
Berita seputar kecelakaan tambang batubara kembali terjadi di Guangxi Zhuang China, Minggu ( 03/07). Tiga penambang tewas dan 19 lainnya masih terjebak di bawah tanah. Musibah runtuhnya tambang batubara terjadi setelah hujan lebat turun dalam beberapa minggu terakhir.
Seratus anggota tim penyelamat mulai membersihkan lumpur sejak malam kemaren. Mereka menggunakan pompa untuk menetralkan gas dalam pertambangan yang mudah meledak. Terlihat ukuran puing-puing reruntuhan sangat besar sehingga menyulitkan upaya evakuasi tim penyelamat yang menggunakan sekop.
Jika kondisi mulai membaik, otoritas lokal akan mengirimkan tim penyelamat lebih banyak lagi. Kepala biro keselamatan Meng Qingguan mengungkapkan, pertambangan batubara di wilayah tersebut berpotensi memicu bencana geologi. Mengingat hujan deras masih turun dalam beberapa hari terakhir, akan memperburuk kondisi pertambangan yang mudah runtuh. Tercatat curah hujan di Heshan sudah melampaui tiga sentimeter.
Dengan curah hujan yang sudah melampaui tiga sentimeter, jelas kondisi tersebut sangat berbahaya bagi tim penyelamat yang ada di kedalaman 390 meter di bawah tanah. Ledakan gas, banjir dan kebakaran tercatat sebagai bencana paling mematikan di China. Tahun lalu lebih dari 2400 penambang tewas. Jumlah tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan jumlah korban tahun sebelumnya.
Sumber : Reuters/China Mine Accident.
Read More..Para demonstran anggota Serikat Pekerja Perancis masih memblokir kilang minyak utama di Paris Kamis ( 21/10 ) lalu. Selain itu aktifitas di bandara utama Paris, Charles De Gaule juga masih lumpuh, karena jalan menuju bandara juga diblokade demonstran.
Hingga hari Kamis lalu tidak ada tanda tanda tindakan keras yang dilakukan aparat kepolisian Perancis untuk mengatasi aksi unjuk rasa yang dilakukan anggota serikat pekerja Perancis, seperti yang dijanjikan Presiden Nikolas Sarkozy. Padahal sudah lebih dari sepekan para demonstran memblokir kawasan utama Grandpuits yang terletak sekitar 70 kilometer dari ibukota Paris.
Sebelumnya Sarkozy tegas menyatakan akan membersihkan kawasan kilang minyak Grandpuits dari aksi blokade para demonstrans, bila perlu dengan tindakan keras aparat keamanan. Akibat aksi blokade itu, ibukota Paris sudah diambang krisis BBM karena ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum - SPBU - di kota itu tutup karena telah kehabisan stok. Banyak warga Paris stress memikirkan bagaimana cara mendapatkan bahan bakar minyak untuk menjalankan kendaraannya.
Yang stress bukan saja pemilik kendaraaan warga Paris saja. Pihak otoritas bandara utama Paris Charles De Gaule, Sabtu pekan lalu juga sudah kehabisan stok BBM, meskipun pasokan BBM pada hari itu dapat dilanjutkan lagi dari pasokan kilang minyak lain yang masih beroperasi. Sejumlah pemimpin demonstran dalam orasinya menyatakan bahwa tuntutan serikat pekerja Perancis kepada Presiden Sarkozy masih tetap sama, yakni pemerintah membatalkan RUU tentang perpanjangan masa pensiun pekerja dari 65 tahun menjadi 68 tahun.
Sumber : Reuters/ France - Refinery.
Read More..Sejumlah bandara internasional di wilayah utara Eropa menunda sebagian jadwal penerbangannya setelah debu vulkanik dari letusan gunung berapi Islandia, mulai mengarah ke wilayah timur dan utara Eropa. Para ilmuwan sejauh ini masih meneliti gejala yang terjadi di dalam gunung berapi Eyjaf-Jalla-Jokull setelah debu vulkanik mulai berkurang namun guncangan masih terus terjadi.
Sejumlah bandara internasional Eropa yang ditutup diantaranya adalah Bandara Utama Finlandia, Vantaa di Helsinki. Sementara beberapa bandara di Norwegia dan Swedia menunda jadwal penerbangannya. Bandara utama Swedia, Arlanda dan Bandara Norwergia, Gardermoen sejauh ini masih beroperasi. Namun pihak otoritas penerbangan setempat masih terus memonitor perkembangan arah pergerakan debu vulkanik.
Pejabat otoritas penerbangan Norwegia telah menggelar pertemuan darurat setelah debu vulkanik mulai bergerak ke wilayah udara Norwegia dan mengancam operasional Bandara Gardermoen. Pihak otoritas penerbangan Denmark juga mulai membuka kembali jadwal penerbangannya namun Badan Meteorologi setempat memprediksi pergerakan debu vulkanik mulai mengarah ke wilayah udara Denmark. Letusan Gunung Eyjafjallajokull di Islandia menyemburkan abu vulkanik yang memusingkan, karena mengacaukan lalu lintas udara Eropa. Ribuan penumpang tertahan di bandara, perekonomian terganggu, barang-barang komoditas pertanian membusuk karena tak bisa dikirim.
Gunung berapi Eyjaf-Jalla-Jokull yang terletak sekitar 120 kilometer sebelah tenggara Reykjavik meletus selama sepekan terakhir menyebabkan terganggunya jalur penerbangan di wilayah udara Eropa. Peristiwa ini juga mengakibatkan beberapa negara terkena imbas. Abu vulkanik tebal yang menyelimuti awan membuat pernerbangan ditunda. Tentunya maskapai penerbangan dibeberapa negara mengalami kerugian.
Namun, menurut laman Wall Street Journal, Sabtu 24 April 2010 sebagaimana dirilis oleh vivanews.com dampak letusan Gunung Eyjafjallajökull tak sebanding dengan letusan Gunung Tambora di Sumbawa Indonesia. Pada 5 April 1815 sore, gunung berapi Tambora mulai bergemuruh dan 'batuk -batuk'. Kondisi ini terjadi dalam beberapa hari. Beberapa hari kemudian, pada 11 dan 12 April letusan Gunung Tambora mencapai klimaksnya. Gunung besar itu meletus, getarannya mengguncangkan bumi hingga jarak ratusan mil.
Selama lebih dari 10 hari kemudian, Tambora mengeluarkan 24 kubik mil (1 mil = 1,6 kilometer) lava dan bebatuan gunung. Saking dahsyatnya, di puncak Tambora tercipta kawah selebar tiga mil dan dalamnya hampir 1 mil. Lelehan lava panas, batu yang berterbangan, dan gas mematikan yang keluar dari perut Tambora saat itu menewaskan puluhan ribuan orang. Jutaan ton abu dan debu memenuhi udara, mengubah siang hari menjadi gelap gulita. Debu tebal menyelimuti wilayah kaki gunung dan bahkan Bali. Debu menutup semua vegetasi di Pulau Bali dan menyelimuti lautan. Sekitar 117.000 orang di wilayah yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda tewas. Banyak dari mereka terkena imbas letusan, jadi korban kelaparan dan penyakit.
- Tak terbayang jika Tambora meletus di era ini. Seperti meriam raksasa, Tambora menyemburkan abu, debu, dan setidaknya 400 juta ton gas sulfur ke udara, hingga 27 mil tegak lurus ke strastofer, jauh di atas awan cuaca. Letusan gunung di Islandia sama sekali bukan bandingan untuk Tambora. Badan Geologi Amerika Serikat atau US Geological Survey bahkan menobatkan letusan Tambora sebagai "yang terkuat sepanjang sejarah"
Sumber : Reuters/Finland - Ash Report.
Read More..