Gempa
bumi sangat hebat di New Madrid pda 1811 - 1812 itu beberapa kali lebih
besar dibandingkan gempa bumi San Francisco. Sedangkan gempa bumi kedua
pada 1895 mengakibatkan kerusakan meluas dan berdampak di wilayahg
timur negara itu. Gempa bumi tahun 1811 - 1812 lebih merupakan rentetan
guncangan, lebih dari 2.000 kali yang berlangsung selama lima bulan.Gempa berkekuatan 9,0 skala Richter yang baru-baru ini mengguncang Jepang bulan Maret 2011 lalu mengingatkan betapa planet bumi tempat kita hidup bisa sangat dinamis, bergerak yang ditandai dengan adanya gempa yang berpusat di dalam samudra atau pun di daratan. Seperti saat kita belajar ilmu bumi di sekolah rakyat dulu, mengatakan bahwa kerak bumi tidaklah solid atau kokoh.
Bukti tidak kokohnya kerak bumi tadi kita ibaratkan kerak bumi sebagai sebuah permainan papan puzzle yang terdiri atas puluhan puzzle berupa potongan-potongan yang mengapung, disebut lempeng tektonik. Lempeng-lempeng itu terus menerus saling dorong dan saling gesek, menimbulkan ribuan peristiwa seismik setiap harinya. Sebagian besar terabaikan dari pengamatan ahli gempa, sampai kemudian terjadi peristiwa besar, seperti gempa bumi yang lalu diikuti tsunami di Jepang, gempa di Aceh, Selandia Baru atau pun gempa di Haiti awal tahun 2010.
Wilayah yang paling aktif kegiatan tektoniknya di dunia adalah di sepanjang tepi lempeng Pasifik, yang merupakan sebuah lempeng tektonik masif yang meliputi sebagian besar Samudera Pasifik. Para ahli gempa bumi menyebutnya sebagai cincin api. Tepian lempeng Pasifik merupakan tempat bagi 75 persen gunung berapi aktif dan tidak aktif. Di wilayah ini pula sebagian besar gempa di dunia terjadi, 80 persen di antaranya adalah gempa bumi masif.
Gempa bumi dan tsunami yang telah meluluhlantakkan Jepang terjadi ketika bagian dari lempeng Pasifik mendorong lempeng Amerika Utara. Saat kedua lempeng dunia yang sangat dinamis ini saling bertabrakan, lempeng Amerika Utara terdorong ke atas, menggeser jumlah air samudra yang sangat besar yang kemudian menyebabkan tsunami.
Sekalipun aneh kedengarannya, ternyata separuh wilayah daratan di bagian utara Jepang, Honshu dan seluruh wilayah pulau di bagian utara Hokkaido, terletak di lempeng Amerika utara. Karena itu berdasarkan sudut pandang tektonik, boleh diartikan bahwa Jepang merupakan bagian wilayah dari Amerika Utara.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Sejumlah puncak tertinggi di Planet Bumi selama jutaan tahun tidak pernah terlihat secara kasatmata karena tersembunyi di bawah lapisan es dan salju di bagian tengah Antartika. Namun, kini rahasia pegunungan Gamburtsev yang dikenal sebagai pegunungan hantu itu mulai terkuak. Dengan menggunakan pesawat yang digunakan untuk survei dilengkapi dengan radar yang dapat menembus lapisan es dan mengukur ketebalan lapisan serta mencitrakan puncak gunung di bawah lapisan es, para ilmuwan bekerja untuk menguak misteri ini.
Sebuah tim mancanegara yang terdiri dari sejumlah insinyur, pilot dan ilmuwan bekerja di Kutub Selatan yang bercuaca ekstrem dengan menggunakan radar yang dapat menembus ketebalan lapisan es dan peralatan seismik yang dapat mencitrakan puncak-puncak pegunungan Gamburtsev yang tersembunyi.
Kelompok pertama ilmuwan terbang melintasi wilayah pegunungan itu dengan menggunakan pesawat yang dilengkapi radar khusus. Radar pencitraan yang dilengkapi dengan data gravitasi dan data magnetik digunakn untuk membentuk gambar tiga dimensi ( 3 D ) dari puncak-puncak Gamburtsev. Tim kedua bekerja di darat yang bertugas mendengarkan gelombang seismik yang terpancar dari puncak-puncak gunung.
Selanjutnya data tersebut digunakan untuk menyelidiki struktur lapisan tanah keras di dasar pegunungan bahwa Gamburtsev terbentuk oleh jajaran puncak bergerigi yang tingginya sekitar 2.600 meter yang menunjukkan kemiripan dengan Cascade Range di American Nortwest. Para peneliti yakin puncak-puncak ini memainkan peran penting dalam membentuk lapisan es di Antartika Timur sekitar 30 juta tahun lalu.
Meskipun kita sudah punya gambaran seperti apa bentuk pegunungan hantu, ternyata pegunungan ini tetap menyimpan rahasia. Pegunungan Gamburtsev tampaknya tidak terbentuk, baik oleh aktivitas tektonik maupun proses vulkanik, dua hal yang umumnya terjadi pada proses pembentukan gunung.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Sejumlah puncak tertinggi di Planet Bumi selama jutaan tahun tidak pernah terlihat secara kasatmata karena tersembunyi di bawah lapisan es dan salju di bagian tengah Antartika. Namun, kini rahasia pegunungan Gamburtsev yang dikenal sebagai pegunungan hantu itu mulai terkuak. Dengan menggunakan pesawat yang digunakan untuk survei dilengkapi dengan radar yang dapat menembus lapisan es dan mengukur ketebalan lapisan serta mencitrakan puncak gunung di bawah lapisan es, para ilmuwan bekerja untuk menguak misteri ini.
Sebuah tim mancanegara yang terdiri dari sejumlah insinyur, pilot dan ilmuwan bekerja di Kutub Selatan yang bercuaca ekstrem dengan menggunakan radar yang dapat menembus ketebalan lapisan es dan peralatan seismik yang dapat mencitrakan puncak-puncak pegunungan Gamburtsev yang tersembunyi.
Kelompok pertama ilmuwan terbang melintasi wilayah pegunungan itu dengan menggunakan pesawat yang dilengkapi radar khusus. Radar pencitraan yang dilengkapi dengan data gravitasi dan data magnetik digunakn untuk membentuk gambar tiga dimensi ( 3 D ) dari puncak-puncak Gamburtsev. Tim kedua bekerja di darat yang bertugas mendengarkan gelombang seismik yang terpancar dari puncak-puncak gunung.
Selanjutnya data tersebut digunakan untuk menyelidiki struktur lapisan tanah keras di dasar pegunungan bahwa Gamburtsev terbentuk oleh jajaran puncak bergerigi yang tingginya sekitar 2.600 meter yang menunjukkan kemiripan dengan Cascade Range di American Nortwest. Para peneliti yakin puncak-puncak ini memainkan peran penting dalam membentuk lapisan es di Antartika Timur sekitar 30 juta tahun lalu.
Meskipun kita sudah punya gambaran seperti apa bentuk pegunungan hantu, ternyata pegunungan ini tetap menyimpan rahasia. Pegunungan Gamburtsev tampaknya tidak terbentuk, baik oleh aktivitas tektonik maupun proses vulkanik, dua hal yang umumnya terjadi pada proses pembentukan gunung.
Sumber : GeoWeek.
Read More..