Smell
Dating, sebuah layanan jodoh New York, adalah cinta pada hirupan
pertama. Seniwati Tega Brain , yang mengajar di School of Poetic
Computation dan Sam Lavigne, seorang editor dan peneliti di New York
Universiby, menciptakan Smell Dating yang miturut mereka adalah sebuah
proyek seni. Masing-masing dari 100 klien pertama mereka menerima sebuah
t-shirt yang harus dipakai selama tiga hari tanpa mandi.
Klien
itu lalu mengirim balik t-shirt bau itu ke kantor Brain dan Lavigne di
NYW, di mana kaus itu dipotong kecil-kecil. Smell Dating lalu mengirim
campuran 10 potongan kaus kepada para klien untuk dibaui. Kecocokan akan
terjadi jika seorang klien menyukai bau klien lain yang juga menyukai
bau klien pertama.
