Foto
dari Museum Sejarah Alam Amerika Serikat menunjukkan binatang dari era
Cretaceous, Ukhaatherium nessovi. Binatang ini digunakan dalam
penelitian evolusi mamalia yang disiarkan hari Kamis ( 7/2 ).
Read More..
Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan
Dalam
alur rantai makanan, manusia adalah superpredator yang menundukkan
predator-predator ganas di dunia hewan. Studi Chris Darimont dari
Universitas Victoria, Kanada, dan rekan yang dimuat di majalah Science
menunjukkan hal itu. Data global perburuan manusia menunjukkan, manusia
mengeksploitasi ikan dewasa 14 kali lebih banyak daripada binatang laut
lainnya. Sementara di darat, manusia membunuh karnivora puncak, seperti
beruang, serigala, dan singa, sembilan kali lebih banyak ketimbang
kemampuan binatang tersebut.
Pengenalan wajah sesama salah salah satu kunci kehidupan sosial manusia. Tampaknya, itu juga berlaku pada simpanse. Ini setelah sekelompok peneliti melatih tiga simpanse dewasa, Chloe, Pendesa, dan Ai, untuk menemukan gambar wajah simpanse, pisang, mobil, dan rumah di antara sekelompok gambar lain pada peranti layar sentuh digital. " Simpanse cepat menemukan gambar wajah di antara berbagai obyek lain, " kata pemimpin tim peneliti Masaki Tomonaga, ahli primatologi dan studi kognitif komparatif pada Primate Research Institute University Kyoto, Jepang.
Kedua spesies mengembangkan kemampuan khusus untuk memproses wajah, yang berarti simpanse dan manusia mungkin sama-sama menggunakan informasi wajah untuk kehidupan sosial. Hasil riset itu jalan untuk meneliti lebih lanjut terkait evolusi kecerdasan sosial. Selain wajah, simpanse juga mengenali gambar pisang di antara obyek lain, tetapi kesulitan menunjuk pisang saat gambar hitam putih.
Simpanse tetap mudah menemukan gambar wajah meski dalam versi hitam putih. Hasil rinci riset dipublikasikan secara daring, Kamis ( 16/7 ) di Scientific Reports.
Sumber : Kilas Iptek / Livescience / JOG / Image by : Nature com.
Read More..
Suatu
ketika, Bumi barangkali akan dihuni kembali binatang-binatang
berdimensi raksasa, seperti dinosaurus. Hasil riset sejumlah ahli
paleo-biologis dari Standford's School of Earth, Energy and Environment
Sciences menguatkan bukti bahwa hewan-hewan di Bumi berevolusi membesar.
Studi yang dipublikasikan jurnal Science edisi 20 Februari menyebut,
dalam kurun 542 juta tahun, rata-rata ukuran tubuh hewan di laut
bertambah besar 150 kali.
Read More..
Sejak
lama misteri yang mendasari hewan bertindak tanpa pamrih, masih menjadi
tanda tanya para ahli. Monyet dalam bersosialisasi dengan kelompoknya
memilih tak mengambil makanan daripada mengejutkan temannya. Sedangkan
tikus memilih kelaparan daripada menyakiti temannya.


