningkat ke meditasi yang paling ruwet dalam praktek meditasi reiki. Sehat dengan reiki kundalini kali ini ingin mereview kembali akan manfaat dari olah jiwa yang disebut meditasi. Karena sejak mengenal reiki plus ditambah praktek meditasi, manfaat positif telah saya peroleh dari praktek meditasi, yaitu kesehatan jasmani dan rohani. Saya yakin bagi Anda yang ingin hidup sehat tak ada salahnya menyimak yang satu ini.
Meditasi bisa mengendalikan emosi. Anda tentu setuju bahwa emosi adalah wajar dalam hidup manusia dan sudah menyatu dalam diri setiap insan. Tanpa emosi hidup akan menjadi tawar dan membosankan. Namun emosi ibarat air. Ia sangat dibutuhkan dalam jumlah tertentu, tetapi bila tidak terkendali, air yang semula tenang bisa berbahaya dan merusakkan, menghanyutkan bahkan menghancurkan segalanya. Contohnya terjadinya benjana banjir setelah hujan lebat turun selama berjam-jam.
Menurut Tjiptadinata Effendi dalam Buku Esoterik Teknik Menyerap Kekuatan Alam Semesta, menyebutkan bahwa emosi yang meledak-ledak menyebabkan jiwa kita menjadi labil. Bahkan tidak jarang jiwa yang labil dan emosi yang tidak terkendali membawa dampak yang sangat buruk. Korban dari jiwa yang labil tidak hanya menimpa diri sendiri, tetapi juga bagi orang yang dekat sama kita.
Emosi yang meledak-ledak akan berdampak negative pada tubuh fisik. Lihat saja emosi bisa menjadi pemicu terjadinya hipertensi atau ketidakstabilan tekanan darah. Dalam tingkat lanjut gejolak emosional yang berlarut-larut akan menyebabkan terjadinya ritme jantung yang pada akhirnya berdampak terjadinya gangguan jantung. Bisa juga terjadinya iritasi lambung, kehilangan konsentrasi yang akhirnya menyebabkan sakit maag karena banyaknya asam lambung.
Gejala seperti ulu hati menjadi tidak nyaman dan tidak enak, jantung berdebar-debar, tidur menjadi tidak nyenyak muncul mimpi buruk yang akhirnya timbul sakit kepala berkepanjangan. Semua ini bisa diatasi dengan pengendalian emosi sejak dini. Barangkali Anda yang pernah kuliah di perguruan tinggi pernah belajar Manajeman Stress?
Dalam setiap kegiatan seminar Reiki dimanapun berada, Pak Ciptadinata Effendi selalu menekankan pentingnya meditasi sebagai jalan mencapai kesehatan fisik secara terus menerus selama hidup ini. Menurut para ahli kesehatan jiwa menyebutkan bahwa maksimal kekuatan tubuh fisik hanyalah 20%. Kekuatan ini bisa melorot turun apabila terjadi gangguan jiwa. Oleh karena itu tugas kita adalah meningkatkan daya tahan tubuh semaksimal mungkin dengan cara pola hidup sehat, pikiran sehat dan tingkah laku sehat.
Bhatin tidak tenang, jiwa gelisah berkepanjangan, dendam kesumat, kebencian, iri hati, luka bhatin serta hal negatif yang membelenggu menjadi beban hidup ini, bisa menjadi bumerang kepada kita apabila tidak direduksi dengan cara menjalani hidup sehat. Bagaimana caranya? Agar sifat negatif tadi tidak menjadi penyakit bhatin yang pada akhirnya menjadi penyakit jasmani, mari sejak saat ini belajar meditasi...kalau Anda mau...tidak memaksa lho.
Sifat negatif tadi bisa dihilangkan secara bertahap bahkan menjadikan bhatin kita tenang dalam hidup ini asalkan melakukan meditasi dalam keseharian dalam hidup ini. Ketenangan bhatin kita peroleh secara bertahap dan pada akhirnya semua keluhan beban hidup akan hilang dengan sendirinya. Saat transfer energi reiki dalam kelas, peserta yang mempunyai keluhan luka bhatin bisa meneteskan air mata bahkan mengeluarkan semua gejolak emosinya tanpa dapat ditahan lagi.
Nah Anda yang masih mempunyai sifat negatif, cobalah belajar membuang sifat-sifat tadi agar jiwa Anda bersih dan sehat. Pada akhirnya diharapkan dari praktek meditasi, Anda akan menjadi manusia sehat seutuhnya baik jasmani dan rohani. Mau mencoba tak ada salahnya. Banyak orang yang tadinya pendendam kepada sesama berubah menjadi manusia santun, tidak mudah tersinggung bahkan sifat dendam kesumatnya berangsur-angsur hilang dalam hidup ini.
Sumber : Buku Esoterik karya Tjiptadinata Effendi.
Read More..
Chi atau energi kehidupan dimiliki oleh setiap mahkluk hidup.Tanpa terkecuali manusia pun memerlukan chi/ki agar tetap hidup di mana chi/ki/energi tadi masuk melalui gerbang energi manusia yang dalam istilah sehat dengan reiki disebut chakra.Setiap mahkluk hidup chi yang mengalir ke dalam tubuhnya tidak saja mengalir ke tubuh fisik tetapi juga mengalir di luar tubuh fisik.
Chi yang ada di luar tubuh fisik membentuk semacam lapisan perlindungan yang biasa disebut aura. Aura sendiri mempunyai lapisan yang sangat banyak tetapi secara umum dibagi menjadi 3 lapisan aura yang disebut aura dalam,kesehatan dan luar. Apabila seseorang bisa menjaga kesehatan fisiknya dengan baik dengan cara mengikuti pola hidup sehat ala dokter, terapi penyembuhan komplementer misalnya reiki ini, maka dijamin auranya tebal dan bisa memproteksi tubuhnya dari energi negative/penyakit.
Menurut Irmansyah Effendi Master Reiki Tumo dalam buku best seller REIKI, tergantung dari kesehatan dan tingkat energi seseorang maka aura dalam biasanya berjarak sekitar beberapa cm sampai beberapa belas cm dari tubuh fisiknya. Aura luar berjarak beberapa puluh cm sampai beberapa meter dari tubuh fisik dan aura kesehatan sendiri terletak di antara kedua aura tersebut.
Sebagai pelindung tubuh maka lapisan aura ini bertugas melindungi tubuh dari energi negatif yang berasal dari luar tubuh. Penyakit harus menembus ketiga lapisan aura sebelum dapat mencapai tubuh manusia.Apabila orang sakit maka lapisan-lapisan yang ada pada organ si sakit sudah tidak normal lagi.
Bisa jadi efek tidak normalnya aura si sakit menyebabkan munculnya pembengkakan dan penipisan aura. Melalui pemeriksaan lapisan aura yang menipis dan menebal pada tubuh dapat diketahui bagian tubuh mana yang mengalami gangguan. Cara mengetahui tidak normalnya aura manusia dengan teknik pendeteksian aura yang bisa kita latih melalui latihan reiki yang berkesinambungan.
Untuk melihat aura seseorang yang tidak normal pun bisa dilihat dengan mata telanjang. Biasa kalau kita melihat seseorang sakit maka tampak pucatlah wajahnya, kusut masai dan yang lebih memprihatinkan pancaran auranya redup tidak bercahaya. Hal ini menandakan ada yang tidak beres pada organ tubuh si sakit dan tanpa penanganan yang memadai maka penyakitnya akan bertambah parah.
Apabila seorang praktisi reiki menangani kasus penyakit ini maka tindakan pertama adalah menyalurkan reiki kebagian tubuh yang sakit. Perkuat energi reiki tak terhingga kali lipat pada organ tubuh yang sakit. Ulangi terus penyaluran reiki di bagian tubuh ini dan kalau perlu dibuat sistem penyaluran energi dengan pemrogaman sebagaimana dilakukan di komunitas sehat dengan reiki.
Sangat dimungkinkan untuk penyakit yang berat di mana pasien memerlukan penyaluran reiki secara terus menerus yang memakan waktu panjang maka penyembuh dapat membuat progam energi yang ditempatkan pada tubuh spasien. Dengan adanya progam energi ini, penyaluran energi pasien tetap berjalan dengan sendirinya walau pun penyembuh telah menghentikan penyaluran energi reiki.
Progam energi yang telah ditempatkan di tubuh pasien akan menggantikan tugas penyembuh dalam menarik energi reiki (ilahi). Penyembuh tinggal meng up-date, memperkuat energi setiap saat agar terus bekerja kepada pasien yang memerlukan reiki. Seorang penyembuh yang pandai dapat membuat progam energi yang berulang-ulang bekerja selama beberapa hari bahkan sampai beberapa bulan.
Kedengarannya rumit ya? Barangkali Anda bukan praktisi reiki. Namun bila Anda sudah menjadi praktisi reiki permainan energi bisa anda modifikasi menjadi energi reiki untuk materialisasi (mewujudkan keinginan) di samping untuk penyembuhan itu sendiri.
