Berdasarkan
perhitungan terbaru, ada lebih dari tiga triliun pohon di bumi. Jumlah
ini delapan kali lipat lebih banyak daripada estimasi terbaik sebelumnya
yang memperkirakan hanya ada 400 miliar pohon. Perhitungan itu hasil
studi yang dipimpin Thomas Crowther dari Universitas Yale, AS, dan
dipublikasikan dalam jurnal mingguan Nature, Rabu ( 2/9 ). Artinya
terdapat lebih dari 420 pohon yang tersedia bagi setiap orang di Bumi.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label atmosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atmosfer. Tampilkan semua postingan
Wahana antariksa tak berawak milik NASA, New Horizons, kembali mengirim gambar Pluto yang lebih jelas, Jumat ( 17/7 ). Gambar itu mencakup pemandangan dataran es yang aneh di planet kerdil itu. Obyek permukaan bernama Sputnik itu berupa medan datar seperti terpecah-pecah. Miturut para ilmuwan, bisa menjadi bukti fenomena permukaan mengembang akibat pemanasan yang muncul dari bawah secara perlahan.
Namun, bisa juga itu merupakan hasil dari beberapa proses kontraksi bahan yang menguap ke atmosfer, tidak seperti retakan lumpur di Bumi. Anggota tim sains berusaha untuk tidak melompat pada kesimpulan awal hingga mereka memperoleh lebih banyak data dari New Horizons yang kini bergerak kian menjauhi Pluto.
" Pertama kali melihat gambar Sputnik, saya pastikan tidak mudah menjelaskan medan ini, " ujar Jeff Moore, yang memimpin tim geologi, geofisika, dan pencitraan tim New Horizons saat temu media di kantor pusat NASA di Washington DC, AS, seperti dikutip BBC. New Horizons akan kembali mengirim data sekitar 50 gigabit dalam bentuk terkompresi, mulai September 2015.
Sumber : Kilas Iptek / BBC / GSA.
Read More..
Matahari
memancarkan semburan tenaga surya level menengah yang meletus di sisi
kiri Matahari yang sedang memuncak, Minggu ( 24/8 ). Gambar itu
ditangkap NASA Solar Dynamics Observatory milik NASA. Pendar Matahari
itu adalah semburan kuat dari radiasi.
Untuk
menguji pesawat demi penelitian di Mars, Badan Antariksa dan
Penerbangan Amerika Serikat ( NASA ) akan meluncurkan piring terbang ke
atmosfer di lapisan stratosfer. Kondisi lapisan itu serupa dengan Mars.
Semula, peluncuran dijadwalkan dua pekan pertama Juni, tetapi kemudian
diundur karena kendala cuaca.
NASA
bekerja sama dengan Angkatan Laut AS di Pulau Kauai, Hawai dalam riset
itu. Piring terbang akan diterbangkan ke lokasi itu dengan balon. Dana
riset itu sekitar 150 juta dollar AS. Jika akhir Juni belum bisa
dilakukan, peluncuran akan diundur hingga tahun depan.
Meski
berjauhan, kutub utara dan kutub selatan Bumi saling memengaruhi.
Kondisi yang disebut telekoneksi itu membuat cuaca dan iklim di kedua
tempat saling terhubung. Hubungan itu terlihat pada Januari lalu saat
suhu dingin ekstrem melanda Amerika Utara yang dipicu pusaran angin
kutub ( polar vortex ).
"
Pusaran itu menurunkan jumlah awan dikomunikasikan ke bagian dunia
lain, " kata Cora Randall, peneliti atmosfer di Universitas Colorado,
Boulder, Amerika Serikat, kepada Space.com, Minggu ( 27/4 ). Telekoneksi
itu dibuktikan setelah wahana antariksa NASA, Aeronomy of Ice in the
Mesosphere, mempelajari sinar malam atau awan noctilucent di mesosphere
di ketinggian 83 kilometer dari permukaan Bumi.
Tingkat
polusi udara yang tinggi di Asia berpengaruh pada pola cuaca dan iklim
di dunia. Polusi, khususnya dari China masuk ke dalam lapisan atas
atmosfer dan membentuk formasi awan. Akibatnya bisa menimbulkan
intensitas badai dan topan.
Menurut
penelitian yang dikeluarkan Universitas Texas A & M di Amerika
Serikat, sebagian besar polusi udara di China datang dari pembangkit
listrik bertenaga batubara dan emisi kendaraan bermotor di sejumlah
kota, seperti Beijing. Para peneliti menemukan bahwa di sejumlah lokasi
seperti itu, tingkat polusi udara mencapai 100 kali lebih tinggi
daripada standar kebersihan udara yang direkomendasikan oleh WHO.

