

Masih ingatkan Anda sahabat sehat dengan kundalini reiki dengan kisah Trisna dan Krisna, bayi kembar siam asal Banglasdesh yang dipisahkan dalam sebuah operasi maraton di Australia setahun lalu? Kamis 18/11 lalu mereka merayakan satu tahun kesuksesan operasi pemisahan di rumah sakit Royal Children Australia. Sebuah gereja di Melbourne Australia menjadi tempat perayaan ulangtahun pertama pemisahan kembar siam Krisna dan Trisna.
Mereka merupakan anak yatim piatu dari Bangladesh yang berhasil dipisahkan oleh tim medis Australia dalam sebuah operasi maraton selama 32 jam. Trisna dan Krisna didampingi orang tua angkatnya dan sejumlah tim medis yang pernah menangani operasi pemisahan tubuhnya, merayakan kegembiraan itu. Saat ini Trisna tetap sehat paska operasi tahun lalu, sedangkan adiknya Krisna sempat dirawat di rumah sakit.
Ibu angkat mereka Moira Kelly berharap, Krisna nantinya bisa tetap sehat dan bermain seperti Trisna. Krisna dan Trisna memberi inspirasi bagi keluarga Kelly dimana kedua bocah ini dibawa ke Melbourne dua tahuh lalu setelah ditemukan pekerja kemanusiaan Australia di sebuah panti asuhan Dhaka Bangladesh. Operasi pemisahan keduanya di rumah sakit Royal Children sempat menyedot perhatian dunia dan berjalan sukses. Saat ini mereka berdua telah berusia empat tahun.
Detik.Com mewartakan para dokter Australia berhasil memisahkan kembar siam asal Bangladesh, Trishna dan Krishna. Kedua anak perempuan itu menempel di bagian kepala. Operasi pemisahan di Melbourne itu berlangsung lebih dari 24 jam! Para ahli bedah yang bekerja semalaman akhirnya berhasil memisahkan otak Krishna dan Trishna pada Selasa, 17 November sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kondisi kedua bocah tersebut baik. "Momen pemisahan lebih seperti momen tidak nyata," kata Dr Donnan.
"Ada kelegaan namun saya pikir semua orang menyadari bahwa jalan masih panjang dan kedua anak perempuan itu memiliki masa-masa sangat sulit ke depan," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/11/2009). Para ahli bedah plastik kini akan menutup tengkorak Trishna dan Krishna dengan tulang dan jaringan kulit untuk mencegah infeksi. Keduanya sempat nyaris meninggal ketika diselamatkan dari sebuah panti asuhan di Dhaka, Bangladesh dua tahun lalu.
Dikatakan Dr Donnan, tim dokter yang terdiri dari 16 orang, gembira melihat si kembar siam telah dipisahkan. "Ini hal yang telah direncanakan selama dua tahun," tutur Dr Donnan. "Semua orang telah mengenal kedua anak perempuan ini sebagai satu-kesatuan dengan kepribadian masing-masing mereka. Jadi melihat mereka sebagai manusia yang terpisah merupakan momen yang sangat mengagumkan," tandasnya.
Saat operasi berlangsung, suara alunan musik pop diperdengarkan di meja operasi. Krishna dan Trishna sebelumnya telah menjalani serangkaian operasi untuk persiapan operasi pemisahan. (ita/nrl)
Sumber : Reuters/Australia - Conjoined Twins Celebration.
Read More..Kegembiraan dan perayaan mewarnai Chili setelah seluruh 33 penambang yang terperangkap di dalam tanah pertambangan San Jose berhasil diselamatkan dan mereka pertama kalinya kembali melihat matahari setelah 69 hari terkurung dalam bumi. Evakuasi pekerja berhasil dilakukan setelah selama dua bulan tim penolong melakukan proses penyelamatan yang intensif dan penuh perencanaan matang.
Kebahagiaan warga Chili bukan milik mereka saja. Kebahagiaan ini juga milik warga dunia yang terus menerus memperhatikan nasib pekerja tambang yang terkubur dalam ruangan bawah tanah. Tak hentinya warga dunia memberikan dukungan utamanya doa agar para pekerja ini dapat diselamatkan segera. Ternyata berkat kekuatan doa dan harapan kerja keras tim penyelamat, akhirnya berhasil mengevakuasi para pekerja tambang keluar satu per satu dari perut bumi di areal pertambangan San Jose.
- Anggota keluarga Florencio Avalos, pekerja tambang pertama selamat dari 33 pekerja terperangkap selama lebih dari dua bulan di sebuah tambang Chili, istri Monica (tengah) dan anak Iaino (kedua dari kiri) bersiap menyambut Avalos saat naik ke permukaan di San Jose tambang di Copiapo, (13/10) Oktober 2010.REUTERS / Pemerintah Chili / Pool).
- Warga bersorak ketika alat penyelamatan untuk pertama kalinya mencapai perlindungan bawah tanah para penambang yang terperangkap di tambang San Jose, saat menonton di layar besar di sebuah lapangan umum di Copiapo, Chili, (12/10) Sebanyak 33 penambang terperangkap di kedalaman sekitar 625 meter. REUTERS / Mariana Bazo.
Tuntasnya proses evakuasi pekerja tambang ditandai dengan dibunyikannya lonceng gereja di seluruh wilayah Chili. Hal tersebut sekaligus menandai akhir penderitaan para penambang yang terjebak dibawah tanah dengan kedalaman sekitar 700 meter selama hampir dua bulan lebih. Evakuasi pekerja tambang dapat disaksikan warga Chili dan warga dunia lainnya lewat siaran televisi dan internet yang menampilkan gambar di dalam lubang tambang dan permukaan lokasi tambang emas dan tembaga San Jose, dimana regu penyelamat sedang bekerja memasang kapsul.
Korban terakhir yang diselamatkan menggunakan kapsule fiber yakni Urzua, dimana sejumlah anggota keluarga dan kerabatnya telah menunggu di sekitar areal tambang San Jose. Saat mencapai permukaan, warga Chili menyambut dengan penuh kegembiraan dan merayakan keberhasilan penyelamatan pekerja tambang tanpa ada satupun korban yang ditinggalkan dalam tanah. Seluruh pekerja tambang berhasil dievakuasi dengan kondisi kesehatan yang sangat baik kecuali satu pekerja lain yang harus menjalani perawatan karena mengidap pnemonia.
Sumber : Reuters/AFP/AP/ramadan.tempointeraktif.com/Chile Miners Celebration.
- Loreto Campbell, keluarga Jorge Galleguillos, penambang yang diselamatkan Jorge Galleguillos, bereaksi saat menonton di layar TV operasi penyelamatan di tenda di luar tambang San Jose dekat Copiapo, Chili, Rabu , (13/10) . Galleguillos adalah orang kesebelas dari 33 penambang yang diselamatkan dari tambang San Jose setelah lebih dari 2 bulan terperangkap di bawah tanah. (AP Photo / Natacha Pisarenko).
- Luis Urzua , penambang terakhir yang diselamatkan, mengacungkan tangan di sebelah Presiden Chili, Sebastian Pinera setelah diselamatkan dari tambang yang runtuh di San Jose, Chili (13/10). Penderitaan di bawah tanah selama 69 hari berakhir Rabu malam setelah 33 penambang terperangkap tersebut diangkut dengan kapsul penyelamat melalui lubang sempit yang dibor sedalam 2.000 kaki . (AP Photo / Pemerintah Chili, Hugo Infante)
- Florencio Avalos, pekerja tambang pertama yang selamat dari 33 pekerja terperangkap selama lebih dari dua bulan di sebuah tambang di Chili, dipeluk oleh Presiden Cile Sebastian Pinera di permukaan tambang San Jose di Copiapo, (13/10). Florencio Avalos mencapai permukaan awal Rabu pagi dengan sebuah kapsul penyelamatan khusus. REUTERS / Pemerintah Chili.
Ratusan warga Korea Utara Minggu 10/10 memperingati hari jadi Partai Pekerja Korea yang ke - 65. Perayaan hari jadi partai Pekerja Korea dipusatkan di alun-alun kota Pyongyang dan dimeriahkan dengan festival musik dan budaya. Pria, wanita dan anak-anak berpakaian tradisional, bersukacita dan menari mengikuti irama lagu yang diperdengarkan melalui pengeras suara
Di tengah kemeriahan pesta, putra Presiden Kim Yong Il, Kim Jong Un yang merupakan calon pemimpin Korea Utara tampil di depan publik untuk pertama kalinya. Kom Jong Un ikut menyaksikan parade militer dan pagelaran tarian tradisional. Seorang warga bernama Jang Gyong, mengemukakan seluruh masyarakat Korea Utara menghormati Kom Jong Un, sama seperti ayahnya Kim Jong Il.
Warga lainnya Rim Yong Hwa merasa yakin Kim Jong Un mampu membangun negara sosialis yang kuat dan dapat menangkal agresi dari Amerika Serikat dan negara lainnya. Sejauh ini tidak banyak informasi yang dapat diperoleh mengenai putera bungsu Presiden Korea Utara ini. Kim Jong Il yang kini telah berusia 68 tahun, dilaporkan pernah mengalami serangan jantung pada tahun 2008 lalu. Minggu lalu Kim Jong Il bahkan terpilih kembali sebagai Sekjen Partai Pekerja Korea yang kini berkuasa dan tampaknya sampai saat ini belum bersedia melepaskan kekuasaannya.
Sumber : Asia/AFP/North Korea - Celebrations.
Read More..