Sebutan kata pintar biasanya
disematkan kepada benda bernyawa dalam kehidupan di sekitar kita.
Misalnya, kamu anak pintar karena bisa mengerjakan PR matematika. Monyet
pintar karena diajari pawangnya mampu menirukan gerak-gerik manusia,
dan membuang kulit pisang ke tempat bak sampah.
Lalu
ada pula buku pintar, telepon pintar, mesin ketik pintar, pintar
ngapusi dan masih banyak kata pintar yang disematkan pada benda tidak
bernyawa. Fungsi benda tidak bernyawa ini baru bisa digunakan setelah
bersentuhan dengan teknologi modern saat ini. Tujuannya membantu
mempermudah orang menyelesaikan tugas yang menjadi tanggungjawabnya.
