Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan tampaknya membawa bencana angin puting beliung bagi Kabupaten Tuban. Angin puting beliung yang melanda beberapa kawasan menyisakan puluhan rumah rusak dan pepohonan tumbang. Meski tidak ada korban jiwa kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Peristiwa yang terjadi Kamis malam seminggu lalu terjadi di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Angin kencang yang menerjang kawasan desa itu berlangsung sekitar pukul 21.30 wib. Angin puting beliung setelah reda menyisakan atap rumah warga berantakan karena genting beterbangan dan pecah berserakan di tanah. Sedikitnya dua puluh enam rumah milik warga setempat yang sebagian besar terbuat dari dinding bambu mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan terjadi sebagian besar pada atap. Selain itu angin puting beliung yang oleh warga desa setempat dinamakan Lesus juga merobohkan sebuah pohon besar hingga tumbang.
Meski tidak ada korban jiwa dan luka akibat bencana angin puting beliung ini, tetap saja menyengsarakan warga yang rumahnya rusak. Menurut Kasmadi warga setempat menuturkan, "Kejadian angin puting beliung ini begitu cepat dan berlangsung selama 5 menit. Malam itu cuaca mendung diiringi angin kencang dan tiba-tiba atap genting rumah warga beterbangan," katanya. Tidak ingin terjadi korban jiwa atau luka, Kasmadi langsung membangunkan seluruh warga yang sudah terlelap tidur untuk segera keluar rumah menyelamatkan diri dari reruntuhan genting.
Hingga kini warga setempat belum semuanya membetulkan atau mengganti atap rumah mereka yang hancur akibat terjangan Si Lesus ini. Pasalnya, mereka tidak ada biaya untuk perbaikan atap rumah. Mereka sangat berharap ada dermawan yang bersedia membantu untuk membetulkan atap rumah mereka yang hancur gentingnya.
Sumber berita: Sahabat sehat dengan reiki... Heri Setiawan melaporkan dari Tuban untuk versi siaran berita televisi dan internet.
Gambar : Google Images.
Read More..
