Menjadi nenek dari beberapa cucu seharusnya membuatnya bahagia. Dia tidak perlu lagi memikirkan hal-hal yang membuatnya pusing tujuh keliling di saat menapaki usia senja. Dengan kata lain menjadi nenek sudahlah cukup bahagia manakala ia dapat mengunjungi sang cucu di kota lain.Tentu saja keinginan ini wajar saja terjadi pada diri setiap perempuan yang merasa dirinya sudah menjadi nenek dari beberapa cucu, ingin melepaskan kerinduannya dengan menjenguk sang cucu.
Namun apa yang terjadi ? Bukannya kegembiraan yang dia dapatkan akan tetapi kemalangan yang dia temui. Karena hanya ingin melepaskan kangennya itu seorang nenek warga AS terpaksa mendekam dalam penjara selama 12 hari penjara. Kok bisa ya? Peristiwa terjadi saat seorang nenek warga AS mengancam akan menuntut otoritas Kanada setelah ia dipenjara dalam sel gara-gara saat melakukan perjalanan, minyak oli yang dibawanya disangka heroin oleh otoritas Kanada.
Nenek energik bernama Janet Goodin ( 66 ) asal Warroad saat itu tengah bepergian ke Sprague, Manitoba untuk menjenguk anak perempuannya.Saat tiba di perbatasan kendaraan yang dia tumpangi dihentikan petugas perbatasan. Petugas perbatasan lalu memeriksa mobilnya dan menemukan sebotol cairan kental berwarna hitam. Saat menganalisa isi cairan hitam tersebut, polisi yakin cairan hitam itu adalah herion.
Apa boleh buat Nenek Goodin langsung diborgol, ditahan dan dituduh memiliki barang haram serta berusaha menyelundupkannya ke Kanada. Nenek Janet Goodin ngotot mengatakan pada petugas, " Saya katakan tidak mungkin. Ini adalah oli, " ujarnya kepada Reuters. Karena tidak ada dana untuk membayar tebusan, Nenek Janet Goodin akhirnya masuk penjara selama 12 hari kerja. Untuk sementara keinginan menengok anak perempuannya tertunda gara-gara sebotol cairan hitam yang diakuinya sebagai oli.
Sumber : Kilas Kawat Sedunia Kompas.
Read More..Seorang polisi Kosovo tewas dalam tembak menembak dengan kelompok bersenjata etnis Serbia di daerah Jarinje, Rabu ( 27/7). Baku tembak terjadi ketika polisi Kosovo berusaha menguasai dua pos perbatasan yang terletak di wilayah etnis Serbia. Peristiwa bermula saat konvoi polisi Kosovo diserang oleh kelompok bersenjata ketika memasuki daerah Jarinje yang didominasi etnis Serbia, demikian media elektronik Belgrade mewartakan.
Polisi yang mayoritas etnis Albania melepaskan tembakan balasan sehingga terjadi baku tembak selama hampir satu jam. Tembak menembak tersebut menewaskan seorang polisi. Polisi lain juga terkena ledakan granat dan menderita luka parah. Beberapa jam setelah terjadinya insiden, lalu lintas di pintu perbatasan Jarinje kembali normal. Pasukan perdamaian NATO juga melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan lapis baja dan helikopter.
Juru bicara NATO, Carmen Romero, menghimbau kedua pihak yang berseteru agar melakukan dialog untuk menyelesaikan perselisihan. Juru bicara komisi Eropa Maja Kocijancic mengatakan Uni Eropa tidak menyetujui tindakan Kosovo yang ingin menguasai dua pos penjagaan di perbatasan. Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 2009, hampir satu dasawarsa setelah pasukan Serbia membantai etnis Albania yang beragama Islam.
Sumber : Reuters/Various - Kosovo anda Sebia border.
Read More..Situasi Yunani akhir-akhir ini semakin runyam tak menentu. Krisis ketidakpercayaan terhadap pemerintah semakin besar, datang dari oposisi atau rakyat yang menolak penghematan anggaran pemerintah. Hal ini membuat negara-negara pemerintahan di Uni Eropa enggan memberikan kucuran dana talangan lanjutan. Akibatnya Yunani didera demo besar-besaran mogok massal dan pekerja PLN pun ikut mogok kerja.
Aksi protes dilayangkan para pekerja pembangkit listrik negara Yunani ( PPC ). Mereka melakukan aksi protes sejak Minggu malam dan masih berlangsung sampai Rabu ( 22/06 ). Akibatnya Athena dan wilayah sekitarnya mengalami pemadaman listrik. Para karyawan PPC menolak penjualan perusahaan negara itu demi penghematan keuangan negara.
Penolakan rakyat atas penghematan membuat Yunani sedang krisis atau gagal bayar utang. Kegagalan ini membuat guncangan finansial di seluruh dunia. Tidak saja perbankan Yunani, perbankan Eropa juga akan terpukul. Selain Yunani krisis juga tengah melanda Portugal, Irlandia dan menyusul Italia. Perdana Menteri Yunani George Papandreou menjamin program penghematan anggaran keuangan sebesar 28 miliar Euro atau setara Rp. 346 triliun berjalan sesuai rencana menjelang pemungutan suara mosi tidak percaya.
Di tengah krisis utang Yunani yang tengah melanda negeri itu, ada kisah seorang warga Yunani yang memegang teguh soal kesetiaan seorang wanita tua. Wasiliki Lambidou demikian nama perempuan tua itu biasa disapa tetangganya, setia menaikkan bendera Yunani di perbatasan Yunani dengan Turki, dua negara yang sejak lama memiliki konflik sejarah. Sejak 1962 Lambidou tinggal di dekat Sungai Evros, yang membelah kedua negara itu. Sejak itu pula, setiap pagi hari Lambidou tak pernah alpa mengibarkan bendera di Yunani di depan rumahnya.
Perempuan tua renta yang setia dengan kebiasaannya itu meninggal dunia dalam usia 107 tahun akhir pekan lalu dan telah dimakamkan pada Senin (20/6) di Dewa Marasia. Selain rajin mengerek bendera negaranya, dia juga dihormati oleh tentara Yunani dari beberapa generasi yang bertugas di pos perbatasan dekat rumahnya. Dengan senang hati nenek budiman ini mencucikan baju dan membuat masakan untuk tentara yang sedang jaga di pos perbatasan tidak jauh dari rumahnya.
Dia sudah dianggap sebagai ibu bagi tentara Yunani yang bertugas di pos perbatasan. Sejumlah foto Lambidou dengan para prajurit beda generasi yang bertugas di pos penjagaan, terpampang di dinding rumahnya. Karena itu tidak mengherankan ketika hari pemakaman tiba, berbagai kalangan yang mengenal dekat dengan dirinya hadir dalam upacara perkabungan.
Sumber : AP/AFP.
Read More..