Tampilkan postingan dengan label layang-layang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label layang-layang. Tampilkan semua postingan
Mulai
Januari 2014, David Olinger, profesor teknik mesin dari Worcester
Polytechnic Institute di Massachusetts, membuat model komputer
layang-layang bawah air yang mampu membangkitakan tenaga listrik.
Didanai National Science Foundation sebesar 300.000 dollar AS,
pemanfaatan arus bawah laut dan pasang surut menggunakan alat ini
berpotensi membangkitkan listrik setara 10 pembangkit listrik tenaga
nuklir.
Dalam
Livescience, Selasa ( 12/11 ), layang-layang nantinya akan diletakkan
di antara Teluk Meksiko dan Laut Atlantik serta berpotensi menghasilkan
listrik 20 gigawatt. Sebelumnya, Olinger dan muridnya mengembangkan
layang-layang untuk menghidupkan pompa air yang sangat murah sehingga
bisa diterapkan di negera berkembang.
Sumber : Kilas Iptek / Livescience / ICH.
Read More..
Warga Bangladesh merayakan peringatan 400 tahun ibukota Dhaka dengan menyelenggarakan festival layang-layang. Layang-layang berbagai bentuk dan ukuran melenggang indah menghiasi langit ibukota saat festival berlangsung. Peringatan 400 tahun ibukota Dhaka, Bangladesh dirayakan secara meriah, salah satunya dengan festival layang-layang.
Penasehat warga Dhaka yang dikenal dengan nama Dhakabashi, Enam Ahmed Chowdhury menyatakan perayaan ini sekaligus merupakan upaya untuk melestarikan tradisi warga Dhaka yang gemar bermain layang-layang. Saat perayaan berlangsung sejumlah gadis dengan pakaian tradisional berwarna cerah, menari sambil membawa bendera dihadapan para tamu dan peserta festival.
Sekitar 13 kelompok ikut memeriahkan acara ini. Mereka menampilkan beragam desain layang-layang dengan berbagai ukuran. Warga Dhaka memang dikenal sangat menggemari permainan ini. Pada akhir pekan, langit ibukota tampak meriah dihiasi layang-layang aneka warna dan corak. Para pemain layang-layang ini di samping orang dewasa juga anak-anak.
Sumber: World.
