Aksi penjarahan dan kekerasan yang mewarnai Kota Santiago dan Concepcion Chili menjadi perhatian seluruh pihak termasuk kalangan gereja Katolik Chili. Dalam Misa yang digelar di Gereja Metropolitan Santiago, Pemimpin Gereja Katolik Chili, Francisco Havier Errazuriz mengaku merasa terkejut dengan maraknya aksi penjarahan.

- Misa arwah jemaah Gereja Pentecostal Chili berdoa untuk korban gempa Chili.

- Jemaah gereja dalam misa arwah mendoakan korban gempa Chili.
Saat ini memang sebagian warga Chili tidak lagi memiliki harta benda, karena barang-barang perabotan milik mereka telah dijarah. Kardinal Errazuriz menyatakan, pihaknya tidak membenarkan aksi vandalisme yang merugikan rakyat banyak. Kondisi tersebut hanya bisa diatasai dengan solidaritas dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat.
Misa mendoakan korban gempa, diikuti sekitar 300 warga Chili yang memadati Gereja Katedral Metropolitan. Sejumlah kalangan di Chili menuduh pemerintahan Presiden Michelle Bachelet terlalu lamban dalam mengantisipasi maraknya aksi penjarahan dan kekerasan. Bagaimana pun dalam kondisi darurat ada saja orang yang mengail di air keruh. Penjarahan marak terjadi setelah harta benda yang menjadi tumpuan hidup lenyap ditelan bencana. Hanya iman kuat saja yang masih membentengi diri setiap orang untuk tidak berbuat nista dalam suasana berkabung ini.
Kendati pun sejumlah bangunan gereja di Chili ada yang rusak karena goncangan gempa masih banyak jejak gereja yang berdiri tegak melayani jemaah yang ingin beribadah. Jumlah gereja ini tersebar di seluruh penjuru Chili. Inilah keindahan gereja itu dalam bingkai foto di bawah ini yang umumnya berdiri di areal Pedesaan Chili.

- Suasana hening di Gereja San Pedro Chili paska gempa. Warga masih trauma dengan gempa.

- Gereja San Pedro Chili.

- Dalam keheningan alam pedesaan Chili umat Katolik berdoa bagi korban gempa Chili.

- Salah satu sudut pelataran Gereja di siang hari yang panas paska gempa Chili.
Sumber : Reuters - Chile-Quake Mass.