Ada
sebuah lelucon antara kawan satu eks narapidana yang telah bebas dengan
temannya pekerja kantoran yang belum pernah masuk penjara. Keduanya
terlibat dalam pembicaraan seru dan lucu mengenai suka-duka seorang
narapidana menghabiskan waktunya di balik terali besi penjara yang tidak
ramah. Sahabat eks narapidana ini menceritakan bagaimana enaknya
tinggal di penjara bila dikaitkan dengan urusan makan setiap harinya.
Ia
berpendapat bahwa ia dapat 3 kali makan gratis sekalipun lauk pauknya
seadanya saja. Pekerja kantoran saat makan siang atau malam harus beli
dengan uang pribadi yang artinya harus merogoh kocek sendiri. Sedangkan
untuk urusan kebiasaan berbuat baik sesama napi, akan mendapatkan remisi
sedangkan pekerja kantoran jika berkelakuan baik akan mendapatkan tugas
tambahan yang terkadang melelahkan.
