

Sebuah pernikahan cukup unik berlangsung di Oleiros Spanyol, Sabtu (10/7) di mana seorang pria asal Belanda menikahi calon mempelai wanita yang berasal dari Spanyol, tepat sehari sebelum kesebelasan Belanda berhadapan dengan Spanyol dalam laga Final Piala Dunia 2010. Sepasang pengantin baru di Oleiros Spanyol ini langsung mendapat ujian dalam menjaga keharmonisan rumah tangganya.
Mempelai wanita yang berasal dari Galcia Spanyol kemaren resmi menjadi pasangan pria asal Belanda, justru ketika moment Final Piala Dunia segera dimulai Minggu malam waktu Afrika Selatan ketika pasukan Matador berhadapan dengan Tim Total Football Belanda dan akan disaksikan oleh penduduk seluruh dunia lewat siaran langsung televisi. Pengantin Pria dan sejumlah tamu mengenakan dasi berwarna oranye yang merupakan warna tim sepakbola nasional Belanda.
Setelah upacara tradisional Katolik digelar, pendeta yang memimpin jalannya upacara pemberkatan nikah, menyemarakkan acara dengan menyerahkan sebuah kaos oranye bertuliskan kata kami akan kalah. Kejadian itu justru semakin menambah kemeriahan pesta. Stasiun televisi setempat mengabarkan, pasangan pengantin baru bernama Maria dan Hans ini bersama tamu mereka akan melakukan nonton bareng pertandingan final di Oleiros.
Sambil menantikan partai final ini berlangsung kedua mempelai berharap sekalipun salah satu tim nasional negaranya akan kalah, tetapi cinta mereka tidak akan pudar dan bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. Di lapangan rumput Stadion Soccer City Johannesburg kesebelasan tim nasional sepakbola akan bertarung lalu salah satu kalah dan menyerah, di lapangan kehidupan rumah tangga pasangan kedua mempelai ini justru akan dimulai selepas perhelatan akbar Piala Dunia 2010 ini. Para tamu justru mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai, semoga perkawinan mereka berdua langgeng.
Sumber : Reuters/ Spain - Ducth Spanis Wed.
Read More..Demam Piala Dunia bakal melanda dunia dalam sebulan ini. Tak terkecuali Indonesia sebagai negara kepulauan, di mana penduduknya mayoritas juga pencinta olahraga sepak bola, bakal tidak melewatkan perhelatan akbar ini menonton siaran sepakbola lewat channel televisi entah berbayar atau gratis. Pokoknya demam Piala Dunia bakal menyihir pemirsa dan melewatkan malam hari sambil menonton siaran televisi yang menyiarkan langsung adegan laga sepak bola dari Afrika.
Perbedaan waktu antara Afrika dan Indonesia hanya terpaut sekitar 5 jam saja. Artinya bila pertandingan dimulai sore hari maka penonton di Indonesia akan melihatnya pada malam hari. Tetapi bila pertandingan dimulai malam hari boleh jadi di Indonesia sudah lewat tengah malam. Tidak apalah....sekali pun rasa mengantuk cukup berat menonton pertandingan sepakbola tidak boleh dilewatkan begitu saja. Tapi sebenarnya berapa negara yang pernah jadi tuan rumah Piala Dunia sejak pertama kali diadakan?
Sebagaimana sehat dengan kundalini kutip dari GeoWeek di jurnal mingguan, mewartakan kompetisi Piala Dunia pertama kali berlangsung tahun 1930 dan sejak saat itu diadakan setiap empat tahun sekali, kecuali ketika Perang Dunia II terjadi. Penyelenggara Piala Dunia 2010 adalah Afrika Selatan yang menandai untuk pertama kalinya turnamen akbar ini berlangsung di Benua Hitam Afrika. Tentunya ribuan orang juga akan datang ke Afrika Selatan untuk menyaksikan pertandingan yang diikuti 32 negara yang akan berlangsung selama 1 bulan mulai 11 Juni 2o1o mendatang.
Jika antusiasme, tenaga dan kekuatan menjadi ukuran sebuah pertandingan olahraga, Piala Dunia merupakan peristiwa olahraga terbesar di planet bumi. Jutaan penggemar yang tersebar di seluruh negara di dunia akan mengikuti peristiwa ini melalui siaran televisi, radio dan internet. Sebanyak 16 negara pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, setidaknya satu kali. Namun, Perancis ( 1938 dan 1998 ), Jerman ( 1974, 2006 ) dan Italia ( 1934, 1990 ) pernah dua kali menjadi tuan rumah, Brasil akan masuk kategori ini ketika negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2014 nanti.
Bicara tentang pemenang Piala Dunia, sebenarnya Brasil adalah negara yang paling banyak memenangi turnamen ini, yaitu lima kali, disusul dengan Italia ( 4 kali ) dan Jerman ( 3 kali ) lalu Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali, sementara Inggris dan Perancis satu kali. Kini perhatian dunia akan tertuju ke Benua Hitam Afrika dalam sebulan mendatang selama turnamen berlangsung. Afrika boleh berbangga karena tahun ini pertama kalinya bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara turnamen akbar empat tahunan.
Afrika selain bangga juga enam tim telah lolos ke putaran Piala Dunia. Mereka adalah Aljazair, Kamerun, Pantai Gading, Ghana, Nigeria dan Afrika Selatan. Tim asal Afrika yang pertama kali mengikuti turnamen Piala Dunia adalah Mesir pada tahun 1934. Namun hanya Kamerun ( 1990 ) dan Senegal ( 2002 ) yang berhasil menembus babak kuarter final. Semoga dalam turnamen kali ini Afrika bisa lolos ke perempat final, syukur ke semi final.
Sumber : GeoWeek.
Read More..