ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label editor film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label editor film. Tampilkan semua postingan

ONE MAN NEWS TEAM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 20 Agustus 2009 2 komentar



Mulai tahun 1980 pusat pemberitaan televisi tempat sehat dengan reiki bekerja mulai melakukan peliputan berita one man news team. Selain penghematan biaya liputan, juga mencoba kecanggihan peralatan liputan kamera film juga kamera elektronik. Hanya saja liputan dengan materi film masih menggunakan jasa pemrosesan film milik kantor sendiri. Sedangkan materi liputan berita dengan kaset video gambar dan suara langsung dapat diedit sekaligus diberi narasi.

Semakin banyaknya liputan mendadak, banyak jenis liputan yang harus direkam, terbatasnya juru kamera film atau elektronik, membuat juru kamera dan reporter yang bertugas harus mampu berperan ganda. Reporter harus mampu mengoperasikan kamera dan lampu sedangkan juru kamera sendiri harus mampu mengoperasikan alat perekam suara yang menempel jadi satu di kamera film atau elektronik dan juga harus mampu membuat naskah berita.

Di tahun itu setiap kali sehat bersama reiki melakukan liputan ke daerah membawa kerabat kerja yang cukup banyak jumlahnya di bawah komando Pengarah Acara. Maklum jenis liputan non news bersifat hiburan dan dokumenter sehingga melibatkan kerabat kerja produksi dari berbagai bidang profesi. Materi liputan untuk bahan editing menggunakan pita audio 1/4 inchi dan film reversal atau negative 16 mm. Panjang film 100 feet hingga 400 feet.

Dalam perkembangan teknologi komunikasi khususnya di bidang komputer maka penyelesaian produksi acara televisi sendiri pun menggunakan komputer sebagai sarana kerja. Misalnya dahulu ketika menyunting video menggunakan 2 player dan 1 recorder sekarang ini menggunakan non linear editing komputer. Hanya saja jenis editing acara televisi ini bukan untuk news melainkan untuk dokumenter dan aktualitas.

Demikian pula sebelum diperkenalkan editing elektronik sebelum era komputerisasi ini penyuntingan gambar dan suara menggunakan sistem mekanik secara manual terhadap materi film dan suara yang diedit. Di editing film room banyak gulungan pita suara dan film menunggu untuk diedit. Cara kerja masih mekanik. Baru setelah menggunakan editing elektronik proses penyuntingan video menggunakan 2 player dan 1 recorder baik digital atau non digital.

Kembali kepada one man news team di bidang liputan berita menjadi tuntutan umum setiap pusat pemberitaan stasiun televisi saat ini. Cara kerja ini bukan berarti menghilangkan fungsi juru kamera dan reporter sesuai dengan bidang masing-masing. Tuntutan one man news team baru berlaku bila dalam kondisi mendesak karena banyaknya liputan, kerabat kerja liputan harus segera berangkat ke lapangan.

Dengan adanya kamera ENG yang semakin canggih, komputer editing software terbaru, peralatan transmisi portable, membuat liputan semakin cepat bahkan saat itu juga disiarkan ke penonton di rumah. Nah dalam liputan kali ini yang perlu diperhatikan dari unsur televisi yang mencakup audio dan video adalah suara atau bunyi dari atmosfir di lokasi liputan.

Bayangkan bila Anda melihat berita tentang rally sepeda Tour De France di mana kayuhan sepeda balap ini atmosfernya juga harus terekam berikut sorak-sorak penonton di sepanjang rute balapan. Suara atmosfeer adegan ini harus direkam dengan baik sehingga penonton bisa membaca emosi atas gambar yang ditayangkan. Peranan atmosfeer balap sepeda ini mutlak diperlukan untuk mengiringi gambar berikut narasi bila diperlukan. Nah dalam editing gambar balap sepeda inilah penempatan channel 2 atmosfeer balapan sepeda ditempatkan sementara ch 1 berisi narasi dan komentar pembalap yang diwawancarai.

Memang bekerja di mass media televisi sebutan one man news team bukan berlaku di bidang pemberitaan saja. Di bagian teknik tempat sehat bersama reiki bekerja pun setiap kerabat kerja yang bertugas juga harus menguasai peralatan lain yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Misal petugas video engineer harus mampu menjadi pemadu gambar, begitu pula sebaliknya petugas pemadu gambar juga mampu mengoperasikan peralatan video engineer pada saat sang petugas tidak ada.

Floor Director yang bertugas mendampingi Pengarah Acara di lantai studio pun harus mampu mengoperasikan kamera studio saat mengambil gambar objek siaran untuk direkam olah VTR man/women. Sehat bersama reiki sendiri juga bekerja merekam gambar dan kesudahannya harus juga mengedit video dan akhirnya turut juga memplayback materi siaran yang diedit teman kerja lain.

Hanya saja untuk urusan merekam gambar ada keengganan dari kerabat kerja lain untuk mau membantu merekam gambar. Sebenarnya secara kasat mata pekerjaan merekam gambar dan suara bagi setiap orang amat mudah. Tinggal memencet tombol play and record secara bersamaan maka terekamlah gambar dan suara tadi kedalam pita kaset video. Tapi apa semudah itu? Tidak juga...merekam harus jeli dan memperhatikan level audio dan input video dari video mixer ke video tape recorder. Juga harus mengeset pergerakan pita rekaman dalam hitungan time code mencakup jam-menit-detik dan frame gambar.

Penggunaan time code ini mutlak dilakukan dan harus dicatat dalam rundown acara atau shooting script. Tujuannya untuk memudahkan saat editing video nantinya. Editor akan menyeleksi gambar berdasarkan catatan time code dari rangkaian shot gambar yang telah direkam. Time code juga digunakan pada saat meng-capture gambar dari pita kaset ke hard disk komputer termasuk juga sebagai pedoman pada saat penyiaran acara televisi.

Begitu pentingnya time code rekaman video maka diupayakan agar setiap kali merekam gambar sebaiknya time code tidak meloncat-loncat. Time code akan berjalan mulus bila merekam gambar menggunakan auto edit dan setiap kali selesai merekam segera check hasil akhir gambar lalu beri tanda cue in di alat video recorder. Bila audio dan video sudah terekam dengan baik maka gambar tadi siap disunting/diedit oleh Editor.

Siapkah bila Anda suatu saat bekerja di mass media televisi bekerja sebagai Editor atau Juru Kamera bahkan menjadi Reporter Berita? Bila ya....mulai sekarang belajar mengambil gambar video dan menyunting video. Editor Video Televisi sekarang ini sangat dibutuhkan dalam produksi acara televisi dan honor mengedit cukup besar bila mengedit video klip musik dan iklan komersil.





Read More..

PROSESING FILM DAN EDITING FILM 16 MM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 27 November 2008 0 komentar

Ketika shooting film usai tiba giliran Laboratorium Film memproses seluruh exposed film yang telah diserahkan Asisten Juru Kamera. Setiap reel film selalu ada catatan mengenai pemakaian asa film, day or night pengambilan gambar di lokasi shooting. Juga catatan ringkas isi adegan yang telah di shot. Semua catatan itu diperlukan petugas laboratorium film untuk menentukan final prosesing kelak ketika film sudah selesai diedit dan siap dibuatkan master print lengkap dengan titel, efek transisi gambar dan pencahayaan.

Bila pemakaian film reversal baik Kodak atau Fuji gambar langsung dapat dilihat ketika proses editing. Sedangkan bila memakai film negative dari kedua merk film itu maka prosesing film di editing melalui tahapan sebagai berikut ini:
1. Film hasil shooting lalu diproses negative lebih dulu (seperti klise pada foto).
2. Selesai proses negative film lalu dicetak menjadi positif sebagai bahan editing film. Film positif ini disebut work print atau rush copy karena dengan film inilah editor memotong dan menyambung film. Film ini boleh dicoret, dipotong lalu disambung kembali. Sementara master negative film tetap utuh dan akan dipotong-potong ketika proses editing selesai. Apabila editor memerlukan print ulang maka master negative inilah yang dicetak ulang dalam bentuk film positif. Disebut positif karena film ini belum dikoreksi pewarnaannya juga pencahayaan oleh petugas labortorium film.

Setelah proses negative selesai dan film dicetak positif maka tugas selanjutnya adalah menyunting. Menyunting adalah memilih gambar yang OK dan Not OK lebih dulu. Dengan menyamakan gambar dan suara di mesin editing steen back 16 mm inilah proses editing berlangsung. Setiap potongan gambar dan suara yang sudah sinkron lalu dikasih tanda "mark in" sebagai tanda awal sebuah shot dan "mark out" sebagai tanda akhir shot. Agar file gambar yang sudah sinkron ini nanti mempermudah kerja Editor Film dalam menyambung gambar dan suara maka perlu diberi nama file misalnya Close Up Ani, Scene 6 hasil edit sementara, LS Candi Prambanan dan sebagainya. Terserah penamaan file ini ditulis yang penting file gambar dan suara ini mudah diingat Editor.

Adakalanya ketika editing berlangsung urutan adegan yang disunting tidak urut. Bisa scene ( adegan 40 ) diedit dahulu lalu mengedit adegan 25. Begitu pula scene lainnya. Yang penting setiap scene yang sudah diedit diberi nama file yang jelas berikut deskripsi tulisan misalnya SQ (sequence 37 OK). Apabila editing adegan sudah selesai keseluruhan maka diedit pula narasi, musik, efek suara seperti bunyi kicau burung, desiran angin, gemericik air sungai juga dubing narasi. Penempatan titel film berikut nama pemain dan kerabat kerja juga dilakukan di editing film ini. Capek juga ya? tentu saja. Bisa juga pada saat editing ini yang diedit gambar saja.

Suara film berupa efek suara semisal bunyi petir menggelegar, ombak di laut, kicauan burung di hutan, hujan turun dan deritan rem mobil yang direm mendadak bisa ditempatkan di jalur efek sebagai trak 3. Trak 1 berisi original suara pemain sementara trak 2 berisi musik. Kalau diperlukan trak 4 bisa dibuat sebagai trak cadangan yang berisi narasi film ini yang suaranya direkam lebih dulu pada saat proses editing film berlangsung. Apabila proses merakit film beserta semua unsur suara yang menyertai film ini selesai maka dilakukan mixing gambar dengan suara sekaligus di ruang mixing audio.

Selesai mixing audio maka hasil akhir audio ini disebut final mixing yang berisi gabungan suara baik narasi, musik, dialog atau efek suara yang sudah menyatu dalam 1 pita. Final mixing 16 mm ini lalu ditransfer kembali ke format 1/4 inchi. Setelah mixing audio selesai maka film dan pita 1/4 inchi final mixing ini lalu dibawa kembali ke laboratorium film untuk menjalani proses akhir yaitu memotong master negative film.

Proses memotong negative film ini memang dilakukan manual oleh petugas negative cutter. Petugas ini mencocokkan satu persatu gambar negative film dengan film positif yang telah diedit. Berdasarkan edge number di film positif inilah film negative dipotong dan disambung persis urutan gambar yang terdapat di film positive. Begitu seluruh negative cutting selesai dikerjakan maka tiba saatnya pita suara 1/4 inchi final mixing dicetak dalam ukuran 16 mm dan disatukan dengan gambar dalam satu jalur suara baik optik maupun magnetic sound.

Hasil penyatuan gambar dan suara baik optik ataupun magnetic ini dalam satu film disebut release print yang siap disiarkan lengkap dengan titel film, nama pemain serta kerabat kerja pendukung produksi. Release print ini bisa disebut induk release copy. Dari induk inilah film dicetak berulang-ulang untuk didistribusikan ke berbagai pemesan. Anda tertarik membeli 1 copy film ini? silakan hubungi laboratorium film lebih dahulu.




Read More..

REKAMAN SUARA PADA FILM 16 MM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 25 November 2008 0 komentar


Ini adalah catatan yang tercecer yang pernah menjadi sejarah pembuatan film 16 mm di industri perfilman nasional khususnya di media Televisi Republik Indonesia di Senayan Jakarta. Perekaman suara film televisi saat itu mengenal 2 jenis perekaman suara single sistem dan double sistem. Televisi Republik Indonesia dekade 1962 hingga tahun 1997 dalam melaksanakan pembuatan mata acara siaran selalu menggunakan media seluloid 16 mm sekaligus perekaman suara film itu dalam format 1/4 inchi.

Dalam rekaman suara single sistem ini gambar dan suara direkam secara bersamaan oleh kamera film pada medium yang sama. Pada salah satu tepi film tersebut terdapat lapisan pita magnetik yang merupakan tempat suara direkam.Lapisan ini disebut magnetic strip berwarna coklat menempel di sisi film. Sedangkan camera film untuk merekam gambar sekaligus suara mempunyai record head di dalam bodi camera. Karena gambar yang direkam gerakannya terputus-putus (intermittent motion) sedangkan untuk suara diperlukan gerakan yang datar ( non intermittent atau flutter free motion ) maka harus ada jarak antara gambar dan suara sepanjang 28 frame yang merupakan jarak suara magnetis.

Suara mendahului gambar yang bersangkutan sebanyak 28 frame ini sesuai dengan jarak yang terdapat pada proyektor sehingga antara gambar dan suara tetap serentak. Dalam hal ini kameramen dibantu juru suara film atau asisten kameramen selain memperhatikan gambar yang direkam juga mengatur suara melalui head phone selain level meter untuk pengontrolan suara. Setelah perekaman gambar selesai film diproses di laboratorium film dan hasilnya saat itu juga langsung disiarkan tanpa mengalami editing lebih dulu. Umumnya rekaman gambar ini untuk news atau berita yang sifatnya aktual dan segera disiarkan. Bila memerlukan editing dipergunakan sistem perekaman gambar double sistem.

Sistem perekaman suara double sistem cara kerja di lapangan tetap sama dengan single sistem tetapi pengambilan suara dan gambar dilakukan terpisah. Terpisah karena kameraman merekam gambar menggunakan kamera sedangkan juru suara merekam suara menggunakan tape yang disebut Nagra. Antara Nagra dan Kamera dihubungkan dengan kabel sincronisasi sehingga pada saat editing film, Editior Film akan menyerempakkan gerakan gambar dan suara sehingga menjadi sinkron ( lypsinch ). Dengan perekaman double sistem ini tentunya diperlukan peralatan lebih banyak bila dibandingkan sistem single sistem.

Selesai perekaman gambar dan suara film lalu di proses di laboratorium film sedangkan suara ditransfer dari format 1/4 inchi ke ukuran 16 mm. Setelah proses ini selesai lalu tahap editing dimulai. Editor akan menyunting gambar sekaligus suara secara bersaman atau terpisah. Editor bekerja melipsingkan gerakan mulut pemain dengan suara yang diucapkannya. Dengan bantuan papan kleper proses sinkronisasi ini sedikit membantu. Namun bagi Editor yang sudah berpengalaman dia bisa membaca lipsinc gerakan mulut pemain apa yang dia ucapkan. Dengan bantuan sinkronisasi di mesin editing maka gambar dan suara yang sudah klop itu lalu diedit. Bagian mana yang perlu dibuang dan mana yang perlu disambung dengan gambar berikutnya.

Keuntungan antara single sistem dan double sistem:
Pada single sistem peralatan yang digunakan lebih sedikit. Hal ini berarti penghematan tenaga listrik, petugas serta perpindahan peralatan kerja lebih cepat. Hasil shooting dapat disiarkan lebih cepat. Selesai shooting tidak memerlukan proses suara karena pita suara sudah menyatu di film juga tidak memerlukan editing sehingga segera dapat disiarkan. Di samping itu juga tidak ada masalah penyerempakan gambar dan suara. Semua sudah menyatu di film.

Rekaman gambar menggunakan double sistem mutu suara lebih baik. Ini disebabkan karena material ( pita ) yang digunakan pada double sistem lebih baik dibanding magnetic stripe pada single sistem, termasuk pula peralatan rekaman suara yang digunakan ( nagra ). Demikian pula proses suara lebih lanjut di editing termasuk mixing dan dubbing. Editing akan leluasa memotong dan menyambung suara dan gambar baik sendiri-diri atau terpisah. Kunci berhasilnya merangkai gambar dan suara secara double sistem ini ditentukan oleh Editor. Karenanya seorang Editor Film bisa dikatakan Second Director in The Studio.

Apabila Anda saat ini sudah menjadi editor elektronik dengan menggunakan software Adobe Premier 6.0 atau 6.5 Anda akan melihat tampilan time line editing komputer tersebut persih dengan Editing 16 mm double sistem. Anda akan leluasa menaruh atau melepas shot-shot gambar dan suara di jalur video atau audio. Tertarik menjadi editor elektronik dengan mengunakan komputer sebagai peralatan kerja? Bagaimana dengan Anda?





Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.