ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label besek bambu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label besek bambu. Tampilkan semua postingan

GAGASAN UNTUK KELESTARIAN.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 26 Mei 2011 0 komentar

Selama lebih dari 40 tahun secara rutin setiap tanggal 22 April masyarakat dunia memperingati Hari Bumi. Peringatan ini bukan berisi pesta pora atau canda tawa, sebaliknya momen tersebut bisa menjadi titik untuk merealisasikan inisiatif bagi kelestarian bumi di masa mendatang. Ini lah sebuah gagasan untuk tujuan mencintai bumi agar terjaga kelestariannya.



Adanya hal ini berawal dari gagasan Senator Gaylord Nelson di Seattle, Amerika Serikat, Hari Bumi yang kemudian menular ke seantero dunia berhasil mendorong orang untuk mulai mengambil langkah bagi lingkungan. Dengan caranya masing-masing, tiap orang diharapkan dapat berkontribusi untuk menekan segala kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia terhadap lingkungan.



Masing-masing individu dalam lingkungan masyarakat boleh mengambil inisiatif sendiri-sendiri untuk mendukung gerakan cinta lingkungan, termasuk di lingkungan rumah atau dalam kegiatan sehari-hari di luar rumah, misalnya di areal perkantoran, taman kota maupun di lingkungan areal industri. Untuk itu mari kita tengok keluarga Budi yang begitu padat jadwal hariannya di luar rumah. Ia adalah tipe pekerja kantoran yang tiap hari harus bekerja ke luar rumah.



Budi menyadari bahwa tinggal di kota metropolitan menuntut hidup serba cepat dan seringkali dikejar waktu, membuat keluarga Budi selalu menginginkan semua serba cepat dan instan. Hal inilah yang membuat Marisa, sang istri untuk memenuhi kebutuhan hariannya terpaksa lebih banyak berbelanja makanan di luar rumah. Sementara karena kesibukan keduanya, mereka selalu memberikan anak-anaknya uang untuk jajan di sekolah.



Karena sering berbelanja membuat keluarga ini selalu membawa barang belanjaan dalam kantong plastik. Sementara wadah makanan cepat saji dari styrofoam kerap memenuhi tempat sampah di rumahnya. Untuk itulah dia cukup dibuat pusing dengan terus bertambahnya wadah makanan cepat saji itu dan belum tahu bagaimana cara memusnahkannya. Akhirnya Budi mendapatkan informasi bahwa satu orang rata-rata membuang dua kantong plastik dalam sehari.



Dapat dibayangkan bila dalam sebulah, Budi bisa menghasilkan sampah berupa kantong plastik sebanyak 60 buah. Jika dihitung dalam setahun, jumlah itu menjadi 720 buah. Sementara data kependudukan menunjukkan, penduduk Jakarta berjumlah sekitar sembilan juta jiwa. Maka dengan perhitungan kasar terdapat 6,5 miliar sampah plastik. Itu yang ada di Jakarta saja.


Styrofoam wadah makanan di jaman modern ini.


Yang lebih membuat ngeri adalah semua sampah plastik tersebut merupakan bahan beracun yang dapat merusak lingkungan karena tidak mudah hancur. Sebagai gambaran selain plastik tadi, styrofoam membutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk terurai. Lalu bayangkan ada berapa banyak sampah styrofoam bekas wadah yang terbuang ke lingkungan?



Sambil membayangkan kerusakan yang bakal timbul terhadap lingkungan, diperlukan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh masing-masing individu. Misalnya selalu membawa bekal dari rumah, yang selain mengurangi sampah plastik sekali pakai, makanan yang dimasak sendiri tentu akan terjamin kebersihannya. Jika ingin sekali-kali jajan di luar rumah, akan lebih baik untuk membawa wadah sendiri untuk mengurangi sampah plastik atau styrofoam.


Sekalipun sudah masuk jaman modern, keberadaan besek wadah makanan masih dicari orang.


Cara sederhana tadi bayangkan keluarga dengan dua anak dapat mengurangi sekitar 2.160 helai sampah plastik. Ini baru satu keluarga. Jika ada 1.000 keluarga yang melakukan hal sama, ini berarti akan terjadi pengurangan 2.160.000 buah sampah plastik dalam setahun. Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan sebagaimana diungkapkan dalam fitur klasika Kompas seputar inspiratorial hari bumi, salah satu cara yang efektif untuk mengurangi sampah ataupun limbah plastik dan kemasan sekali pakai adalah menerapkan prinsip reduce and reuse.



Reduce yaitu mengurangi pemakaian wadah sekali pakai dengan membawa wadah dari rumah untuk bekal makanan atau minuman. Atau saat membeli bahan makanan maupun makanan matang lebih baik membawa tas kain untuk menyimpannya. Sementara reuse adalah menggunakan wadah yang bisa digunakan berulang kali. Kalau tidak malu dan terkesan ndeso wadah dari besek sebagai produk tradisional buatan orang desa bisa digunakan untuk membungkus makanan. Selain aman dan bebas dari pencemaran bahan kimia, wadah makan yang terbuat dari besek ternyata masih eksis di jaman industraliasi ini.



Sumber : Inspiratorial Kompas.

Read More..

ALTERNATIF PENGGANTI STYROFOAM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 12 Januari 2010 2 komentar

Dalam era serba cepat dan praktis ini tentu sahabat sehat bersama kundalini reiki pernah mendengar styrofoam yang digunakan untuk wadah makanan cepat saji. Memang benar wadah ini terbuat dari styrofoam biasa kita jumpai di restoran cepat saji hingga penjual mie goreng di pinggir jalan. Kualitasnya pun beragam mulai dari yang memenuhi standar hingga yang serba murah meriah habis pakai langsung buang ke tong sampah.




Styrofoam atau dikenal dengan istilah Polisterina foam diduga dapat memicu kanker dan merusak lingkungan. Banyak pihak yang melarang penggunaan styrofoam ini. Salah satunya adalah Si Cantik Nadine Zamira Sjarief Miss Indonesia Earth 2009. Pandangan Nadine bahwa hidup ini pendek. Paling tidak jauh lebih pendek dari umur kemasan Styrofoam yang butuh ribuan tahun diurai oleh alam. "Karena itu jangan habiskan hidupmu untuk perbuatan merusak alam seperti kekeuh tetap memakai kemasan styrofoam ini," katanya tentang bahaya benda ringan ini.




Begitu sadarnya Nadine tentang bahaya penggunaan styrofoam ia memilih tidak jadi membeli martabak bila makanan kesukaannya ini dimasukkan ke dalam kemasan ringan warna putih ketika masih dalam kondisi panas. Kepada abang penjual martabak akan saya jelaskan bahaya styrofoam buat lingkungan dan kesehatan manusia apabila bersentuhan dengan makanan atau minuman yang dibungkus dengan wadah ini. Ia pun melarang segala benda kemasan styrofoam masuk ke lingkungan kantornya yang sejuk di kawasan Bintaro Jaya Tangerang.




Berdasarkan info dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI tanggal 5 Nopember 2008, styrofoam adalah nama dagang yang dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical. Perusahaan ini membuat bahan ini sebagai insulator pada bahan konstruksi bangunan, bukan untuk kemasan pembungkus pangan. Namun styrofoam toh tetap digunakan sebagai wadah berbagai macam makanan yang bisa kita temui di pasar tradisional, supermarket atau minimarket.




Padahal Badan POM menyarankan kepada semua pihak agar menghindari penggunaan styrofoam untuk wadah pangan yang panas, bersuhu tinggi, mengandung lemak, alkohol dan asam. Sebab dengan tetap menggunakan wadah ini akan terjadi migrasi dari monomer stirena ke dalam pangan yang dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan. Sebagai gambaran di Jakarta saja setiap hari ada sekitar 6000 ton sampah yang diolah Dinas Kebersihan DKI Jakarta.




Dari jumlah tadi sekitar 60 persen sampah anorganik merupakan plastik yang sulit terurai dan mengandung bahan kimia berbahaya (Kompas 1/2/2009). Melihat kenyataan tersebut tidak heran jika styrofoam tidak diminati pemulung karena sulit didaur ulang. "Pemakaian kemasan styrofoam misalnya jelas tidak ramah lingkungan tetapi tetap kita tiru," tutur Nadine seraya mengkritik gaya hidup masyarakat Indonesia yang sering berkiblat ke negara Barat sebagaimana dituturkan kepada Kompas Minggu 20/12/09. Gaya hidup masyarakat barat selalu dianggap modern padahal belum tentu ramah lingkungan dan cocok diterapkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.




Kesehatan dan lingkungan memang mengandung risiko akibat pemakaian styrofoam. Tapi cukup sulit melarang semua pihak menggunakan styrofoam. Jika dilarang akan muncul pertanyaan solusinya menggunakan apa? Boleh juga menggunakan besek dari anyaman bambu yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatip pengganti wadah makanan.



Bagi yang kreatif styrofoam bisa dibentuk menjadi mainan seperti jeep tapi jangan untuk membungkus makanan.

Besek wadah tradisional terbuat dari anyaman bambu masih tetap eksis keberadaannya.




Kendati jaman sudah berubah penggunaan besek sebagai pembungkus makanan masih banyak kita temui di industri makanan ringan seperti industri geplak Bantul, getuk goreng Purwokerto, wingko babat Semarang dan Tape Singkong Bondowoso. Besek pun bisa Anda temui untuk membungkus salak pondoh. Sahabat sehat dengan reiki ingin tahu tempat pembuatan besek silakan datang ke tempat ini.



Read More..

BESEK WADAH TRADISIONAL DARI BAMBU

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 16 Agustus 2009 2 komentar




Masih dalam rangka menyambut kemerdekaan ke-64, sehat berkat reiki masih menjelajah di Kabupaten Purworejo tepatnya di Kecamatan Loano, Gebang, Kemiri dan Pituruh. Kota kecamatan ini sudah terkenal sejak dulu sebagai penghasil besek, yaitu wadah tradisional dari anyaman bambu untuk keperluan rumah tangga utamanya wadah untuk pelengkap upacara mengirim doa bagi arwah leluhur.

Orang pun tahu bahwa besek berupa anyaman bambu kini terancam punah karena tergeser oleh wadah dari plastik yang terlihat lebih praktis, awet dan harganya pun murah. Namun dalam pergeseran jaman yang modern ini keberadaan besek tetap ada dan tidak akan punah sekalipun alat rumah tangga berupa plastik sebagai wadah sudah masuk pedesaan.

Bulan Syaban bagi Masyarakat Jawa biasa digunakan untuk mengirim doa bagi arwah leluhur dengan perlengkapan kenduri yang dilengkapi nasi beserta lauk pauk dalam wadah anyaman bambu yang disebut besek. Kendatipun sebagai alat pelengkap upacara kirim doa keberadaan besek sudah digantikan oleh wadah plastik yang praktis, para perajin di desa Kabupaten Purworejo tetap membuat besek. Mereka yakin bahwa besek akan tetap dibutuhkan dan tetap dibuat sekalipun jumlahnya semakin kurang.


Dengan masuknya kebutuhan industri rumah tangga semisal wadah plastik tadi, para perajin besek di kabupaten ini mensikapi dengan tetap membuat besek bila ada pesanan saja. Dengan membuat besek berarti kelangsungan usaha tetap berjalan.Umumnya pesanan besek kecil tetap ada sedang besek ukuran besar biasa dipesan pada saat musim buah salak tiba. Pada saat panen raya buah salak para petani salak akan memesan besek besar dalam jumlah banyak untuk keperluan wadah buah salak yang hendak dikirim ke pembeli.

Umumnya besek ukuran besar sebagai wadah buah salak dikirim ke pembeli di Bali, Sleman dan Purworejo sendiri. Sekalipun harga bambu kini sudah naik antara enam hingga tujuh ribu rupiah per batang dapat menghasilkan sepuluh tangkep besek dengan harga sekitar dua ribu hingga tiga ribu rupiah per tangkep.

Kerja sambilan bagi penduduk desa di saat menunggu panen tiba dengan membuat besek rata-rata memberikan keuntungan 54 ribu rupiah dari sebatang bambu dengan waktu pembuatan besek selama dua hari. Besek sekalipun sudah masuk jaman komputer ini keberadaannya akan tetap ada. Para perajin besek telah mewariskan kepandaian membuat besek kepada warga lainnya di desa ini. Jadi bila Anda dan keluarga sedang membeli oleh-oleh khas Jogja dan melihat besek sebagai wadah oleh-oleh tadi, boleh jadi besek ini produksi dari desa-desa di Kabupaten Purworejo.

Dirgahayu negaraku yang ke-64, jayalah bangsaku...merdeka.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.