Hujan lebat selama dua hari melanda wilayah Cornwall Inggris Kamis ( 18/11 ), mengakibatkan banjir hingga setinggi satu setengah meter. Selain banjir, hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor di wilayah Lostwitihiel. Dampak banjir mengakibatkan warga kota Mevagissey terperangkap di dalam mobil dan rumah mereka.
Dilaporkan bahwa tinggi air di beberapa daerah telah menurun. Namun para penjaga pantai tetap disiagakan di sekitar aliran sungai untuk mengantisipasi luapan air. Juru bicara regu penjaga pantai menyatakan, bencana banjir yang terjadi kali ini tergolong besar namun tidak ada laporan adanya korban jiwa.
Akibat banjir yang melanda daerah itu, akses ke sebagian wilayah Saint Austell dan Saint Blazey putus. Badan meteorologi melaporkan sepanjang malam instensitas hujan yang turun berkisar antara 20 hingga 30 milimeter. Hembusan angin berkekuatan antara 50 hingga 60 mill per jam.
Sementara itu perusahaan kereta api First Great Western membatalkan seluruh perjalanan ke Cornwall karena adanya tanah longsor di daerah Lostwitihiel. Seorang pemilik tanah di Fountain Inn, Mevagissey menyatakan, " Kondisi di daerah itu sangat buruk akibat air yang mengalir dari perbukitan mengepung wilayah itu," katanya kepada Reuters.
Sumber : Reuters/United Kingdom - Cornwall Floods.
Read More..Angin topan Megi melanda wilayah Filipina Selatan mengakibatkan sepuluh orang tewas dan ratusan rumah hancur ( 19/10 ). Angin topan berkecepatan lebih dari 250 kilometer per jam menyebabkan terputusnya aliran listrik di sejumlah daerah terutama kawasan pedesaan di Propinsi Isabela, Filipina Selatan.
Terpaan angin kencang dengan kecepatan lebih dari 250 kilometer per jam juga merobohkan puluhan pohon yang ambruk rata dengan tanah dan menyebabkan kemacetan lalu lintas karena jalanan tertutup pohon. Terdapat 2 orang warga menderita luka-luka terkena pecahan kaca dan genteng rumah. Seorang warga, Ariel Marzan, menuturkan pada mulanya topan Megi bertiup pelan namun setengah jam kemudian berubah menjadi angin kencang dan merubuhkan rumahnya.
Pejabat Badan Penanggulangan keadaan darurat telah mengunjungi daerah-daerah yang dilanda topan di pantai timur dan beberapa desa untuk memperkirakan kerugian material yang ditimbulkan badai tersebut. Menurut Badan Kepala Penanggulangan Keadaan Darurat, Benito Ramos, Topan Megi merusak lebih dari tiga ratus ribu ton hasil pertanian.
Di kota Lagan, kota terparah dilanda topan, persediaan air bersih berkurang sehingga warga terpaksa mengantri untuk memperoleh air bersih. Pada bulan Juli lalu angin topan menerjang ibukota Filipina, Manila menyebabkan 102 orang tewas. Beberapa hari setelah musibah tersebut, Presiden Filipina Benigno Aquino , memecat kepada badan meteorologi dan geofisika.
Sumber : Asia/Reuters/Philippines - Typhoon Aftermath.
Read More..