

Sebuah ekspedisi untuk mengeksplorasi dasar laut menemukan sekelompok cacing tabung ( tube worm ) hidup di dekat celah hidrotermal perairan Atlantik. Seperti dimuat Livescience 9 September 2011, Chris German, ketua ekspedisi yang juga peneliti pada Fasilitas Penyelaman Dalam pada Institut Oceanografi Woods Hole di Massachusetts, AS. Dia menjelaskan, ekspedisi itu menggunakan kapal selam tanpa awak yang dioperasikan dari atas kapal penelitian Okeanos Explorer milik Nasional Oceanic and Atmospheric Administration.
Tujuan ekspedisi itu melihat kehidupan dasar laut Mic-Cayman Rise, Karibia. Persisnya bagian utara Pulau Grand Cayman Rise tempat terdapat dasar laut yang bergeser akibat tekanan gempa tektonik. Observasi menunjukkan cacing itu terlihat di antara udang laut dalam. Sebelum penelitian dua spesies ini hampir tak pernah terlihat bersama di celah hidrotermal, dasar laut yang terbuka dan mengeluarkan air panas serta mineral dari dalam bumi.
Paul Tyler, ahli biologi kelautan dari Universitas Southampton sebagaimana dilansir Kilas Iptek Kompas mengatakan, observasi selama ini menunjukkan, cacing tabung hanya ada di celah hidrotermal Pasifik, yakni di Galapagos - Pasifik dan Teluk Meksiko. Sedangkan keberadaan udang ada di celah hidrotermal Atlantik. " Penemuan ini penting untuk memahami evolusi bahwa kehidupan celah di Karibia, termasuk Atlantik, terpisah dari Pasifik sejak 5 juta tahun lalu, " kata Tylor.
Read More..Para kartel narkoba di Amerika Selatan dan Tengah telah mencoba berbagai cara untuk menyelundupkan kokain dari Kolombia ke Amerika Serikat. Pesawat-pesawat kecil digunakan sebagai alat penyelundupan pada era 1970 - an dan kemudian di tahun 1980 mulai menggunakan perahu-perahu motor sebagai sarana penyelundupan.
Di era tahun 1990 di saat teknologi radar yang digunakan polisi dan militer semakin canggih, para penyelundup memutar otak dan menciptakan kendaraan yang dapat ditenggelamkan di bawah air, dan kemudian ditarik dengan kapal-kapal ikan. Cara ini dipakai karena kendaraan ini tidak bisa terdeteksi oleh radar maupun sonar.
Sebagaimana dilansir Situs GeoWeek yang diulas Kompas Minggu menyatakan, fenomena ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan para kartel telah memasuki tahap baru yang lebih canggih. Awal tahun ini misalnya, polisi Ekuador menangkap kapal selam yang mampu menyelam sampai 2o meter di bawah permukaan laut. Kapal itu disergap di San Lorenzo, sebuah kota di perbatasan Kolombia.
Kapal selam yang panjangnya 30 meter itu ditangkap sebelum sempat diberangkatkan dari lokasi penyelundupan. Terbuat dari kaca serat ( fiberglass ), kapal selam ini bisa mengangkut 10 ton kokain dilengkapi dengan periskop, kamar untuk enam awak kapal dan sistem udara berpedingin. Sampai saat ini sudah sekitar 50 kapal selam canggih ataupun semi kapal selam yang ditangkap sejak tahun 2006.
Rawa bakau dan sungai yang ada di sepanjang pesisir Kolombia dan Ekuador memberikan perlingdungan alami bagi pengoperasian kapal-kapal penyelundup ini. Itu sebabnya instansi-instansi penanggulangan narkoba saat ini sangat membutuhkan teknologi pengawasan yang lebih canggih.
Sumber : GeoWeek.
Read More..