ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label buruh angkut ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buruh angkut ikan. Tampilkan semua postingan

SI BURUK RUPA IKAN NAPOLEON.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 23 Mei 2010 0 komentar

Anda semua sahabat sehat dengan kundalini reiki tentu pernah mengenal nama Napoleon Bonaparte bukan? Nama yang sudah akrab begitu kita membuka buku pelajaran Sejarah tatkala duduk di SMA dulu. Nama ini menunjukkan sebuah nama Kaisar seorang pahlawan asal Perancis yang diasingkan ke sebuah pulau Saint Helana sampai akhir hayatnya. Nama Napoleon boleh saja terus diingat bagi pencinta Sejarah dunia, tetapi nama Napoleon boleh saja menjadi nama milik sahabat sehat dengan kundalini reiki di kantor yang sering mengurusi surat perjalanan dinas ketika kami tengah mempersiapkan diri untuk liputan ke luar kota beberapa hari lalu.



Menyebut nama Napoleon tentu tidak afdol jika tidak menyebut nama Napoleon sebagai nama ikan yang habitatnya ada di Kepulauan Anambas yang beribukota Tarempa. Selain ikan Napoleon yang hidup di perairan kepulauan ini, ada juga ikan Kerapu. Memang kepulauan Anambas sudah sangat terkenal sebagai wilayah yang kaya akan hasil laut. Kesanalah....minggu lalu kami bertiga datang untuk melihat pembudidayaan ikan Napoleon di mana penduduk kepulauan Anambas ini pada umumnya bekerja sebagai nelayan yang juga membudidayakan Lobster.



Ikan Napoleon memang tidak begitu populer di Indonesia walaupun habitat aslinya ada di wilayah Kepulauan Anambas. Sekedar mengingatkan bahwa kepulauan Anambas sendiri adalah wilayah pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Natuna. Karena itulah ikan Napoleon lebih banyak diekspor keluar Indonesia dan dikonsumsi oleh masyarakat Hongkong yang gemar akan masakan ikan laut.




Sebagai salah satu hewan yang mempunyai bentuk yang cantik, anggun, gemulai dan bersahabat dialam, menjadikan ikan ini sangat dekat dengan beberapa penyelam.

Sampai saat ini populasi hewan ini sangat kecil dan merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi.


Karena sebagai komoditas ekspor dengan sendirinya ikan Napoleon yang sering dijuluki Si Buruk Rupa ini harganya cukup mahal. Begitu tingginya permintaan ikan Napoleon untuk pasar Hongkong mendorong para nelayan di Anambas untuk membudidayakan ikan Napoleon. Mereka membangun keramba apung di sepanjang pantai untuk membesarkan benih-benih ikan Napoleon yang mana benih ini mereka peroleh dari daerah sekitarnya.



Menurut Akin seorang nelayan di Tarempa menyatakan, pada dasarnya para nelayan ini hanya melakukan pembesaran bibit Napoleon di dalam keramba. Saat mengadakan pembesaran bibit ini hampir tidak ada kendala berarti yang dihadapi kecuali jika kualitas bibitnya tidak bagus. Karena itu nelayan setempat harus pandai memilih bibit unggul dan bagus untuk selanjutnya ditempatkan dalam kolam penangkaran berupa keramba apung di sepanjang pantai di belakang tempat tinggalnya.



Seorang nelayan lain Khadir yang juga berprofessi sebagai penyelam di perairan itu menyatakan, Ikan Napoleon betina bertelur sepanjang tahun di pinggir atau dibagian luar lereng terumbu karang. Proses bertelur ini terjadi dalam kelompok-kelompok maupun saling berpasangan. Di areal dengan arus pasang surut yang kuat, ikan Napoleon bertelur saat puncak pasang tengah naik.



Disebutkan juga bahwa model pembudidayaan Ikan Napoleon menggunakan keramba apung ini sangat menguntungkan. Selain tidak saja menghasilkan keuntungan yang tinggi dari sisi ekonomis tetapi juga sekaligus dapat menjaga populasi Ikan Napoleon yang semakin dikhawatirkan ikut punah menyusul kerusakan terumbu karang di berbagai perairan di tanah air.




Keberadaan ikan ini dibeberapa daerah penyelaman menjadikan pengalaman tersendiri yang tak terlupakan bagi para penyelam. Bahkan dibeberapa Negara ada yang menawarkan paket berenang dengan hanya untuk menyaksikan keberadaan beberapa jenis ikan ini dialam.

Ikan napoleon akan sangat jarang ditemukan pada daerah dengan kondisi karang yang sudah rusak akibat pengeboman atau daerah yang banyak menggunakan potassium sianida.


Menurut situs maruf.wordpress.com menyatakan bahwa Ikan Napoleon atau lebih dikenal dengan Napoleon Wrasse. Ikan Napoleon (Cheilunus undulatus) adalah salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukuran sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter. Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang. Dan biasanya sangat jinak dengan para penyelam.



Ikan ini biasanya tidak terusik dengan aktivitas para penyelam. Salah satu keunikan hewan ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajad. Kebiasaan hidup sendiri pada kedalaman tertentu membuat hewan ini sangat dinantikan oleh para penyelam untuk melihat atau bahkan memotret hewan ini. Biasanya ikan berenang sendiri mencari makan didaerah dekat karang, karena makanannya yang berupa beberapa jenis sea urchin, molusca dan crustacean memang banyak berada pada daerah sekitar karang.



Biasanya ikan ini lahir sebagai hewan jantan dan akan berubah menjadi betina saat menjelang dewasa. Ikan ini mempunyai pola reproduksi yang hermaphrodite sehingga kadang ditemukan dominasi jantan pada satu populasi ikan kecil sampai ukuran sedang dan akan berubah menjadi dominasi populasi betina saat mendekati matang gonad. Ini memang fenomena unik di alam yang merupakan salah satu strategi sebagian besar hewan laut untuk mempertahankan kehidupan populasi mereka.



Jadi keberadaan si buruk rupa Ikan Napoleon perlu dilestarikan dengan cara membudidayakan di dalam keramba apung di sepanjang pantai. Dari perairan Tarempa kepulauan Anambas yang cukup cerah , sehat dengan kundalini reiki bersama kerabat kerja produksi menulis untuk blog kesehatan alami.



Foto : Divetrip.com/www. timsaxon.co.uk.

Read More..

HOMELESS IN JAPAN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 12 Februari 2010 0 komentar

Sungguh hati membuat trenyuh melihat para gelandangan mengais rejeki dengan jalan meminta-minta. Tidak ada yang disalahkan dalam kondisi ini mengingat jumlah kaum miskin di negara tercinta kita saat ini semakin banyak di mana lapangan pekerjaan semakin langka dan susah didapat. Minggu Pagi 31/01/10 lalu suasana Tempat Pelelangan Ikan KUD Sarana Mino Desa Tasik Agung Rembang masih sepi dari kegiatan bongkar ikan dari kapal.



Dalam kondisi masih sepi ada beberapa buruh angkut ikan yang sudah bekerja. Salah seorang buruh angkut ikan yang kita temui untuk perbincangan seputar masalah perikanan adalah Mas Bahrudin. Pagi buta ia telah meninggalkan desanya dan bekerja. Demi sesuap nasi ia rela meninggalkan desanya di Wilayah Pamotan Lasem untuk bekerja serabutan sebagai kuli angkut ikan. Ia pantang menjadi pengemis dan berusaha bekerja apa saja asalkan halal.



Dia pernah bekerja di kawasan Industri Pulau Gadung Jakarta beberapa tahun silam. Karena krisis moneter dan pengurangan besar-besaran jumlah karyawan pabrik tempat dia bekerja, akhirnya dia terkena PHK. Suatu pukulan telak baginya mengingat upah sebagai buruh yang biasa dia kirimkan ke keluarga di kampung halaman setiap bulan mulai saat ini sudah tidak dia dapatkan kembali. Berbagai usaha telah dia lakukan untuk menyambung hidup mulai dari tukang batu, menjual koran hingga menjadi pelayan warung tegal di bilangan Pulau Gadung. Namun upah yang dia terima tidak seberapa dan kerasnya hidup di Jakarta memutuskan ia pulang kampung ke Lasem.




Di desa ia mulai menata diri kembali. Tanah warisan dari orang tua yang tidak seberapa luasnya ia olah dan tanami dengan singkong, ubi jalar dan pepaya. Sambil menunggu panen ia menggelandang ke tempat pelelangan ikan dan bekerja serabutan menjadi buruh angkut ikan. Pendapatan yang tidak seberapa ini ia tabung dan sisihkan buat keluarga di rumah. “Aku sudah biasa hidup keras di Jakarta Mbak, jadi tidak kaget bekerja seperti ini lagi. Yang aku khawatirkan dengan adanya perjanjian perdagangan bebas Asean dan China tahun 2010 ini akan banyak industri menengah yang gulung tikar. Akibatnya akan banyak terjadi lagi PHK masal seperti yang pernah aku alami saat di Jakarta dulu,” katanya sambil menyeruput teh manis saat menemani kami berbincang di warung Soto depan Kantor Koperasi Unit Desa Sarana Mino. Lebih memprihatinkan lagi mudah-mudahan tidak banyak pengangguran di negeri kita ini.



Kalau kaum gelandangan di negara kita harus berjuang sendiri dengan cara mengemis dan meminta belas kasihan orang tidak demikian halnya dengan kaum gelandangan di negeri Matahari Terbit. Dampak krisis ekonomi berkepanjangan di Jepang mengakibatkan semakin banyak warga kehilangan pekerjaan dan sebagian menjadi gelandangan. Para gelandangan ini mendapat bantuan dari Organisasi Amal bernama Shinjuku Renkaru. Sekitar 430 gelandangan di Tokyo menerima bantuan makanan dan selimut tebal dari Organisasi Amal Shinjuku Renkaru Minggu 31/01/2010. Maklum saat ini Jepang sedang musim dingin. Para gelandangan antri selama beberapa jam untuk memperoleh nasi hangat yang dibagikan di dapur milik Shinjuku Renkaru.



Krisis ekonomi Jepang menyebabkan kaum muda ikut menggelandang menjadi pengemis.

Jumlah gelandangan di Jepang turun mencapai 15.000 orang di tahun 2009 dari 25.000 orang di tahun 2003.

Pengemis Jepang saat ini lebih banyak didominasi kaum muda korban phk.



Sebagian gelandangan mengatakan tahun 2009 dan awal 2010 merupakan masa yang paling sulit dalam kehidupannya. Jumlah gelandangan di Jepang sebenarnya turun dari 25.000 pada tahun 2003 menjadi 15.000 orang pada tahun 2009. Akan tetapi tipe orang orang yang menjadi gelandangan saat ini mengalami perubahan. Di masa lalu mayoritas gelandangan adalah orang tua, tetapi sekarang banyak warga usia muda dan produktif dalam kerja telah kehilangan pekerjaan yang menjadikan kaum muda ini memilih menjadi gelandangan.



Krisis ekonomi berkepanjangan dan lemahnya konsumsi dalam negeri menyebabkan semakin banyak warga kehilangan pekerjaan. Walau pun ekonomi Jepang telah mulai pulih dari resesi menyusul meningkatnya permintaan terhadap produksi Jepang di Asia, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan pemulihan ekonomi Jepang lebih lamban dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia.



Sumber Reuters: Homeless in Japan

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.