Sekolah
negeri untuk anak-anak kulit hitam di selatan Amerika pada awal tahun
1900-an, kondisinya memprihatinkan. Kebijakan segregasi alias pemisahan
berdasarkan warna kulit, membuat anak-anak kulita hitam di pedesaan
Amerika belajar di sekolah yang fasilitasnya sangat minim. Namun dengan
kondisi apa adanya ini, semangat belajar murid tetap semangat dan
berharap ada perbaikan fasilitas belajar dan mengajar di sekolahnya.
Harapan
itu akhirnya terkabul dengan campur tangannya seorang dermawan asal
Chicago, Julius Rosenwald dan pendidik Booker T Washington yang
menggelontorkan dana untuk membantu memperbaiki pendidikan di pedesaan
itu. Roosewald yang merupakan CEO dari Sears, Roebuck and Co, drop out dari
sekolah menengah. Ia kemudian membentuk Yayasan Rosewanld yang membantu
pembuatan rancang arsitektur sekaligus menggelontorkan dana bagi
kebutuhan ratusan komunitas kulit hitam.
