ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label rama shinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rama shinta. Tampilkan semua postingan

KISAH KIDUNG RAMA DAN SHINTA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 24 November 2011 0 komentar


Ketika menerima undangan liputan ke TIM Jakarta, sehat dengan reiki beserta kerabat kerja teknik dan produksi segera menyiapkan materi liputan dan mempersiapkan mobil siaran luar televisi ( OB Van ) yang Selasa Sore kemaren terjebak kemacetan lalu lintas luar biasa di sekitar Jembatan Semanggi. Maklum Selasa petang kemaren Jakarta dilanda hujan lebat setelah pagi hari cuaca sangat cerah disengat matahari. Karena hujan lebat saat jam bubaran kantor di sore hari, lalu lintas pun menjadi macet dalam perjalanan ke TIM di Cikini.



Bergerak perlahan melewati Kawasan Monas melewati Tugu Tani di Menteng Raya yang juga sama-sama macet akhirnya tiba juga mobil siaran luar televisi di depan Graha Bakti Budaya. Persiapan rekaman pun dimulai dengan melakukan setting peralatan, memasang kamera, menempatkan mikropon, menata lampu dan mengecek jalur audio video ke Video Tape Recorder di mobil OB Van. Persiapan setting pun selesai ketika kumandang Azhan Maghrib terdengar dari Masjid Amir Hamzah TIM.



Adegan Rama dan Shinta yang diliput ini sebenarnya merupakan kisah klasik percintaan Rama dan Shinta yang pernah sehat dengan reiki dan teman-teman kerabat kerja lainnya dengar ketika waktu kecil dulu. Biasa tidak istimewa, namun pagelaran Rama Shinta malam itu terkesan berbeda pementasannya karena diiringi musik gamelan dan gesekan biola orkhesta yang dipimpin oleh seorang dirigen, mengiringi adegan pagelaran babak demi babak dengan durasi pementasan 2 jam.



Kisah Rama dan Shinta merupakan salah satu epos legendaris Ramayana yang hingga saat ini kisahnya masih relevan dengan tuntutan perkembangan jaman. Tuntutan perkembangan kemajuan jaman dengan hadirnya teknologi komunikasi khususnya teknologi komputer mampu menghadirkan perpaduan gambar hasil animasi komputer, teknik tata cahaya dan effek suara serta semburan asap dry smoke mampu memukau penonton yang hadir malam itu.


Kisah klasik Ramayana menampilkan adegan menjelang Shinta diculik Rahwana di hutan Dandaka. Shinta diperdaya Rahwana yang menyuruh Kalamarica berubah menjadi Kidang Kencana untuk memikat Shinta. Fotografer : Dante Agustian


Pertunjukan Rama Shinta kemaren malam begitu unik karena berisi kolaborasi antara wayang dengan opera yang bertajuk " Kidung Shinta " di mana pertunjukan dimeriahkan dengan sentuhan seni modern seperti visualisasi multimedia, mini orkestra dan penggunaan bahasa Indonesia sehingga dapat diterima dengan lebih mudah opeh penggemar wayang atau masyarakat awam. Pertunjukan diawali dengan kosongnya panggung yang gelap gulita lalu layar putih panggung pun diisi dengan bayangan 2 orang penari yaitu Rahwana melarikan Dewi Shinta melintasi hutan sedang dikejar oleh seekor burung Jatayu .



Adegan demi adegan saat Raja Kera Sugriwo beserta pasukan kera menyerang Alengka dan kera Shakti Hanoman diutus Rama membawa cincin Rama agar diberikan kepada Shinta di Alengka. Juga adegan peperangan Raksasa prajurit Alengka melawan pasukan kera pimpinan Sugriwa. Selain melibatkan ratusan penari profesional, pertunjukan ini juga melibatkan puluhan penari anak-anak yang memerankan pasukan kera yang begitu lincah berjumpalitan memanjat pohon dan bersalto layaknya kera yang sedang memanjat pepohonan di hutan.



Kidung Shinta dan Rama ini disutradarai oleh Nanang Hape, seorang seniman tari yang telah melakukan berbagai eksplorasi terhadap wayang. Untuk pertunjukan kemaren malam Nanang Hape berharap penonton dapat tergerak untuk kembali mengapresiasi sebuah karya tradisional khususnya pertunjukan wayang.
Berikut di bawah ini sinopsis Ramayana dalam pagelaran malam kemaren:



Pengantar



Prabu Janaka, Raja Kerajaan Mantili memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Dewi Shinta. Untuk menentukan siapa calon pendamping yang tepat baginya, diadakanlah sebuah sayembara. Rama Wijaya, Pangeran dari Kerajaan Ayodya akhirnya memenangi sayembara tersebut.



Prabu Rahwana, pemimpin Kerajaan Alengkadiraja sangat menginginkan untuk menikahi Dewi Shinta. Namun, setelah mengetahui siapa Dewi Shinta, ia berubah pikiran. Ia menganggap bahwa Dewi Shinta merupakan jelmaan Dewi Widowati yang telah lama ia cari-cari.



Hutan Dandaka



Rama Wijaya beserta Shinta, istrinya, dan ditemani oleh adik lelakinya, Leksmana, sedang berpetualang dan sampailah ke Hutan Dandaka. Di sini mereka bertemu dengan Rahwana yang begitu memuja Dewi Shinta dan sangat ingin memilikinya. Untuk mewujudkan gagasannya, Rahwana mengubah salah satu pengikutnya bernama Marica menjadi seekor kijang yang disebut Kijang Kencana dengan tujuan memikat Shinta.



Karena tertarik dengan kecantikan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama menyanggupi dan meninggalkan Shinta yang ditemani Leksmana dan mulailah dia memburu kijang tersebut.



Setelah menunggu lama, Shinta menjadi cemas karena Rama belum datang juta. Ia meminta Leksamana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksmana membuat lingkaran sakti di atas tanah di sekeliling Shinta untuk menjaganya dari segala kemungkinan bahaya.



Begitu mengetahui bahwa Shinta ditinggal sendirian, Rahwana mencoba untuk menculiknya namun gagal karena lingkaran pagar pelindung yang menjaganya. Kemudian ia mengubah diri menjadi seorang Brahmana. Shinta jatuh kasihan terhadap Brahmana yang tua tersebut dan hal tersebut membuatnya keluar dari lingkaran pelindung. Akibatnya, Rahwana - yang menjelma menjadi Brahmana tua tersebut - berhasil merebut dan membawanya terbang ke Kerajaan Alengka.



Memburu Kijang



Rama berhasil memanah kijang yang dikejarnya, namun tiba-tiba kijang tersebut berubah menjadi raksasa. Terjadilah perkelahian antara Rama dengan raksasa tersebut. Raksasa tersebut akhirnya dapat dibunuh Rama menggunakan panahnya. Kemudian tibalah Leksama dan meminta Rama untuk segera kembali ke tempat di mana Shinta berada.



Penculikan Shinta



Dalam perjalanan ke Alengka, Rahwana bertemu dengan burung garuda bernama Jatayu. Mereka kemudian terlibat pertengkaran karena Jatayu mengetahui bahwa Rahwana menculik Dewi Shinta - yang adalah anak Prabu Janaka, teman dekatnya. Sayangnya, Jatayu berhasil dikalahkan oleh Rahwana saat mencoba membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana.



Mengetahui bahwa Shinta tidak lagi berada di tempat semula, Rama dan Leksmana memutuskan untuk mencarinya. Dalam perjalanan pencarian tersebut, mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah. Saat bertemu pertama kali tersebut, Rama mengira bahwa Jatayulah yang menculik Shinta sehingga ia berniat membunuhnya namun Leksmana mencegahnya. Jatayu menjelaskan apa yang terjadi sebelum akhirnya ia meninggal.



Tidak lama kemudian, seekor kera putih bernama Hanoman tiba. Ia diutus oleh pamannya, Sugriwa, untuk mencari dua pendekar yang mampu membunuh Subali. Subali adalah seorang Kera yang suci dan telah mengambil Dewi Tara, wanita kesayangan Sugriwa. Setelah dipaksa, akhirnya Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa.



Gua Kiskendo



Pada saat Subali, Dewi Tara dan anak lelakinya sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah Sugriwa dan langsung menyerang Subali. Sugriwa yang dibantu oleh Rama akhirnya mampu mengalahkan Subali. Sugriwa berhasil merebut kembali Dewi Tara. Untuk membalas kebaikan Rama, Sugriwa akan membantu Rama mencari Dewi Shinta. Untuk tujuan ini, Sugriwa mengutus Hanoman untuk mencaritahu mengenai Kerajaan Alengka.



Kemenakan Rahwana, Trijata, sedang menghibur Shinta di taman. Rahwana datang untuk meminta kesediaan Shinta menjadi istrinya. Shinta menolak permintaan tersebut. Hal ini membuat Rahwana kalap dan mencoba membunuhnya namun Trijata menghalanginya dan memintanya untuk bersabar. Trijata berjanji untuk merawat Shinta.



Saat Shinta merasa sedih, ia tiba-tiba mendengar nyanyian indah yang disuarakan oleh Hanoman, si kera putih. Hanoman memberi tahu Shinta bahwa ia adalah utusan Rama yang dikirim untuk membebaskannya. Setelah menjelaskan tujuannya, Hanoman mulai mencari tahu kekuatan seluruh pasukan Alengka. Ia kemudian merusak taman tersebut.



Indrajit, anak lelaki Rahwana, berhasil menangkap Hanoman namun Kumbokarno mencegahnya untuk membunuhnya dan Hanoman dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar. Namun saat dibakar, Hanoman berhasil lari dan justru membakar kerajaan dengan tubuhnya yang penuh kobaran api.



Segera setelah membakar kerajaan, Hanoman datang kepada Rama dan menjelaskan apa yang telah terjadi. Rama kemudian pergi ke Alengka disertai dengan pasukan kera. Ia menyerang kerajaan dan membuat pasukan Alengka kocar-kacir setelah Indrajit - sebagai kepala pasukan kerajaan - berhasil dibunuh.



Rahwana kemudian menunjuk Kumbokarno - raksasa yang bijaksana - untuk memimpin pasukan kerajaan Alengka melawan balatentara Rama yang dibantu Raja Kera Sugriwo. Namun kemudian Kumbokarno berhasil dibunuh oleh Rama dengan panah pusakanya. Rahwana mengambil alih komando dan mulai menyerang Rama dengan bala tentara seadanya. Rama akhirnya juga berhasil membunuh Rahwana. Dibawa oleh Hanoman, mayat Rahwana diletakkan di bawah gunung Sumawana.



Rama Bertemu Shinta



Setelah kematian Rahwana, Hamonan menjemput Shinta untuk dipertemukan dengan Rama. Namun Rama menolak Shinta karena ia berpikir bahwa Shinta sudah tidak suci lagi. Shinta kecewa dan untuk membuktikan kesetiaannya kepada suaminya, ia menceburkan diri ke dalam kobaran api dan membakar diri. Karena kesuciannya dan atas bantuan Dewa Api, ia tidak terbakar dan selamat. Hal tersebut membuat Rama bahagia dan akhirnya menerimanya kembali menjadi istrinya. Adegan dramatik Shinta membakar diri dapat dijumpai dalam kisah Ramayana episode Shinta Obong .



Dengan didukung oleh seniman seniwati lulusan Institut Seni Tari Solo yang berada di Jakarta serta banyaknya warga Solo menyaksikan pagelaran ini suasana Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marjuki malam itu layaknya seperti Gedung Wayang Orang Sriwedari Solo yang sedang mementaskan wayang orang dengan lakon sama Rama dan Shinta. Di gedung ini yang terdengar hanya celotehan, guyonan dalam bahasa Jawa Kromo Inggil dan Ngoko. Suasana pas seperti di Solo.

Read More..

AKSI BAKAR DIRI BIKSUNI TIBET.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 18 November 2011 0 komentar

Pernahkan Anda menonton Sendratari Ramayana di Prambanan yang mementaskan cerita Shinta Obong? Bagi penggemar cerita wayang tentu sudah tidak asing lagi dengan cerita menegangkan itu. Dikisahkan bagaimana tidak menegangkan kalau Shinta yang masih mencintai Rama harus diobong dulu sebelum bertemu Rama.



Bermain dengan api tentu taruhannya nyawa. Shinta yang telah dibebaskan dari cengkeraman Rahwana harus membuktikan seratus persen kesuciaannya dengan terlebih dulu dibakar. Jika ternyata Shinta sudah digauli Rahwana maka api akan dengan mudah membakarnya. Sebaliknya jika dalam cengkeraman Rahwana, Shinta tidak di apa-apakan maka api tidak akan mampu membakarnya.



Singkat cerita peperangan antara pasukan Rama melawan pasukan Rahwana yang telah menewaskan satria antara kedua pasukan itu, dimenangkan oleh pihak Rama. Kemenangan Pasukan Rama tentu saja atas jasa Sugriwo dengan pasukan ribuan keranya yang berhasil masuk negara Alengka. Di bawah komando Hanoman si kera putih sakti yang bisa terbang, akhirnya Rahwana berhasil ditewaskan setelah tubuhnya ditimbun gunung oleh Hanoman.



Shinta lepas dari cengkeraman Rahwana kembali ke pangkuan Rama. Tentu saja Rama gembira mendapatkan kembali isterinya itu. Untuk membuktikan bahwa Shinta belum di apa-apa kan Rahwana, maka Rama meminta Shinta untuk membakar diri. Shinta tidak menolak permohonan Rama demi cintanya kepada sang suami. Sekali pun resiko membakar diri taruhannya nyawa, Shinta berani berkorban untuk mati.



Jika api ternyata menewaskan Shinta, Rama tidak menyesal kehilangan isterinya. Dewata di Khayangan Jonggringsaloko tentu saja tidak tinggal diam melihat adegan menegangkan ini. Berkat pertolongan dewata api yang sejatinya panas dan bisa menewaskan siapa saja, berubah menjadi dingin. Shinta berhasil keluar dari kobaran api dengan tubuh utuh, wajah berseri-seri kecantikannya semakin bertambah sehingga membuat Rama pangling.



Itu cerita dalam dunia pewayangan yang penuh dengan adegan peperangan. Perang melawan angkara murka dan tentu saja akhirnya kebatilan akan kalah oleh kebenaran. Rama berhasil menang perang dan memboyong kembali Shinta ke dalam pelukannya. Lain cerita wayang lain pula cerita keseharian saat ini.



Dalam cerita sehari-hari banyak juga orang yang membakar diri yang akhirnya tewas setelah tubuhnya terbakar api. Salah satunya seorang biksuni Tibet membakar diri sampai mati hari Kamis ( 3/11 ) di China barat daya. Menurut kantor berita Xinhua, pelaku bakar diri adalah etnis Tibet yang merupakan orang ke sebelas tahun ini yang membakar diri.


Aksi bakar diri untuk kesekian kalinya terjadi di Tibet. Kali ini pelakunya seorang Biksuni. Foto Ilustrasi.


Di sebuah kawasan yang telah menjadi pusat penentangan terhadap kontrol China yang keras, Qiu Xiang ( 35 ) membakar dirinya di sebuah perempatan jalan di daerah Dawu, Ganzi, Propinsi Sichuan. Kantor berita resmi mengutip pemerintah setempat, menyatakan biksuni itu berasal dari desa Tongfoshan. Tidak dijelaskan alasan dia membakar diri sampai mati.



Pemerintah setempat telah melakukan penyelidikan. Pekan lalu seorang biksu Tibet juga menyiram dirinya dengan bahan bakar minyak. Peristiwa ini kembali terulang di Ganzi, Sichuan. Sebagian besar orang di Ganzi dan Aba, tempat terjadinya delapan kali perbuatan bakar diri, berprofesi sebagai gembala dan petani dari etnis Tibet.



Pelaku bakar diri merasa bahwa dirinya merupakan bagian warga Tibet yang lebih luas. Pemimpun spiritual Tibet, Dalai Lama, sebagaimana dikutip Reuters menyangkal menganjurkan kekerasan kepada warganya. Dia mengatakan hanya menginginkan otonomi sebenarnya bagi negerinya.

Sumber : Reuters/DI.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.