ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label batik pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik pekalongan. Tampilkan semua postingan

MASIH SEPUTAR BATIK

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 20 Maret 2009 6 komentar


BATIK CAP

cap tembaga cap kayu

Masih seputar batik pesisir tepatnya batik Pekalongan, ada baiknya sehat dengan reiki perkenalkan salah satu karya anak bangsa yang merupakan pusaka warisan leluhur yaitu Batik Cap, Motif Truntum, Batik Jlamprang dan Batik tiga Negeri.Tak beda dengan batik gaya Solo, Jogja, Lasem, Cirebon, batik Pekalongan sendiri ada juga yang dibuat dengan Cap. Memang sebelumnya batik di Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan jamannya yang dimulai dengan Batik Tulis yang dikerjakan oleh pembatik wanita dengan menggunakan Canting.

Canting diisi malam cair warna coklat tua lalu digoreskan ke kain putih mengikuti pola yang telah digambar oleh Tukang Gambar yang diistilahkan Tukang Nyoret. Goresan canting ini digerakkan oleh tangan pembatik wanita. Begitu halusnya goresan canting berisi malam/lilin ini mengingatkan keluarga sehat dengan reiki sendiri yang juga hidup sebagai buruh batik. Bahkan di kala senggang Ibu, Bude, Pakde bahkan Kakek dan Nenek selalu membatik dan Mencap kain batik di malam hari tatkala anak-anaknya sudah tidur semua.

Dalam perkembangannya setelah ada canting lalu pembatik juga menggunakan cap. Cap di sini disebut canting cap merupakan alat berbentuk stempel yang digambar pola batik misal pola burung Hong, suluran daun dan ranting, bunga , bintang dan bola. Umumnya pola canting cap dibentuk dari bahan dasar tembaga tetapi ada juga yang dikombinasikan dengan besi.

Melalui cap ini pembatik bisa menghemat tenaga dan tidak perlu menggambar pola atau desain di atas kain putih. Pola pada cap terbuat tembaga ini di desain oleh tukang pembuat cap. Mereka biasa menggambar pola batik di selembar kertas minyak putih lalu menuangkan kreasinya ini dalam sebuah cap batik.

Batik cap lalu mengalami perkembangan dengan diperkenalkan Cap Kayu terbuat dari kayu, ringan dijinjing lebih ekonomis serta mudah pembuatannya. Pola pada kayu ini diukir dan dibentuk seperti stempel pada cap tembaga.Hanya saja cap kayu ini tidak menghantarkan panas maka lilin (malam) yang menempel pada kayu lebih tipis dan hasil capnya sendiri di kain putih terlihat ada gradasi warna pada pola antara pinggir motif dan tengahnya. Sebaliknya cap tembaga lilinnya meresap ke serat kain sehingga polanya tercetak sangat tebal.



MOTIF TRUNTUM

motif truntum

Mengunjungi sentra Batik Pekalongan ada baiknya kita perkenalkan juga motip Truntum yang merupakan simbol cinta yang bersemi kembali. Alkisah motif trumtum ini diciptakan oleh Seorang Ratu Keraton Yogyakarta. Sang Ratu yang dicintai dan dimanja oleh Raja suatu saat dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru.

Untuk menghilangkan kesedihan sambil mengisi waktu senggangnya, Ratu pun mulai membatik. Tanpa disadari karena galaunya pikiran Sang Ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit tinggi yang kelam. Sekelam perasaan Sang ratu saat itu yang hidup dalam kesendirian karena Sang Raja telah berpaling dari padanya.

Ketekunan Ratu dalam membatik akhirnya menarik perhatian Raja yang kemudian kembali mendekati Ratu untuk melihat proses membuat batik ini.Sejak saat itu Raja mulai memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, akhirnya sedikit demi sedikit kasih sayang Raja pun bersemi kembali di hati Sang Ratu. Motif batik Sang Ratu ketika menggoreskan cantingnya disebut motif Tum-tum kembali yang merupakan perwujudan lambang cinta Sang Raja yang bersemi kembali kepada Sang Ratu.

Nah kalau Anda sedang galau karena ada Pil/wil dalam kehidupan rumah tangga Anda sebaiknya meniru resep Sang Ratu ini yaitu membatik menorehkan pola Tum-Tum pada kain putih dengan harapan pasangan hidup akan kembali lagi ke pelukan Anda. Siapa tahu? Anda bisa mengambil kursus membatik di Kampung batik Laweyan Solo tempat sehat dengan reiki dulu lahir dan tinggal hingga dewasa. "Ono-ono wahe/ ada-ada saja," begitu celetuk Anda membaca kisah ini.


BATIK JAMPLRANG

gambar batik jlamprang

Motif Jlamprang di Jogja disebut Nitik. Motif ini begitu populer di Pekalongan diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini merupakan perkembangan kain Potola dari India berbentuk geometris terkadang berbentuk bintang atau arah mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya berbentuk segi empat. Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Pekalongan.



batik tiga negeri

Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan solo. Pada saat pendudukan penjajah kolonial Belanda di lanjutkan Jepang setiap wilayah industri batik memiliki otonomi sendiri dan disebut Negeri. Perpaduan motif batik khas daerah masing-masing ini masih terlihat wajar bahkan biasa, tetapi yang membuat batik ini memiliki nilai seni tinggi adalah proses pembuatannya.

Menurut para pembatik air tanah di setiap daerah sentra industri batik memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan batik. Ini wajar mengingat kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya. Daerah Pesisir seperti Lasem, Pekalongan dan Cirebon berbeda dengan daerah pedalaman Jogja dan Solo.

Karena perbedaan air tanah ini maka dibuatlah batik sesuai dengan lokasi pabriknya. Di Lasem batik dibuat dengan warna khasnya seperti merah darah, setelah itu kain batik dibawa ke Pekalongan dan dibatik dengan warna biru, terakhir kain batik diwarnai coklat sogan warna khas batik gaya Solo.

Mengingat sarana transportasi zaman dulu tidak sebaik sekarang, maka Kain Batik Tiga Negeri dapat dikatakan sebagai salah satu masterpiece batik. Nama Batik tiga Negeri ini diabadikan sebagai nama sebuah jalan di Sentra Kampung Batik Laweyan Solo. Jalan ini membentang dari utara ke selatan dan berakhir di Jembatan Kali Jenes Masjid Laweyan Solo.

Nah mengingat batik merupakan aset penting sebagai karya asli Bangsa Indonesia sudah sepantasnya kita ikut melestarikan dan merawatnya dengan baik. Untuk hari ini saja,"Apakah Anda sudah memakai batik sebagai busana kerja,santai dan pesta?",

Sehat dengan reiki menulis dari Pekalongan Jawa Tengah untuk Sekolah Internet.

Read More..

MELIHAT PRODUKSI BATIK PEKALONGAN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 19 Maret 2009 6 komentar





Pekalongan dikenal sebagai kota batik karena produksi batiknya yang indah dan dinamis. Selain itu Pekalongan tepatnya kabupaten Pekalongan lebih dikenal sebagai kota santri, karena kebudayaan kota Pekalongan yang sangat kental nuansa Islaminya.

Kamis pagi tadi bersama tim liputan progama 1 nasional sehat dengan reiki sudah tiba di Pekalongan. Kunjungan singkat di kota batik Pekalongan untuk melihat perajin batik Pekalongan memproduksi sekaligus memasarkan batik Pekalongan.

Sentra industri Batik Pekalongan berada di daerah Buaran, tepatnya di Desa Simbang Kulon. Meskipun dunia sedang dilanda krisis ekonomi global para perajin batik Pekalongan terus berkarya.

Mereka terus berkarya mengingat tingginya jumlah penggemar Batik Pekalongan yang senyatanya tetap digemari oleh konsumen batik dari Jawa Tengah, Luar Jawa dan Mancanegara...sungguh menarik menyaksikan corak Batik Pekalongan ini. Sekalipun siang tadi udara cukup panas mengingat Pekalongan berada di daerah Pantura, para pekerja tetap bersemangat menyelesaikan proses produksi batik.

Batik Pekalongan yang mempunyai corak unik berupa perpaduan antara batik klasik dengan corak kontemporer, perwarnaan yang cerah namun harmonis tetap mempunyai penggemar sendiri. Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang kaya akan warna. Sebagai batik pesisir ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis.

Jika dibandingkan dengan batik pesisir lainnya misalnya batik Lasem, batik Pekalongan sangat dipengaruhi oleh pendatang keturunan China dan Belanda. Di sini motip batik Pekalongan sangat bebas, menarik meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo atau Jogja.Motif ini juga sering dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif.Dalam sehelai batik Pekalongan dijumpai 8 warna yang berani dengan kombinasi yang dinamis. Motif batik Pekalongan yang paling populer ialah motif batik Jamprang.

Pemasaran batik Pekalongan mencapai Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Makasar hingga Minahasa.Biasanya pedagang batik daerah seberang ini memesan ke perajin batik Pekalongan agar dibuatkan motif batik sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing.

Keistimewaan batik Pekalongan adalah pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman.Saat penjajahan Jepang dahulu lahir batik Jawa disebut Batik Hokokai. Batik Hokokai adalah batik dengan motif dan warna mirip Kimono Jepang. Batik Jawa Hokokai disebut juga batik pagi dan sore. Di tahun enam puluhan juga diciptakan batik Tritura.Motif yang terkenal saat ini adalah motif Tzunami. Memang orang Pekalongan sangat kaya akan ide dan kreasi seni batik.

Menurut brosur Ungkapan Spesial Batik, Its Mystery and Meaning yang ada di sentra perajin Batik Pekalongan disebutkan bahwa setiap turis domestik atau asing yang berkunjung ke sentra Batik Pekalongan selalu dibawa ke Museum Batik Pekalongan yang berada di Gedung Bekas Balai Kota Pekalongan.Di gedung ini setiap pengunjung dapat melihat berbagai jenis batik dari waktu ke waktu.

Kita dapat melihat perkembangan batik dari jaman Belanda, Jepang saat Perang Dunia II dengan motif batik Hokokai, batik Sumatera dengan pengaruh budaya Islam dengan motif kaligrafi tulisan Arab.Koleksi museum ini cukup lengkap. Di sini pengunjung dapat melihat koleksi batik antik berusia 100 tahun lebih. Ada juga Kebaya Encim yang dipakai wanita Tionghoa di Indonesia saat itu.

Gedung Museum Batik Pekalongan ini memanfaatkan gedung bekas Balaikota Pekalongan. Lokasinya sangat mudah dijangkau oleh angkutan kota terletak di daerah Bundaran Jatayu dekat Jalan Diponegoro Pekalongan.Di daerah ini merupakan simbol kerukunan umat beragama Pekalongan yang terbina sangat baik.

Di samping Museum Batik Pekalongan berdiri Masjid dengan latar belakang Gereja Khatolik Pekalongan. Di sekitar museum juga berdiri Gereja Protestan dan tempat ibadah penganut Tri Dharma.Begitu juga dengan motif batik Pekalongan sendiri banyak dipengaruhi gabungan atau pembauran unsur Lokal, Arab, China dan Belanda.

Sungguh warisan budaya lewat seni batik yang tak ternilai harganya. Karenanya marilah kita lestarikan dan berdayakan Batik Pekalongan agar juga sejajar dengan Batik Jogja, Solo, Cirebon dan Lasem. Saat ini di kantor sehat dengan reiki pun setiap hari Jumat setiap karyawan wajib memakai batik buatan anak negeri sendiri termasuk di sini batik Pekalongan.

Oh...ya sambil bermalam di kota batik Pekalongan malam ini cuaca Pekalongan cukup cerah, udara sangat gerah sekali, maklum Pekalongan sudah memasuki musim kemarau dan daerahnya terletak di Pantura. Yang paling enak malam ini adalah menyantap Sate Ayam sekaligus mencicipi masakan khas Pekalongan Nasi Megono dan ditemani secangkir wedang ronde.

Dari Pekalongan sehat dengan reiki menulis untuk sekolah internet.







Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.