Waktu
anak memakai tablet, telepon pintar, atau peranti bermonitor lain
perlu dibatasi. Hasil riset tim Universitas California, Los Angeles,
Amerika Serikat, menunjukkan, interaksi dengan layar monitor pada gawai
menyulitkan kemampuan anak membaca emosi orang lain. Emosi ini
mencakup perasaan senang, sedih, maupun takut.
"
Banyak orang melihat media digital sebagai alat pendidikan baik.
Mereka lupa sisi buruknya, yakni menurunnya sensivitas anak pada isyarat
emosional yang ditunjukkan orang lain, " kata penulis utama studi
Patricia Greenfield kepada Livescience, Selasa( 2/9 ).
Read More..
